Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-47


__ADS_3

"Cie! Selamat ya, yang mau nikah!" Goda Shinta pada Airin.


"Apaan sih! Udah ah jangan godain aku terus!" Ujar Airin tampak malu.


"Wkwkwkw, Cie malu! Utuk-utuk yang bakal jadi Nyonya Yudistira!" Ucapnya dengan sombong.


"Shinta!!!" Gemas Airin meninggalkan Shinta, setelah malam itu memang Uncle Dony dan Aunty Ika selaku perwakilan kedua orang tua dari Airin, kedua keluarga itu telah membicarakan pernikahan yang sebentar lagi akan di selenggarakan.


Sederhana saja, Waktu yang di berikan untuk persiapan pun sangat singkat! Hanya 3 hari saja.


"Airin! Bisa kita bicara?"


"Elang!" Ujarnya "Ah tentu!" Senyum Airin mengiyakan.


"Kau yakin akan menikah secepat ini?" Tanyanya meragu tampak tak percaya.


"Ya!"


"Kau tak.... "


"Jangan berfikir buruk elang! Dia sangat menjaga dan menghormati ku!" Ujarnya seolah tau fikiran kotor yang ada di otak Elang, sahabatnya.


Semuanya tampak sangat mendadak dan di paksakan bukan? bagaimana bisa? pernikahan di siapkan hanya 3 hari saja?


Hanya mengundang kerabat terdekat saja, untuk acara resepsi akan di selenggarakan setelah kepulangan Airin ke Indonesia.


"Hah.... Kau begitu mencintainya?" Tanyanya lagi.


"Kenapa kau yang tampak ragu? Bukankah aku yang menjalani pernikahan ini?"


"Kemarin saja kau?"


"Ya! Aku kecewa dengan nya. Cinta memang hadir di iringi dengan kecewa bukan? Hidup tak melulu tentang bahagia? Darimana kita bisa dewasa jika Tuhan tak sesekali menguji dengan rasa kecewa itu?"


"Dia beruntung memilikimu!"


"Kau jauh akan beruntung ke depan nya karena bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku Elang!"


"Apa aku boleh memelukmu sekali ini?" Lirihnya, baiklah setelah ini Elang harus benar-benar merelakan Airin.


"Eh....!"


"Ku mohon! Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya!" Lirihnya sendu.


"Baiklah!" Ucap Airin,


Tangis pemuda itu tergugu dalam pundak pendek gadis kecil! Sangat erat mendekap menghirup aroma tubuh Airin yang menguar sangat memabukkan. Kelak ia pasti akan merindu pada sosok gadis ini.

__ADS_1


Airin, semoga Tuhan selalu melimpahkan kepadamu segala kebaikan dan kebahagiaan! Jika dia mengkhianati atau mengecewakan mu! Percayalah! Aku kan merebutnya darimu!


"Brengs*k! Lepaskan dia!" Ujar Uncle Angga yang datang dari mana, langsung menarik Airin untuk segera melepaskan pelukan itu! Melayangkan bogem mentah ke hadapan Elang.


Bugh.


"Baby! Stop!" Ujar Airin langsung menarik Uncle Angga.


"Kau beruntung memiliki! Jangan ragukan cintanya yang besar untukku! Jangan kecewakan dia! Jangan berfikir buruk tentang nya tadi, Maaf! Itu hanya pelukan aku mengikhlaskan nya untuk mu!"Ujar Elang berbisik lembut ke telinga Uncle Angga, menepuk pundaknya dan berlalu pergi.


...*****...


"Dasar keras kepala! Ku rasa kau sangat ingin menerima bogem mentah itu!" Celetuk Shinta kala melihat Elang yang tengah termenung di parkiran kampus.


"Bu Dokter! Akhirnya datang juga! Sini obatin!" Ujarnya melawak lucu, meski hatinya teramat sakit.


"Cih!!! Dasar!"


