Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-39


__ADS_3

"Airin!" Panggilnya penuh penekanan.


"Hem,"


"Jawab yang benar Airin!" Lagi dan lagi, tak ada kata Baby yang terucap hanya panggilan nama, kecemburuan memang sedang menguasai segala elemen dalam tubuhnya,


Serpihan memori masa lalu, yang mengikhlaskan Senja, membuat dirinya begitu egois harus memiliki Airin tanpa ada kata mengalah lagi.


Tak dapat di pungkiri, Elang jauh lebih muda! Dan sialnya anak itu tampan, berbeda dengan dirinya yang sudah!


Tidak!! Aku tampan! Dan sangat matang! Ucapnya lirih dalam hati menampik fakta bahwa ketampanan yang ia miliki perlahan telah memudar karena tambahan umur yang tak dapat di hindari.


"Apa sih? Ya Airin gak tau, Elang tiba-tiba datang, terus ngasih bunga dan coklat. Awalnya Airin mau tolak, tapi kan gak baik menolak pemberian seseorang, bukan begitu Baby?" Lirih nya tampak lucu menekan kata "Baby!" dengan mata yang di buat seimut mungkin.


"Jangan menunjukkan tampilan wajah seperti itu!"


"Tapi kan memang benar, Elang hanya sahabat ku toh dia bilang hanya memberi tak ada maksud terselubung! Bukankah benar yang aku katakan Baby! Bahwa tak baik menolak pemberian orang?" Ujar Airin di buat lirih dan seimut mungkin.


"Baby! Tapi dia mencintaimu, dia ingin merebut dirimu dariku!"


"Itu hanya perasaan mu saja baby!" Ujarnya.


"Oke, tapi aku tak suka melihat mu menerima bunga dan coklat dari pria lain, aku bisa memberikan nya itu! Kau minta saja! Jangan lupakan aku kaya raya baby!"


"Cih sombong!"


Tok


Tok


Tok


Pintu di ketuk, kala kata sindiran yang di berikan Airin pada Uncle Angga selesai di ucapkan,


"Sebentar tunggu disini!" Ucap Uncle Angga melangkah membukakan pintu dengan senyum lebar.


Tak selang beberapa, ada 3 orang kurir yang masuk kedalam rumah Airin dengan Uncle Angga yang berada di sampingnya!


"Taruh sini!" Ucap Uncle Angga menyuruh 3 kurir menaruh pesanan nya di meja dengan hati-hati.


"Sana-sana pergi!" Ucap Uncle Angga kala para kurir itu telah menaruh dengan benar pesanan miliknya, tak lupa ia menyerahkan masing-masing selembar uang 100 ribuan sebagai tips.


Airin tampak melongo dengan apa yang ada di hadapan nya sekarang, meja minimalis itu penuh dengan 5 buket bunga yang terdiri 3 bunga lilly dan 2 buket bunga mawar merah.

__ADS_1


Untuk ukuran? jangan lupakan semua tampak besar dan indah, seketika bau semerbak harum bunga menguar memenuhi semua isi ruangan itu.


Tak lupa dua kardus besar yang ada di atas lantai samping meja,


"Bagaimana kau suka?" Tanyanya membanggakan dirinya.


"Aku sudah memberikan mu 5 buket bunga, dan ini 2 kardus coklat untukmu yang masing-masing kardus isinya 250 pcs!" Celetuk Uncle Angga lagi membanggakan dirinya, tangan nya sibuk membuka salah satu kardus besar itu dan meletakkan beberapa pcs coklat di hadapan Airin.


Glek!


Ludah di telan kasar oleh Airin, dengan segala kegilaan yang Uncle Angga perbuat.


"Baby! Kau.... "


"Ya! Aku tau, kau pasti ingin berterima kasih padaku bukan? Tak usah, aku memang terbaik untukmu, dan aku tak mau kalah dari bocah ingusan itu, ku belikan berkali-kali lipat lebih banyak, aku kan orang kaya!"


Sialan! Ingin ku sumpal mulutnya dengan buket bunga dan ku getok kepala nya dengan beberapa rangkap coklat!


Tangisnya tertahan, untuk apa coklat 2 kardus seperti ini! Siapa yang akan menghabiskan!


Buka warung saja lah... Lumayan berpenghasilan! #Canda๐Ÿ™ˆ


"Astaga Baby! Kau membuat kepala ku pusing!" Ucap Airin memijat pelipisnya.


