Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-42


__ADS_3

Hayoloh!


Siapa nih yang mengira aku gak UP pagi ini?


Hehehehe,


Kalau otakku lancar dan Mood baik pasti rajin banget nulisnya kok🙈


Tapi kalau mode males ya gini!


Ya meski udah punya tanggungan Novel, Author juga kan pengen baca Novel juga hihihi...


Yok mari di mulai.


...🍒🍒🍒...


"Aku? Tak apa Baby!" Kilahnya berbohong.


"Kau yakin? Jangan pernah menyembunyikan apapun dari ku Baby! Bicaralah jika ada sesuatu hal yang mengganjal dalam hatimu! Aku pasti akan menjawab semua pertanyaan mu dengan jujur."


"Apa kau mencintai ku Uncle?" Tanyanya harap cemas.


"Lihatlah! Apa cincin ini kurang bisa membuktikan bahwa aku mencintai mu hem? Jika kau mau! Pernikahan kita di percepat menjadi 3 hari saja, bagaimana?"


"Baby!!!!" Renggek Airin.


"Jangan pernah berfikir sesuatu hal yang kau sendiri sudah tau jawaban nya!"


"Tapi kau tak pernah menanyakan tentang keluargaku!" Celetuk Airin, kala mobil itu sudah sampai di depan rumahnya.


Keluarga? Tenggorokan Uncle Angga seakan tercekat, bagaimana mungkin dirinya menanyakan sesuatu hal yang dengan jelas ia tau. Bukan hanya tau, sangat memahami siapa Papa dan Mommy Airin, calon istrinya sekarang.


"Ah aku... " Gagapnya dengan bingung.


"Kenapa Baby?"


"Tentu aku sudah mengenal keduanya, Papa mu dan Mommy adalah dua orang yang hebat dalam berbisnis, aku sudah beberapa kali terlibat kontrak kerja sama dengan kedua orang tuamu!" Ujar Uncle Angga berbohong, berkilah mengenal keduanya hanya sebatas rekan kerja dan bisnis.


Ada rasa tanda tanya dalam lubuk hati terdalam Airin? Kata sebatas rekan kerja? Namun kenapa Uncle Angga bisa terlibat momen mesra pada Mommy nya! Itupun di masa mereka sekolah?

__ADS_1


Kenapa Uncle membohongi ku! Ada apa?


Mama Nina, wanita itu yang tau apa yang telah terjadi dalam kehidupan masa lalu Mommy nya dan Uncle Angga, Airin harus mencari tahu semuanya.


"Apa aku salah bicara?" Celetuk Uncle Angga kalau Airin hanya diam dalam merespon jawaban yang di jelaskan Uncle Angga kepadanya.


"Ah tidak! Aku turun dulu! Selama malam Baby!" Ujar Airin melangkah masuk,


Baiklah, cepat atau lambat masa lalu akan terbongkar bukan? Hanya saja Uncle Angga belum mampu untuk menjelaskan semuanya.


Tolong! Biarkan dirinya dan Airin menikah terlebih dahulu, lalu ia akan menjelaskan kepadanya. Meski Airin akan marah, mengutuknya atau hal apapun setidaknya dia bisa menenangkan emosi Airin dengan mendekap semalaman penuh.


Kakinya melangkah masuk, ibu negara sudah memberikan ultimatum seminggu yang lalu, jika Uncle Angga tak boleh lagi menginap di rumah Airin, ia harus sabar menanti hari yang telah di tetapkan.


"Senja!" Panggil nya menarik bingkai foto dalam laci kecil kamarnya.


Hatinya memang mencintai Airin, tak ingin kehilangan calon istrinya. Tapi membuang semua barang kenangan Senja! Ku mohon aku belum siap itu! Biarkan kertas kecil tak bernyawa ini membayar rasa rinduku kala menghampiri ingin melihat wajah cantik dan senyum manis bibirnya.


Apa aku pria yang cukup egois????


...🍒🍒🍒...


"Bagaimana Pak?" Tanya Pak Surya pada Anggota polisi yang berjaga di ruangan itu.


