
"Mana menantu mama!" Tanya Mama Siska pada putranya, ia ingin melayangkan bogem mentahnya pada putra kesayangan nya, bagaimana mungkin berita buruk seperti ini, Mama Sisksa baru mengetahui setelah 3 hari.
"Ma, sudah ku katakan, dia baik-baik saja!"
"Memang kau ingin dia celaka! Ayo tunjukkan ruangan nya!"
"Ma tenanglah!"
"Diam! Jalan!" Titah sang ratu.
"Airin sayang, kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Mama Siska langsung memeluk Airin saat sampai di ruang rawat inap.
"Airin sudah baik ma,"
"Maafin mama ya, mama baru datang kesini, karena mama baru tau kabar ini!" Lirih nya sedih melonggarkan pelukan itu.
"Gak papa ma, jangan sedih Airin sudah baik-baik saja!" Ucap Airin menenangkan dengan tersenyum.
"Harus, kau bilang saja kepada mama, jika dokter itu tak berguna menjagamu, Mama akan memarahi nya!" Ucap Mama Siska menyorot ke arah putranya.
"Astaga Mama, Angga sudah menjaganya dengan baik!" Tuturnya jujur.
Ayolah ibu negara, jangan memarahi anak kesayangan mu, dialah pria yang patut kau banggakan karena berjuang hebat menyelamatkan Airin dalam ruangan operasi.
...****...
"Ma, tolong Papa Ma, bebasin papa dari sini!" Lirih permohonan sedih di layangkan Pak Surya pada istrinya.
"Aku sudah memperingati mu Pa! dan ini hasil yang kau terima bukan?"
"Ma, aku menyesal tolong bebaskan aku!" Ucapnya lagi, bisa di lihat jelas guratan ketulusan dalam hati sang suami, Istri mana yang rela suaminya mendekap di penjara di sisa umur yang seharusnya ia menimang cucu dan berbahagia setiap harinya.
"Baiklah Pa, mama akan berusaha semaksimal mungkin!" Ucapnya menenangkan
...****...
Meja di gebrak dan semua alat kosmetik berceceran ke sana kemari, tangan nya mengepal kuat, satu nama itu bertahta dalam hati nya untuk di benci dan di habisi.
__ADS_1
Kekayaan, dan semua yang ia raih dengan susah payah seketika sirna begitu saja! kebodohan sang Papa membuatnya malu dan beberapa teman nya mencibir bahkan tak sudi lagi menjalin hubungan pertemanan dengan nya.
Clara Sanjaya, berita kebangkrutan dan penipuan yang di lakukan Papa dan Om nya sangat berdampak besar dan buruk pada kehidupan gadis itu.
"Clara! Apa yang kau lakukan!" Tegur Mama Rika pada putrinya.
"Ma! Airin harus mati Ma! Airin harus mati!"
"Tutup mulut mu Clara! Papa mu dan Om mu yang bersalah bukan gadis itu!".
"Kenapa Mama membelanya, gadis itu yang menyebabkan keluarga kita hancur seperti ini Ma!"
"Gadis itu bahkan tak tau apapun, dia tak tau bahwa dia pewaris semua kekayaan tuan Dirgantara!"
"Tapi Ma!"
"Terimalah yang bersalah adalah Papa mu, dan Om mu bukan Airin, silahkan jika kau bertindak bodoh dan semakin mencoreng nama keluarga kita! Tapi kau harus tanggung akibat dari perbuatan mu! Mama harap kau bisa berfikir logis! Kau perempuan berpendidikan tinggi Clara!" Ucap Sang Mana berlalu pergi.
...****...
"Airin!" Panggil Uncle Angga.
"Hm... " Ucapnya cuek, tangah nya masih berselancar di benda pilih membalas pesan singkat teman kuliahnya satu persatu, sesekali menanyakan perihal tugas yang di berikan.
"Aku bicara padamu! Jaga sopan santun mu Airin!" Ucap Uncle Angga langsung menarik handphone dari tangan Airin.
"Airin tau Uncle, Airin denger kok!" Jujurnya.
"Kau harus tinggal di rumah ku! dan bertunangan dengan ku!"
"Eh... Tapi... "
"Ingatlah kau masih memiliki hutang dan semua biaya pengobatan ini aku yang menanggungnya Airin!"
Oh terkutuk lah kau dokter tampan, kenapa kau selalu memanfaatkan kata hutang untuk menahan seorang gadis agar di samping mu, ku harap kau jujur dengan perasaan mu.
Katakan saja, kau ingin Airin tinggal bersamamu, karena kau mencintainya. Hanya sesederhana itu.
__ADS_1
"Baiklah Uncle... " Ucap nya terduduk sedih.
"Tidak nona, Kau harus kembali ke rumah mu yang semestinya." Ucap Uncle Dony datang dengan Shinta sahabat nya.
"Uncle siapa!"
"Perkenalkan saya Tuan Dony, orang kepercayaan Tuan Iko Dirgantara, Nona." Ucapnya mengulurkan tangan.
Raut wajah Airin tampak meragu untuk menerima uluran tangan itu hingga Shinta berucap "Dia Papa ku, dia baik dan tak mungkin berbohong pada mu!" Ucap Shinta seolah tau keraguan itu.
Jabat tangan di lakukan keduanya, "Dokter Angga, katakan saja berapa nominal yang harus saya bayar kepada Anda atas hutang Nona Airin!"
"Paman tapi kau tak perlu melakukan itu semua, aku.... " Ucap Airin terbata.
"Saya tak merasa di repot kan Nona, percayalah anda tak jatuh miskin semua kekayaan Papa dan Mommy anda masih berlimpah! Dan anda bisa tinggal kembali di rumah kalian yang dulu! Ada perusahaan Dirgantara yang harus anda isi sebagai pimpinan di sana!" Tutur Uncle Dony menjelaskan.
"Paman? Bagai.... mana mungkin?" Ucap Airin tergagap.
"Panjang ceritanya Nona, saya akan jelaskan kepada Anda nanti!" tutur Uncle Dony, kemudian tatapan nya begitu tajam beralih pada dokter Angga! "katakan saja dokter, berapa nominal yang harus saya bayar!"
"Aku tak mau di bayar dengan uang, dan Airin tetap akan bertunangan dengan saya!" Putusnya final.
"Ha? Bertunangan? Maaf dokter jika Nona Airin tak menginginkan itu, jangan harap Anda bisa memaksa nya!"
"Kau... "
"Nona Anda sudah bisa di perbolehkan pulang, mari saya antar pulang ke rumah Anda yang seharusnya!"
"Hey kembalikan dia!"
"Anda tak berhak apapun dari Nona Airin dokter, jika anda masih bersikap kolot seperti ini! Mari kita bertemu di persidangan nantinya! Biar hukum yang menyelesaikan hutang itu!"
"Tapi dia pacarku!" Ucap Uncle Angga menahan tangan Airin agar tak pergi.
🎶
Happy Reading ❤
__ADS_1