Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-51


__ADS_3

"Ayo lepaskan! Kau harus ke rumah sakit dokter Laura menunggumu!"


"Aku ingin memakan mu! Aku tidak peduli dengan Laura! Biarkan dokter lain saja yang menanganinya." Lirihnya yang mulai mencium leher istrinya.


"Tak boleh seperti itu Baby! Kau bilang ini resiko menjadi seorang dokter kan?"


Geram? Itu yang di rasakan olehnya! Perfect!!! Istrinya sangat lihai dan pandai, di raihnya handphone dalam saku celana. Dering telfon menggema hingga di ujung sana berucap.


"Halo dokter? Apa anda sudah dalam perjalanan?" Tanya dokter Laura langsung pada intinya, sangat jelas suaranya dan Airin tahu itu.


"Saya tak bisa ke sana, sangat di sayangkan ada hal mendadak yang tidak bisa saya tinggalkan!" Ujarnya langsung menutup telfon tanpa mau mendengar kenapa ada apa? Atu protes semacamnya, terserah pihak rumah sakit mau membatalkan kontrak.


Yang terpenting saat ini sang istri mau di ajak bekerjasama mengaduk Angga junior.


"Sudah kan?"


"Ya sudah lepas ih Uncle! Sesak tau!"


"Baby!"


"Apa?" Tanya Airin membego.


"Aku menginginkan kan mu?? Boleh?"


"Hem, gak! Jaga jarak hus sana!" Ujar Airin melangkah pergi meninggalkan Uncle Angga yang lesu di dapur.


Junior, maaf ya! Kita harus mandi air dingin dulu! Lirihnya menatap aset miliknya dengan lesu.


"Aku menunggu mu dikamar!" Ujarnya yang datang tiba-tiba mengecup pipi sang suami.


"Baby!!! Kau!!!"


Semburat merah merona menghiasi wajah keduanya, Ah pipi Airin tampak memanas.


"Baby bernafas lah!" Ucap Uncle Angga memperingati, pasalnya ciuman panas ini harus di jeda karena istri kecilnya selalu menahan nafas.


Ayolah, kumis tipis milikmu Uncle, itu sangat membuatku merasa geli yang terasa nikmat kala milik keduanya menyatau dengan sempurna saling membelit.


"Malu!" Ujarnya lirih bersemu, bagaimana tidak tangan nakal sang suami terus bermain di area dadanya yang begitu kenyal, tak besar namun sangat pas untuk Uncle Angga mainkan bak squishy.


"Baby kau yakin?"

__ADS_1


"Sangat yakin! Lanjutkan Aaarghhhh!" Desahnya tampak mengigit kecil daun telinga Uncle Angga.


Gila, reaksinya di luar kepala, junior benar-benar tak bisa lagi di kondisikan di bawah sana.


"Baby ini?" Pekik Airin kala bagian bawahnya ada sesuatu yang mengeras dan nampak menyembul di balik celana kain milik suaminya.


"Aset pencetak Angga junior! Dia sudah sangat tak tahan!" Rancau Angga, Bagai menjilat permen begitulah yang di lakukan Uncle Angga kala bermain di ujung dada sang istri, kecil namun sangat lihai lidahnya mempermainkan dan memporak-porandakan.


Entahlah, sejak kapan keduanya masih berciuman satu sama lain, hingga tak ada sehelai benang pun yang membelit tubuh keduanya.


"Baby! Aku!"


"Lakukan Baby!" Ujar Airin, kepalang tanggung. Ini pertama kalinya dan nyatanya semua permainan itu terasa sangat memabukkan.


"Argh!" Pekik Airin, kala ujung pusaka menyentuh lubang itu.


"Uncle! Ini tak bisa di kecilkan! Tak kan muat" Lirih Airin mengiba, baru ujung nya saja terasa sangat menyakitkan.


Oh ayolah Airin, di luar sana para wanita sangat bangga dengan ukuran yang panjang dan besar bukan?


"Tak bisa Baby! Kalau memperbesar ukuran nya ada!" Ujarnya berucap tak berdosa.


"Apa?"


