Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-52


__ADS_3

Hingga matahari sudah naik ke atas langit, ah rasanya dua orang itu masih sangat saja lelah.


Untuk Airin dia masih sangat nyenyak tertidur setelah acara sarapan itu.


Uncle Angga, ya menemani sang istri tidur! Buat ngumpulin tenaga untuk kembali mengajak sang istri berolahraga malam hari nanti.


Ah senangnya? Olahraga di ranjang akan menjadi favorit nya mulai hari inu. Udah enak, ada yang nemenin, capeknya dapet pahala. Ah jika Tuhan mengizinkan sekarang dirinya bisa mendapatkan bonus Baby!


Nampaknya semua tak bisa berjalan dengan sempurna, kala sore hari pintu apartemen di ketuk oleh seseorang, ah untung saja keduanya sudah terbangun.


"Baby! Tolong! Aku masih mengerikan rambut!" Ujar Airin meminta sang suami untuk beranjak membuka pintu.


"Tambah 2, Deal!"


"Uncle!"


"Oke 3! Aku mencintai mu Baby!" Ujarnya berdiri membuka pintu.


Clek!


"Laura!" Pekik Uncle Angga.


"Hai dokter, saya bawakan makan untuk anda. Apa anda sakit?" Tanya nya.


"Tidak!"


"Eh dokter Laura? Sini mari masuk dok!" Ujar Airin yang datang tiba-tiba mempersilahkan Laura untuk masuk kedalam.


Ketiga nya nampak terduduk dengan nyaman, ah Uncle Angga tidak! Pikiran nya melayang tentang apa yang di lakukan sang istri kali ini.


Untuk Laura, dia tak tau dirinya tersenyum manis dengan pandangan ingin pada suami tercinta yang di miliki Airin.


Bau-bau pelakor ini! Harus di sikat dulu kayaknya!


"Ah Dokter Laura membawa makanan ternyata!" Celetuk Airin memecah keheningan.


"Iya, ini saya buatkan khusus untuk dokter Angga! Ah maksudnya kalian berdua, saya kira kalian sakit?"


"Wah perhatian sekali!" Ujar Airin menerima makanan itu.


"Baby! Tolong simpan di dapur ya!" Ujar Airin pada sang suami, menyerahkan tempat makan itu dengan manis.


"Eh...." Ujar Uncle Angga, kala ingin melayangkan protes, istri nakalnya ini kembali berbisik.


"Simpan di kulkas, kembali ke kamar! 3 ronde! aku yang memimpin!" Kedipan itu membuat Uncle Angga menelan ludah nya dengan kasar.


Istri kecilnya memang benar-benar sangat nakal.


Joni bersabarlah!


"Tentu! Baiklah Baby!" Ujar Uncle Angga mengecup singkat pipi sang istri dan berlalu pergi.


Saatnya kasih wejangan sama pelakor ini!!!! Gumam Airin menatap muntah dokter ganjen di depan nya. Tolong beri Airin parut untuk menggaruk wanita tak tau diri ini.


"Duh nampaknya panas sekali di sini!" Celetuk Airin langsung mengikat rambutnya dengan tinggi.

__ADS_1


Dokter Laura, seketika membelalakkan matanya, banyak bekas kemerahan yang ada di leher Airin dan beberapa bagian bahu yang Terekspos.


"Hihihi, dokter Laura, maaf ya! Suami saya terlalu ganas di ranjang!"


"Ah tak apa!"


"Tau gak? Itu suami saya! Sukanya yang masih muda kayak saya gini dokter! Dia mah gak doyan sama wanita dewasa, ibarat kepala nih ya! Wanita dewasa itu udah tua alot lagi! Kalau kelapa muda kan seger, daging buah nya aja bisa di makan!"


"Tapi yang dewasa pengalaman dan wawasan nya luas!" Ujarnya tak terima, sadar dirinya telah di sudutkan.


"Dokter meremehkan saya! Ah kenalin dong! Airin Rienja Dirgantara, putri tunggal keluarga Dirgantara? Tau kan gimana kekayaan Dirgantara? Duh tante gak keitung deh! Sampe 7 turunan gak habis!"


"Sombong!" Ujarnya mencibir.


"Ya memang harus di sombong kan! Kan udah muda, kaya raya, cantik gini masih seger gak kayak tante udah ada kerutan!"


"Kau...."


