
"Baby!" Panggil Uncle Angga, kala dirinya meraba tak menemukan sang istri yang ada di sampingnya.
"Baby! Kau dimana!" Panggilnya lagi.
"Kamar mandi!!!!" Lirih Airin, Badan nya luruh ke lantai, sudah lah dia sangat lemah perutnya serasa di aduk-aduk ke sana kemari di dalam sana.
"Sini ku bantu!"
"Jangan, biar aku saja! Apa kau tak jijik!"
"Sini baby!" Ujar Uncle Angga memapah sang istri mendudukkan nya di kamar mandi, "Tunggu sebentar!"
"Mari ku bantu!" Ujar Uncle Angga membantu istrinya berganti pakaian.
"Aku... "
"Diamlah aku hanya ingin membantu mu!" Ujar Uncle Angga,
"Nah pakai ini!" Ujar Uncle Angga lagi, kali ini ia menyerahkan testpack itu pada istrinya.
"Ini... "
"Pakai saja!"
"Tak mungkin Baby! Aku hanya masuk angin saja!"
"Sudah lah pakai ini!"
"Hah... Baiklah aku akan pakai, jika hasilnya negatif jangan marah padaku ya!"
"Tidak akan mungkin negatif!"
"Ya sudah keluar sana!"
"Aku menunggu disini!"
"Uncle..... "
"Oke Baiklah!"
30 menit kemudian......
"Bagaimana?" Ujar Uncle Angga berbinar.
"Ini!" Ujar Airin menyerahkan hasil testpack itu kepada suaminya.
"Aaaaaaaa...... Aku akan menjadi seorang Daddy?"
"Hem.... "
"Aku mencintai mu Baby!!!!!" Ujar Uncle Angga mencumbui istrinya di pipi dan seluruh mukanya.
"Kenapa kau seperti ini? Apa kau tak bahagia dia ada di perut mu?"
"Aku masih tak percaya, apa aku akan menjadi seorang ibu?"
"Ya, dan dia akan tampan seperti ku!" Ujar Uncle Angga bangga, ah ia sudah membayangkan versi mini nya.
"Ya, ku harap dia sama tampan nya seperti mu, bahkan lebih tampan dari mu."
"Hahaha... Aku mencintaimu Mommy Airin!"
...******...
"Makanlah!" Ujar Uncle Angga yang hendak menyendok kan bubur itu ke dalam mulut Airin.
"Tak enak!"
__ADS_1
"Demi adek disini kau harus makan sayang!"
"Tapi.... "
"Kau mau apa? Akan aku belikan?"
"Sini!!!" Ujar nya menepuk ruang di samping ranjang itu.
"Baiklah, seperti ini?" Ujar Uncle Angga kala ia di suruh istri kecilnya memeluk dan tangan nya mengusap perut yang masih datar itu.
"Iya.... ini nyaman sekali baby!!"
"Tapi setelah ini kau mau makan ya?"
"Hem... Nanti... "
Seperti ibu hamil muda pada umumnya, muntah dan mual adalah hal biasa. Uncle Angga adalah sosok suami yang siap siaga menemani sang istri.
Usia kehamilan Airin sudah menginjak 3 bulan, semua vitamin dan pola makan begitu di jaga Uncle Angga. Dan perut ini masih tampak datar seperti belum menunjukkan ada kehidupan di sana.
"Kau sudah siap!"
"Tentu!" Ujar Airin tersenyum, hari ini ia begitu cantik dengan gaun yang membalut tubuhnya tampak sangat dewasa.
"Selamat ya sayang!" Kata itu terucap, dengan rangkaian pelukan dan kecupan. Sebuket bunga cantik di berikan kepada sang istri atas pencapaian perkuliahan nya yang telah selesai.
"Terimakasih sudah menjadi suami yang begitu sabar dan baik untukku sayang!"
"Tentu, apapun akan ku lakukan untukmu!"
"Airin sayang selamat ya!" Ujar Mama Siska,
"Mama... Airin kangen..." Ujar Airin mendekat dan memeluk Mama Siska.
"Baby! Jaga langkah mu! Jangan berlari!" Peringati Uncle Angga.
"Baiklah!"
"Mama sebentar lagi akan menjadi oma, dia sudah ada disini! Masih sangat kecil! baru berumur 3 bulan!" Ujar Airin tersenyum, kata kecil di peragakan nya dengan sebuah ukuran tangan.
"Benarkah?"
"Ya Mama... "
"Jaga cucu Mama yang sayang... Mama bahagia, terimakasih sudah mau menjadi istri dari putra Mama."
"Mama tak perlu berterimakasih, Airin yang harusnya berterimakasih karena Mama sudah melahirkan putra setampan dia!"
"Tapi menjengkelkan!"
"Hahahaha.... "
Semua telah bahagia, Airin sudah menyelesaikan pendidikan nya dan saat ini ia tengah menantikan baby mereka.
...*********...
"Selamat ya sayang ku!" Ujar Shinta yang datang ke rumah Airin,
Ah semalam keduanya sudah sampai di Indonesia, memutuskan untuk tinggal di rumah Airin, ibu hamil itu kangen katanya.
"Halah! Kemarin aja gak dateng!"
"Hihihi, ya maaf ada ujian aku nya!"
"Hu....."
"Atuh bumil gak boleh galak-galak gitu! Tante bawain ini nih buat bumil sama si adek!"
__ADS_1
"Yayaya, makasih! Gimana nih hubungan nya sama si itu?"
"Apa? Siapa?" Tanya Shinta pura-pura bodoh.
"Atuh itu lohh Si.... "
"Biasa aja kita kan sahabatan."
"Permisi Nyonya, ada dokter Edo datang. Katanya nyari Tuan Angga!" Ujar Bibi memberitahu.
"Suruh masuk aja Bi! Bibi buatkan minuman ya!"
"Baik nyonya."
"Tinggal dulu ya! Mau panggil suami gue!"
"Cie elah, suami... "
"Makanya nikah!!"
...*******...
"Ini berkas yang lo minta!" Ujar Dokter Edo menyerahkan berkas itu pada sahabatnya.
"Thanks ya bro!"
"Itu siapa?"
"Temen istri gue! Kenapa? Lo Naksir!"
"Cocok kalau jadi ibu nya Maura!" Celetuk Dokter Edo, duda beranak satu. Maura adalah putri kecil kesayangan nya yang sudah berumur 5 tahun.
Ia di tinggal sang istri tercinta kala melahirkan putri kesayangan nya.
"Dia nya yang gak mau sama lu!"
"Gue kurang apa coba? masih ganteng gini, dewasa, mapan!!!"
"Dih.... kepedean lo."
"Kan gue juga pengen kayak lo, nikah yang sama daun muda gitu! kayaknya seger deh!"
"Mata lu gue colok kalau liat istri gue!"
"Sensitif banget si lo! itung-itung cuci mata bro!"
"Besok gue tunggu surat pengunduran lo di meja gue!"
"Dih astaga sensitif banget si! Gak enak ngancem nya!"
"Pulang sono!"
"Gue bercanda! gak mungkin lah gue ngerebut milik orang lain!"
"Hem.... "
"Dih galak amat! ini gue bawain! Selamat ya! semoga lancar sampai lahiran." Ujar Edo menyerahkan beberapa bungkus bawaan nya.
"Hem... "
"Cepet tua lo kalau gitu terus... Ntar koid istri lo nikah deh sama gue!"
"Lo....."
"Bahahahaha.... Bercanda! Yaudah gue pulang dulu ya!"
"Ya sono, pergi..... "
__ADS_1
🍒
Happy Reading❤❤❤❤