"Apa kau? Arghhhh...... " Cukup keras Uncle Angga menghentakkan untuk keseluruhan pusaka itu masuk, mau bagaimana lagi. Kepemilikan sang istri begitu kecil dan sempit, nampak buliran air mata menggenang di pelupuk mata Airin.


Kecupan singkat nan lembut di layangkan pada Airin untuk mengurai rasa sakit itu. "Tak apa! Kita berhenti sebentar tapi biarkan seperti ini!" Lirihnya, sekuat mungkin menahan nikmat yang ada di ubun-ubun. Ingin sekali Uncle Angga langsung mempermainkan ritme itu.


Junior nya serasa di remas di dalam sana! Sial ini nikmat sekali! Lirih Uncle Angga.


Ritme pelan di mainkan oleh Uncle Angga, maju mundur sangat enak dan pandai sekali mempermainkan nya.


Hingga entah berapa lama, mereka melakukan olahraga itu. Nyatanya Uncle Angga seakan tak puas untuk menyudahinya.


Terlampau nikmat! Begini rasanya! Ah tak sia-sia selama ini penantian hidupnya.


Akhirnya.


"Segera ada ya nak! Daddy menginginkan mu!" Ujar Uncle Angga mengelus perut sang istri, dan akhirnya menyusul sang istri untuk tidur. Ah badan nya juga sangat remuk redam tapi percayalah ini terlampau enak.


...******...

__ADS_1


Entahlah, rasanya Airin tak ingin bangun dan beraktivitas untung saja hari ini adalah hari libur.


"Baby! ayo bangun!" Lirih Uncle Angga mengusap lembut pipi sang istri, dirinya sudah selesai membersihkan badan dan ini ia kembali dengan semangkuk bubur hangat dan segelas susu.


"Aughhhh!" Lenguh Airin merasa terganggu dengan elusan tangan itu.


"Baby! Ayo bangun, sudah ku buatkan bubur untuk mu!" Ujar Uncle Angga lagi,


"Aughhhh!!!" Kembali dirinya mengeluh tak rela dengan gerakan menepis tangan yang terus mengelus pipinya, entahlah matanya sangat ingin terpejam dan tanpa di ganggu.


Ya mana tau? Airin juga lupa bahwa dirinya tak memakai sehelai benang pun bukan? hingga membuat selimut yang di pakai nya merosot menampakkan dadanya yang menyembul keluar dengan berbagai noda merah.


Kau buas sekali Uncle!!!!!


Kalau sudah begini salah siapa coba? Sudah tau istrinya tak peka masih saja menganggu! Ah rasanya percuma Uncle Angga mandi dan bersiap! Si Joni saja sudah sesak di dalam sana melihat pemandangan yang menakjubkan.


Sudahlah, ia akhirnya melepas seluruh pakaian yang ia kenakan, tubuhnya mengangkat sang istri untuk di bopong dan di bawa ke kamar mandi.


Udah! Sekalian di enggak-enggak dan mandi bareng!


"Baby! Kau!" Pekik Airin kala dirasa tubuhnya melayang di udara, dan melihat dirinya yang polos sedang di gendong.


Ah semburat merah langsung menghiasi pipinya kali ini, bagaimana dirinya dengan nakal telah menggoda suaminya. Ah sekarang dirinya sudah menjadi seorang wanita bukan gadis lagi ternyata.


Kegiatan panas itu kembali terjadi, entahlah sudah berapa kali tapi Uncle Angga tak ingin berlama-lama di sana. Ia tau bahwa wajah sang istri sudah sangat kelelahan dan tak baik juga bermandikan air lama-lama bukan?


Hah, untung saja bubur itu bisa di simpan di microwave agar masih terjaga kehangatan dan kualitasnya.


Keduanya menikmati makanan itu dengan lahap, ah Airin sangat kelaparan dan kelelahan dengan ulah sang suami yang nampak selalu ingin.


Kalau begini jadinya, Airin tak kan pernah coba-coba lagi mengganggu Uncle Angga dengan godaan gila itu.


"Baby! Makan yang banyak biar kau bisa menggodaku lagi!" Ujarnya.


"Uncle!!!!!" Tatapan tajam nan begis itu di layangkan oleh istri kecilnya.


"Bahhaahaha!" Oke baiklah! Aku minta maaf begitu kira-kira.


🍒🍒🍒


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2