Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-48


__ADS_3

"Ma! Apa aku sudah tampan?" Kalimat yang terus di layangkan Uncle Angga kepada Mamanya, sumur hidup baru kali ini putra tampan nya tak pede dengan tampilan yang ada pada tubuhnya.


Percayalah! Kau sangat tampan Uncle! Sangat! Meski usia mu sudah menginjak kepala 4.


"Tidak! Kau jelek! Banyak kerutan di matamu!" Akhirnya kalimat ketus itu pun keluar dari ibu negara karena saking jenggahnya melihat sang putra terus merapikan dan berdandan.


"Mama.... "


"Tinggalkan saja putramu Pa! Jangan nikahkan dia?" Ancam ibu negara membuat sang putra akhirnya bungkam seketika.


Jantungnya kian bertalu kala dirinya sudah duduk di meja yang akan membuat dirinya sah menjadi suami sekaligus imam untuk wanita yang di cintainya.


Tap


Tap


Tap


Derap langkah kali menuruni anak tangga, tampak Airin berbalut kebaya putih sangat cantik dan menawan. Disisi kanan dan kirinya ada Aunty Ika dan Shinta sahabatnya yang mendampingi.


"Kau sudah siap!" Tanya Aunty Ika.


"Ya Aunty! Makasih ya!" Ujarnya tersenyum berbisik.


Mommy! Papa! Kak Gara! Si Mbok! Airin tau kalian pasti bisa melihat Airin bahagia dari sana bukan? Doakan Airin ya! Semoga Airin bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga Airin! Lirihnya, Hanya doa minta restu yang keluar dari bibir Airin.


2 Hari sebelum acara di gelar Uncle Angga dan Airin sudah datang meminta restu di atas pusaran Mommy Senja dan Papa Iko.


"Nak Angga! Jabatan tangan saya!" Ujar Uncle Dong mengintruksikan kala kedua sudah duduk rapi di depan penghulu.


Salah satu tangannya dingin, tampak bergetar di bawah sana, sorot mata calon istrinya bertemu mengisyaratkan "Kau pasti bisa!"

__ADS_1


"Bisa di mulai?" Instruksi pak penghulu.


"Bisa pak!" Ujarnya dengan mantap.


Satu tarikan nafas mengucapkan ikrar janji sumpah setia dalam biduk pernikahan. Airin resmi menjadi Nyonya Angga Yudistira.


Menyeka sudut matanya yang tanpa di minta mengeluarkan air mata, Apa benar bahwa dirinya telah menikah saat ini? Apa ini awal dari kebahagiaan yang Tuhan berikan? Tanya Uncle Angga bermonolog dalam hatinya.


Kecupan singkat pun layangkan Uncle Angga di kening Airin.


Satu perempuan yang akan menjadi sumber bahagiaku, mengisi banyak kisah dan cerita ke depan nya! Airin, aku akan terus berjuang dan berusaha menjadi sebaik mungkin imam yang akan menuntun mu! Aku harap kita sama-sama saling belajar untuk mengukir sejarah hidup dalam bahtera rumah tangga. - *Angga Yudhis**tira*-


Masih tak menyangka jika Tuhan memberikan bahagia secepat ini padaku! Lelaki yang ku pilih untuk menyempurnakan separuh agama yang ku punya! Laki-laki baik dengan segala tanggung jawab. Ku yakin! Kau pantas menjadi suami sekaligus Papa dari putra dan putri kita kelak! Aku mencintaimu laki-laki tuaku! - Airin Rienja Dirgantara -


...******...


Entahlah wanita ini harusnya bahagia bukan? Melihat sang putra tunggal akhirnya telah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangganya?


"Bukankah ini yang kau ingin kan? Melihat putramu bahagia dengan wanita pilihan nya?" Tanya Papa Yudhistira pada sang istri yang nampak termenung.


"Aku sangat bahagia! Hanya saja!"


"Putramu telah dewasa Ma, dia telah memiliki keluarga. Menemukan wanita yang di cintai nya!"


"Sangat bahagia Pa! Tapi...." Ujar sendu.


Jika Papa adalah pria pertama yang membuat anak gadisnya jatuh cinta sosok figur yang di idamkan.


Berbeda dengan anak laki-laki, jika di mata Ini yang melahirkan berapa pun usia anaknya ia akan tetap menjadi sosok anak kecil yang tampan dan menggemaskan.


Mama Siska rela dan bahagia tentunya dengan kebahagiaan yang melingkupi sang putra, tapi entahlah ada ruang dalam sudut hatinya yang sedih akan di tinggal sang putra, meski ia tau bahwa setelah putranya menikah ia masih bisa berkunjung atau mengunjungi.

__ADS_1


Dekapan hangat di layangkan Papa Yudistira pada Istrinya, "Tenanglah! Meski dia sudah berumah tangga kau tetap bisa mengunjunginya dan sesekali memintanya tinggal di rumah untuk menemanimu!" Kata penghangat ia berikan pada kerapuhan hati sang istri.


...******...


Apa benar aku sudah menjadi seorang istri? Masih tak percaya dengan status yang di sandangnya.


Piyama tidur babydol dengan motif panda ia kenakan di tubuh mungil nya, membenamkan dirinya dalam balutan selimut. Tenggelam kedalam.


Uncle Angga tampak masih menguyur tubuhnya di toilet dalam kamar itu, Jantung Airin kian bertalu kala pintu kamar mandi itu terbuka sempurna.


Tampak membiarkan dadanya terbuka dengan celana kain yang membalut tubuh atletis miliknya. beberapa anak rambutnya tampak masih basah dan sesekali air menetes jatuh di wajah tampan miliknya.


Menggoda iman seorang wanita!


Apakah laki-laki memang sangat suka bertelanjang dada? saat malam dan menjelang tidur? Entahlah!


"Baby! Apa kau sudah tidur?" Tanya Uncle Angga menyampirkan handuk di tempatnya.


Sialan kau! Tak usah bertanya! Apalagi menyentuh ku! Mendengar derap langkah kakimu saja sudah membuat ku menggila Uncle!!!! Duh!!!!


Sudahlah! Naik saja! Batin Uncle Angga.


Kreak!


🎶


Happy Reading.


Ayo kondangan dulu ya! Wkwkwkwk.


Nulisnya segini dulu deh! InsyaAllah besok di tambah satu part, because mata author udah gak bisa dikondisikan lagi untuk mengetik hihihi... 😆 Mengantukkkm

__ADS_1


__ADS_2