Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-38


__ADS_3

"Nyaman sekali!" Gumam Airin dengan mata terpejam mengerakkan tubuhnya untuk mendusel semakin dalam.


Shit!!!! Jangan menyentuhnya Airin! Stop! Kau bisa membangunkan juniorku! Lirih nelangsa mendapati gerakan yang sangat membuatnya menggila yang dilakukan Airin tanpa sadar.


Tuhan! Jaga hamba untuk tidak menjadi kan nya sebagai seorang wanita saat ini juga! Umpatnya, harusnya kau sadar Uncle bahwa kau yang bersalah telah tidur di kamar Airin dan mendekapnya, semua itu karena otak gila mu.


Jadi tanggung resiko akibat ulah mu dan selamat bermandikan air dingin di pagi hari.


"Stop Baby! Jangan terus bergerak!" Ucap Uncle Angga menekan setiap kata STOP.


"Argh... kenapa aku bisa mendengar kan suaranya seperti ini? Apa aku sudah rindu?" Gumam Airin dengan sorot mata masih terpejam.


Terkutulah kau Airin, kenapa kau masih saja menganggap semua ini mimpi, apa suara ku sudah tak bisa kau kenali lagi, sehingga kau Arghhhhhh.... Monolog Uncle Angga dengan mengumpat kasar dalam hatinya.


"Baby! Stop!" Akhirnya Uncle Angga berkata dengan sedikit agak keras dan setengah berteriak.


"Uncle kau!" Ucap Airin langsung melotot tajam, sekuat tenaga ia mendorong tubuh kekar itu dari atas ranjang miliknya.


Bugh


Dugh


Sangat sakit, oh Tuhan! Pantat dan pinggang ku! Kenapa nyeri seperti ini! Lirih Uncle Angga bermonolog pada hatinya.


apakah ia tengah memacari seorang samson wati? hingga dorongan nya begitu kuat dan bahkan sangat kuat.


"Apa yang kau lakukan!" Teriak Airin tajam pada kekasihnya yang tengah merintih nyeri.


"Baby! Bantu aku. Ini Sakit sekali baby! Kenapa kau tega seperti ini padaku?" Tanya Uncle Angga dengan wajah nelangsa nya.


...*****...


"Jelaskan!" Ucap Airin menajam kala kedua nya sudah duduk di balkon kamar Airin.


"Apa?" Tanyanya tak mengerti.


"Uncle....!" Kata itu penuh di penekanan.


"Bukan kah ini kamar untukku! Kau yang nampaknya menyusup Baby!"


"Berhenti berputar dan berpura-pura Uncle! Jangan membuat ku marah."


"Maaf baby! Aku hanya ingin tidur memelukmu saja!"

__ADS_1


"Tapi kita belum menikah, kita tak boleh tidur bersama!"


"Baiklah, kita menikah sekarang!" Ucap Uncle Angga dengan entengnya.


"Uncle, tapi tak bisa seperti itu!"


"Baby, itu sangat mudah, aku kaya raya punya banyak kekuasaan dan uang, kita bisa menikah paling 3 jam lagi dari sekarang!"


"Uncle!"


"Kau melanggar nya baby! Dan rasakan!" Tanpa peduli protesnya Uncle Angga mengangkat tubuh Airin dan menaruhnya dengan lembut di atas ranjang itu.


Nafasnya begitu memburu, Tuhan! Juniornya sudah tak sabar mencetak garis keturunan Angga! Umurnya sudah terlalu bahkan sangat cukup menjadi seorang Daddy!


"Uncle! Kau... " Ucap Airin dengan menelan susah payah air liur nya.


"Kau tau bukan, aku pria dewasa Airin! Umurku sudah cukup layak memiliki seorang Bayi bukan? Jika kau terus memanggil ku Paman! aku bisa mempercepat dia ada di rahimmu!"


Glek!


Tok


Tok


Tok


"Iya bi!" Gugup Airin membuka dengan menampilkan kepala nya saja di muka pintu.