"Eh.... " Pekik Airin kaget gelagapan dengan pemeriksaan dadakan oleh Uncle Angga pada dirinya.


Astaga Tuhan! Universitas mana yang meluluskan manusia bodoh seperti ini! Gumam Airin meringis pahit.


"Baby diam!" Ucap Airin galak! Sudah cukup pemeriksaan dadakan, waktunya membenarkan pergeseran otak Uncle Angga, manusia gila di depan nya ini dengan segala tingkah aneh dan kejutan yang membuat nya meringis kesal.


"Apa! Katanya kau pusing! Aku harus memeriksa.... "


"Diam baby! Aku tak sakit! Aku pusing! Aku kesal dengan sikap mu seperti ini! Kau menghamburkan uang mu dengan hal yang tak berguna seperti ini! Untuk apa kau beli bunga sebanyak ini, memang aku suka bunga tapi tak sebanyak ini! Dan lagi! Buat apa kau beli 2 kardus coklat untukku baby! Aku tak akan memakan semua itu, jika aku memakan semua coklat itu, aku pasti terkena sakit gigi! Kau tau bukan? efek memakan coklat yang berlebihan!" Pada akhirnya penjelasan itu keluar dari mulut Airin dengan nafas tersengal-sengal,


"Iya ya? Jangan makan coklat kalau begitu! kita buang saja!" Ucapnya tampak berfikir dan menimang.


Apa!!!! setelah penjelasan panjang ku, dia hanya mengambil dampak dari seseorang mengkonsumsi coklat yang berlebihan!


"Uncle! Aku kesal padamu! Bawa semua barang mu ini dan pergi! Aku mengutukmu!" Ucap Airin melenggang pergi meninggalkan Uncle Angga yang masih termenung.


Memang salah ku apa! Monolog nya.


Dear Uncle Angga, Author pengen timpuk! ๐Ÿ˜Œ

__ADS_1


Hanya butuh waktu 30 menit Airin sudah turun dengan pakaian casual, tak lupa menenteng tas selempang simple kesayangannya.


"Mau kemana?" Tanya Uncle Angga yang duduk dengan nyaman di kursi tamu milik Airin, dengan menyeruput secangkir teh hangat, Sudah! Anggap rumah sendiri.


"Astaga Uncle! Kau tak bekerja? kenapa masih di rumahku!" Tanyanya memegang dadanya yang berdebar akibat keterkejutan.


"Apa baru saja kau mengusirku baby!"


"Tidak! Bukan seperti itu! Ah lupakan! Baby ku sayang! apa hari ini kau tak bekerja?" Tanya Airin dengan manis, percuma berbuat nada perintah untuk manusia tak peka seperti nya!


Eh, salah! Uncle Angga adalah manusia paling peka sehingga tingkatnya sudah overdosis! Itu yang benar.


"Tidak! Aku malas bekerja, tenang saja! Sehari tak bekerja tidak akan membuat uang ku habis!"


Tuhkan! Sombong lagi! Cibir Airin dalam hatinya.


"Kau mau kemana baby?" Tanya Uncle Angga saat memperhatikan penampilan Airin,


Lihatlah, Cih! Dia bahkan berdandan! Memangnya dia mau bertemu siapa! Cibir Uncle Angga dalam hati, sorot matanya seperti menelanjangi Airin saja.


"Stop menatapku seperti itu! Aku ingin ke kampus, ada perkuliahan siang nanti! Dan aku hanya menggunakan bedak dan lipstik! Aku tak berdandan berlebihan!" Ucapnya seolah tau apa yang ada di pikiran kekasihnya.


"Ya sudah , aku antar Ayo!" Ujarnya berdiri,


Tok


Tok


Tok


Sebelum kaki itu melangkah, terdengar suara pintu yang kembali di ketuk.


"Awas jika bocah ingusan itu kembali lagi!" Ucap Uncle Angga dalam hati.


"Ku mohon tamuku kali ini jangan menyusahkan aku lagi!" Lirih Airin lemah dalam hatinya.


๐ŸŽถ


Happy Reading.


Tamu ih! Siapa sih! Kebanyakan mengetuk pintu! Buang nih pintu!


Canda pintu ๐Ÿคฃ

__ADS_1


__ADS_2