Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-28


__ADS_3

"Sudah bangun putri Dirgantara?"


"Siapa kamu!"


"Kau tak perlu tau siapa aku! Tapi kau harus mati di tangan ku malam ini!"


"Apa salahku!" Teriak Airin pilu.


"Kau memang tak salah, tapi semua ini kesalahan Papa mu!"


"Papa? Tak mungkin Papa ku melakukan kesalahan!" Ucapnya menapik fakta menyakitkan itu.


"Akan ku beri tahu, kesalahan Papamu dia memecat ku tanpa pesangon apapun! membuat aku di putuskan kekasih yang sangat aku cintai, di tinggalkan kekasih ku!" Ucapnya sedih dengan sorot mata menajam.


"Dan saat aku merintis usahaku, Papa mu menolak bekerja sama dengan ku! membuat ku semakin rugi besar!" Teriaknya menggebrak meja.


"Papa ku tak mungkin seperti itu padamu! Pasti kau telah melakukan kesalahan padanya." Tutur Airin dengan optimistis, ia tahu siapa laki-laki yang di panggil Papa itu, bagaimana sifat lembut dan tutur katanya.


"Tutup mulutmu!! Semua masalah hidupku itu berkat ulah Papamu! Apa kau ingin menyusul kedua orang tuamu?" Ucap nya tertawa terbahak-bahak.


"Jadi... kau yang membunuh Papa dan Mommy ku!" Lirih nya sedih.


"Hahahaha.... Aku tidak membunuhnya! hanya memberinya sedikit pelajaran! Tapi Tuhan malah mempermudah pekerjaan ku!" Ucapnya bangga pada dirinya sendiri.


"Kau jahat! Kau jahat! Kenapa kau tak sekalian membunuhku!"


"Membunuhmu? Hiks... Hiks... Hiks... Kau tau sayang, saat aku ingin menghabisi nyawamu! aku tak bisa sayang.. wajahmu ini sangat mirip sekali dengan kekasihku!" Ucapnya lembut mengusap pipi Airin dengan lembut.


Psikopat! Gila! Entahlah kata apa yang cocok untuk pemuda ini, terbilang cukup matang dengan usia 35 tahun? Atau dewasa?


"Kau gila..... " Teriak Airin memberontak.


Tamparan keras mendarat dengan sangat sempurna di pipi Airin, hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah. "Kau berbeda dengan kekasih ku! Kau Cenggeng, dan lebih menjijikkan kau anak dari dia! Laki-laki yang ku benci." Tawanya sinis melihat Airin yang sengsara.

__ADS_1


"Bunuh aku! Bunuh aku!" Pasrah nya, sudahlah mungkin ini adalah cara terbaik Tuhan untuk menyatukan kembali dirinya dan semua anggota keluarga nya di surga.


"Membunuh?? Hahahaha... Kematian terlalu mudah untukmu Airin!" Sinisnya.


"Apa mau mu.... "


"Menikah dengan ku, dan setiap hari aku akan menyiksamu! Itu sangat menyenangkan bukan?" Tawanya kembali menggelegar memenuhi gudang kumuh di malam hari itu.


"Aku tak sudi menikah dengan pria iblis seperti mu!" Ucap Airin lantang dengan meludah tepat di wajah milik Herman.


Nekat, satu kata yang mungkin Airin dapat untuk malam ini, tak peduli lagi dengan nasibnya, jika Tuhan menghendaki kematian nya malam ini, Ia akan sukarela menerima takdir itu.


"Kau...." Ucap Herman dengan geram, langsung mengambil pisau yang ada di meja dan menusuk Airin tepat di perutnya.


Arghhh


Rintihan sakit, darah segar mengucur di perutnya,


"Kau akan mati malam ini! Bagaimana sakit!" Ucap nya sinis.


Brak!


...***...