"Kondisi pak Herman sangat kritisi! Dia ingin bertemu dengan anda!" Ujarnya.


Kala Pak Surya baru saja menyelesaikan sarapan nya, ia mendapat telfon dari pihak kepolisian yang membuat degub jantung nya menggila.


mengabarkan sang adik yang sakit dan harus di larikan di rumah sakit, kaki tuanya melangkah masuk perlahan di ruang rawat inap.


tak lupa pakaian steril sudah ia kenakan.


"Herman!" Panggil nya dengan lembut dan lirih, memang akhir-akhir ini adiknya susah sekali di ajak berkomunikasi dan ia tak pernah lagi mau makan apa yang di sajikan oleh pihak penjaga.


mungkin dua faktor itu yang membuat tubuhnya kian mengurus dan sekarang jatuh sakit.


"Kakak!" Lirih, akhirnya kata kakak keluar lagi dari mulut Herman setelah ia di penjara.


"Ya! Kamu harus kuat ya! kamu harus sembuh!"

__ADS_1


"Ku rasa waktuku sudah dekat kak!"


"Jangan seperti itu Herman!"


"Kak,sampaikan maaf ku pada putri Iko. Maaf telah menyakiti nya. Aku sadar! aku lah yang membuat hidup mereka susah, dan aku juga menyusahkan mu!" Ucapnya jujur mengakui kesalahan.


"Jangan katakan seperti itu! Kakak tak apa! Dan kau harus sembuh!" Berusaha tak menanggapi ucapan sang adik! yang Pak Surya inginkan adiknya harus selamat.


"Kak, ada satu hal yang ingin aku beritahu padamu! Aku pernah menikah siri dengan Laura!"


"Apa!"


"Dan saat itu Laura tengah mengandung anakku! Ku harap kau mencarinya kak!"


"Bukan aku yang mencarinya! Tapi Kita yang mencarinya! Kita berdua Herman!"


"Kak! Maaf! Jaga diri baik-baik, jangan lupa sampaikan maaf ku pada putri Iko ya. Selamat tinggal!" Ujar nya, sebelum mesin detak jantung itu menampilkan garis lurus.


"Herman!!! Tidak! Tidak!" Ucapnya berkilah, menolak mengetahui fakta adiknya telah meninggal.


...******...


"Paman! Airin minta maaf!" Ucapnya dengan lirih pada Pak Surya, bagaimana pun Airin merasa tak enak hati.


"Hah! Paman tak menyalahkan mu Nak, Oh ya. Adik paman berpesan untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu! Paman mohon kamu maafkan semua kesalahan nya!" Ujarnya dengan lirih.


"Sebelum Pak Herman meminta maaf! Airin akan memaafkan nya pak!" Ucap Airin dengan senyum mengembang.


"Terimakasih kau memang gadis yang baik!"


Orang itu telah pergi dengan takdir yang tak di sangka, apa Tuhan terlalu kejam padanya? Hingga ajak menjemput tak ada seorang wanita pun yang mendampingi dirinya, melewati masa sulit dalam tatanan kehidupan.


Laura, gadis itu masih bertahta tinggi dalam hati pria yang telah terbaring di bawah tanah dengan nisan yang bertuliskan namanya.


"Pak Herman, Airin sudah memaafkan segala kesalahan yang Pak Herman perbuat, Jika Pak Herman tak seperti ini mungkin Airin tak akan bertemu dengan Uncle Angga! Dan mungkin semua ini adalah takdir terbaik, meski Airin harus kehilangan Mommy dan Papi! Tapi Airin sudah mengikhlaskan itu. Termasuk mengikhlaskan dan memaafkan semua kesalahan Pak Herman! Yang tenang ya pak!" Lirih nya bermonolog dalam hati, seraya menabur kembang di atas makam itu.


"Adikmu pasti bahagia disana! Yang sabar ya pa!" Lirih Mama Rika, istri dari pak Surya yang setia menemani sang suami. mengusap dengan lembut lengan pria yang tengah rapuh ini karena di tinggal adik semata wayang nya pergi untuk selamanya.


🎶

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2