"Dah ini, Airin gak mau sok-sokan baik sama Dokter! Tau kan pintu keluar dimana? Jangan ganggu suami orang ya tante! Sadar umur ih! Jangan jadi saingan sama Airin, masih kalah jauh!!!" Ujar Airin dengan nada sombong.


"Awas kau!" Ujarnya mengepalkan tangan.


Brak!


Meja di gebrak dengan kasar oleh Airin, sorot matanya tak lagi menunjukkan sikap sombong seperti tadi.


"Dokter Laura yang terhormat, jangan sekali-sekali anda merebut milik saya! Jika itu terjadi, hanya butuh waktu 1 X 24 jam anda tinggal nama! Pulang! Jadi ibu yang baik untuk putri anda Bunga!"


"Kau! Bagaimana tau tentang putriku!" Gugupnya, selama ini yang orang ketahui Laura adalah seorang wanita yang tak memiliki anak dan suami.


...*********...


"Baby? Kalau kau disini? Lalu dokter Laura dengan siapa?"


"Sono! Kalau mau nemenin! Sono!" Cibir Airin kala kakinya melangkah merebahkan diri di atas ranjang.


"Baby maksudku bukan seperti itu!"


"Udah pulang!"


"Ha? Kok bisa!"


"Shut! Punya suami protes mulu! Gak seneng nih dia pulang? Yaudah kejar sono!"


"Apa yang kamu katakan dengan nya Baby!"


"Jadi 2 ronde! Protes si"


"Hey! Aku bertanya baby! Mana bisa!"


"Ya bisa, salah sendiri protes mulu!"


"Baby.... "


"Gak denger! Dah mau tidur!" Ujar Airin menutup dirinya dengan selimut tebal hingga keseluruhan anggota tubuhnya.

__ADS_1


"Baby!" Panggil Uncle Angga kembali naik ke atas kasur, duduk di sebelah sang istri.


"Aku takut kau tak memperlakukan dia dengan baik, ah maksudnya aku tak ingin ada orang lain yang menjelekkan tentang mu!"


"Hah... Aku tau! Apa yang kau khawatir kan Baby! Aku memperlakukan nya dengan baik dan menjaga nama baik mu! Percayalah!".


"Kau serius!"


CUP!


Kecupan singkat langsung dilayangkan oleh Airin, sesekali mengigit bibir sang suami dengan lembut, lidah keduanya tampak liar ke sana kemari.


"Kau cerewet sekali!" Ujar Airin melepaskan ciuman itu dan kembali menarik selimut nya.


"Baby! Kau semakin Agresif! Tapi aku menyukai itu!" Ujar Uncle Angga senang.


"Hentikan tangan mu Uncle!" Celetuk Airin, ini masih sore dan tolong tangannya di kondisikan tak bermain kesana kemari.


"Kau yang memancingku dan membuat joni bangun!" Ujar Uncle Angga, nafas nya sudah tak beraturan tangan nya tampak sangat nakal sekali.


"Stop! Baby! Arghhh!" Ujarnya.


Desahan sang istri membuat Uncle Angga semakin gencar mencium punggung sang istri, bahu dan lidahnya semakin liar ke sana kemari.


"Stop! Baby! Argh!!!" Dorongan kuat dari sang istri membuat keduanya melonggar.


"Kenapa?" Lengguh cemberut tak rela di layangkan Uncle Angga.


PUK!


Sebuah merk pembalut menepuk jidatnya,


"Apa?"


"Joni puasa 7 hari ya Uncle!"


"Kau membohongi ku kan baby! Semalam kita kan?"


"Tadi saat aku mandi!"


"Tapi, tapi.... "


"Joni puasa 7 hari, gak ada tapi! Udah ayo tidur!"


"Baby! Lihatlah dia udah gitu!" Ucap nya dengan memelas kala pusaka nya begitu menonjol di balik celana miliknya.


"Joni tidur ya! Puasa kamu!" Ujar Airin menyentuh pusaka milik sang suami dengan sedikit meremas di akhir.


"Arghhh..... Baby!! Kau jahat!!!!" Ujar Uncle Angga, ia kemudian berdiri melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar mandi.


Maafkan aku Joni! Kita bermain sendiri dan terpaksa aku memandikan mu dengan air dingin! Lirihnya dengan nelangsa.


🍒🍒🍒🍒


Happy Reading guys❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2