"Dimana dia menyembunyikan Airin!" Teriaknya Uncle Dony lagi pada pak Surya setelah penjelasan singkat masa lalu saat ia tak tau menahu hal itu.


"Aku tak tau, dimana dia menyekap Airin!! Tolong jangan bunuh dia! Bagaimana pun dia adalah adik kandungku! Aku di titipkan almarhum kedua orang tuaku untuk selalu menjaga dan menuruti kemauan nya!"


"Kau sama gila dengan adikmu! Itu bukan kasih sayang! Tapi kau.... Sialan! Dimana Airin! Katakan Surya! Jangan mengulur waktu lebih lama lagi!! Atau kau ingin putrimu mati!" Ucap Uncle Dony sudah tak sabar dengan ini semua.


...****...


Tembakan terpaksa harus di lepas oleh anak buah Uncle Dony ke arah Herman yang hendak ingin melayangkan tusukan pisau kembali ke tubuh Airin yang sudah melemah.

__ADS_1


Sialnya peluru itu, menancap di bahu Pria itu.


"Herman..... " Teriaknya pilu kala melihat tubuh adik yang di sayangi nya tergeletak.


"Kau sudah tau semua perbuatan jahatnya, maaf jika anak buah ku harus melakukan ini padanya!" Kata Maaf sempat di utarakan oleh Uncle Dony sebelum kakinya melangkah cepat kearah Airin yang terduduk.


"Nona Airin, mohon anda harus bertahan nona! Anda harus hidup!" Ucapnya lirih membopong Airin untuk segera masuk ke mobil dan di larikan ke rumah sakit segera.


...****...


Dua brankar pasien melaju begitu cepat, hingga berakhir pada ruang UGD, dimana ada Airin dan Herman yang tengah di tangani oleh dokter.


Jam terus bergulir, tak terasa 3 jam sudah waktu terlewati, harap cemas kembali merayap pada kedua pria yang tengah terduduk sedih.


"Bagaimana dok?" Tak lebih sebuah kata kepastian kala salah satu dokter berhasil keluar dari ruang tindakan.


"Pak Herman tak apa, dia sudah berjuang melewati masa kritisnya, tapi maaf untuk Nona Airin, luka tusukan itu terlalu dalam dan ada beberapa kekerasan fisik yang dia dapat sebelum luka tusukan itu! Hanya takdir Tuhan yang bisa menyelamatkan nya! Saya permisi!"


apa? Takdir Tuhan? Hanya belas kasih yang ku harap dari mu untuk menyelematkan putri Tuan Iko dan Nyonya Senja. Nona Airin, paman mohon bertahanlah banyak orang yang sayang dengan anda Nona, ini bukan waktunya! Anda belum waktunya untuk pergi dan berkumpul dengan keluarga anda di Surga.


Berjuang lah Nona, saya mohon! Tangisan tergugu di rasakan oleh Uncle Dony, entahlah melihat semua alat rumah sakit yang menempel di tubuh Airin membuat ia kembali merutuki kebodohan nya, mengapa ia tak bisa menemukan Airin lebih cepat.


"Saya mohon! Maafkan adik saya tuan!" Simpuh nya di lantai, mengharap pengampunan untuk adik kesayangan nya.


"Saya bukan tuan Iko yang mudah memaafkan seseorang, semua perbuatan harus bisa di pertanggungjawaban kan Tuan Surya! Pergilah! Lihat adikmu, jaga dia sebelum aku menjebloskan nya di dalam penjara!"


"Tuan mohon maafkan adik saya! beri dia pengampunan!"


"Kau lihat! Lihat! Gadis itu tak bersalah! Apa yang di buat oleh adikmu padanya hingga kalian begitu kejam ingin membunuhnya! Apa!!! Lihat dia! Jika putrimu yang sekarat di atas sana! Apa kau bisa memaafkan orang itu!" Ucapnya tajam menohok menunjuk ranjang pasien dimana Airin berbaring tak berdaya.


🎶


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2