"Sakit Shinta!" Celetuk Elang kala melihat pergerakan Shinta yang kasar dan sengaja menekan luka memarnya.


"Makanya! Jangan nyusahin! Sok sih jadi jagoan! Udah tau pawangnya Airin galak kayak singa, masih aja mencari kesempatan!"


"Habis mau gimana lagi! Namanya juga cinta!"


"Tapi bodoh!!! Gak mikir!"


Sangat menjengkelkan dan menyusahkan! Kenapa Cinta harus serumit ini Astaga!!!!!


"Ada yang ingin kau jelaskan!" Ucap Uncle Angga penuh penekanan, kala keduanya sudah masuk di dalam mobil.


"Ah apa!" Pura-pura bodoh akan pertanyaan yang harusnya dia jelaskan.


"Baby!!!!!"


"Baiklah dan maaf!"


"Jangan menguji kesabaran ku baby!"


"Ah apa! Kan tadi ya, itu tadi! Ya maaf!"


"Jangan mengulangi! Jangan pernah memeluk pria lain selain diriku!"


"Ya!"


"Kalau kau melanggar akan ku buat kau mengandung Angga junior dengan segera mungkin!" Ujarnya penuh penekanan.


"Ah apa! No Uncle! Kau kan!"

__ADS_1


Cup!!!!


...*****...


"Mau kemana?" Tanya Mama Siska kala melihat sang putra sudah rapi dengan pakaian casualnya.


"Ke rumah Airin lah Ma! Mau kemana lagi!"


"Enak saja! Di rumah! Gak boleh main ke sana! Lagian tinggal nunggu besok gak sabaran!"


"Ya namanya rindu Ma, sehari kayak setahun!"


"Udah tua! gak usah lebay! Rindu-rindu! Nurut sama Mama!"


"Ma tapi!"


"Astaga Angga! Mama bisa darah tinggi ini loh denger ocehan kamu! Di rumah!"


"Mama ih.... " Sunggutnya menghempas kasar, mendudukkan dirinya ikut bergabung dengan sang Mama.


"Untung Airin masih mau sama perjaka tua kayak kamu! Gak usah lebay deh!"


"Ma aku bukan perjaka tua! Tapi aku laki-laki yang matang dan mapan!"


"Sok! Gak inget umur!" Cibirnya.


...******...


Nampaknya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi kedua calon mempelai bukan?


Uncle Angga tampak berguling ke sana kemari tak bisa memejamkan matanya dengan tenang, untuk Airin, gadis ini sudah tidur nyenyak karena serangkaian perawatan tubuh yang memanjakan nya tadi.


sangat nyaman dan rileks!


Dering telfon terus bergulir, nampak sang mempelai putri tak terganggu dengan telfon tengah malam yang di layangkan sang mempelai pria.


Berdecit kasar! Cih! Bagaimana dia bisa tidur senyaman itu! Padahal dia besok akan menikah! Aku saja disini tak bisa memejamkan mataku! Gerutu Uncle Angga kala panggilan telfon nya tak di angkat oleh Airin


Harusnya kau tidur Uncle! Jangan begadang tak baik untuk pengantin pria seperti mu! Apalagi faktor usia mu! Kau tak mau kan ada kantung mata panda di bawah matamu?


......Akan ada bahagia meski kecewa dan sakit teramat menyiksa di masa lalu! Kenangan buruk melepas dia yang kita cintai sangatlah menyayat hati hingga memutuskan dirinya tuk menyendiri! Tapi yakinlah kesabaran akan membawamu kepada masa depan yang penuh bahagia. Buah kesabaran mu akan membuat mu tersenyum hingga berucap syukur atas rencana sang kuasa. ......


...Semoga bahagia Uncle Angga ❤ Airin! Jadi keluarga yang sakinah mawaddah marohmah ya❤ Amin.......


🍒


Happy Reading guys❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2