"Sarapan sudah siap nona! Mau makan di bawah atau di bawakan kedalam kamar?" Ujarnya memberi tahu


"Ehghhhh... Itu.... makan di bawah saja bi! Ayo!" Ucap Airin langsung keluar dan menutup pintu kamarnya.


Persetan dengan pencuri tampan di kamar yang sialnya itu adalah calon suaminya kelak, tatapan mengerikan itu masih terngiang-ngiang dalam otak Airin, tak bisa di bayangkan jika ia sudah menjadi istri Uncle dengan predikat pria paling mesum sekecamatan bagi Airin.


Biarkan saja, dia marah karena Airin meninggalkan nya sendiri an di kamar, daripada harus menunggu dan sekamar dengan singa itu! No? Mengerikan.


Baru beberapa menit Airin menyelesaikan sarapan pagi itu tanpa Uncle Angga, entahlah pemuda itu di mana Airin tak tau dan tak ingin peduli untuk saat ini.


"Alhamdulillah" Ucap Airin bersyukur, atas rezeki yang telah Tuhan berikan pada dirinya hingga detik ini.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Astaga! Siapa yang bertamu sepagi ini! Lirih nya berdebar, hatinya terlalu parno jika ada warga yang mengetahui ada pria dewasa yang menginap di rumahnya.


"Elang?" Pekik Airin kaget kala melihat sahabat nya itu tersenyum ramah pada dirinya.


"Selamat pagi princess, aku bawakan bunga dan coklat untukmu!" Ucap Elang menyodorkan sebuket bunga Lilly dan sekotak Coklat pada Airin.


"Tapi?" Ucap Airin meragu.


"Terima saja!" Ucap Elang memaksa, "Ini bukan sogokan padamu agar kau menerima ku menjadi pacar, kita sahabat bukan?"


"Ah iya!" Jawa Airin gugup,


Tuhan, semoga Uncle tak turun dan melihat semua ini, memanggil namanya saja dia sudah seperti itu, apalagi tau kalau pacarnya menerima bunga dan coklat dari pria lain! Aku pastikan ini akan menjadi drama yang tak menguntungkan bagiku! Lirih Airin bingung,


Sejujurnya sangat ingin menolak Bunga dan Coklat itu, tapi hatinya tak enak bagaimana pun selama Airin susah , Elanglah yang lebih banyak membantu dan menolong, meski sahabat nya bukan hanya Elang saja! ada shinta.


"Mau apa kau ke rumah calon istriku pagi-pagi seperti ini!" Ucapnya dengan sorot mata tajam, hentakan kaki yang begitu menggema menegaskan bahwa ia terlihat sangat marah dan cemburu.


Glek!


Airin jelas tau, bahkan sangat tau suara siapa yang baru saja berucap dan ia dengar.


"Kau? Mengapa bisa pria seperti mu ada di dalam rumah gadis muda seperti Airin!" Lirih Elang tergagap.


"Apa urusan mu! Dia calon istriku! Memangnya kenapa?"


"Kalian?"


"Ya dia calon istriku! Hubungan kami sangat serius dan kami akan segera menikah, kau tau? bahkan dia sangat nyaman semalam tidur dengan ku!" Ucap Uncle Angga memelankan suara persis di telinga Elang saat memberitahu fakta dirinya dan Airin sudah tidur dalam satu ranjang.


Membuat Elang terpaku? apakah benar wanita baik seperti Airin?


Mustahil jika seorang pria dewasa dan wanita yang ada dalam satu kamar tak melakukan hal lebih, dan hanya tidur bukan?


"Bawa ini! Dan pulang!" Ucap Uncle Angga menyerahkan dengan kasar buket bunga Lily dan sekotak coklat itu dari tangan Airin kepada pemberi nya lagi, dan selanjutnya pintu di tutup dengan keras olehnya.


🎶


Airin!


Author saranin kabur ya! Susah ngebujuk singa yang mode marah gitu! 🤣 🙈

__ADS_1


__ADS_2