
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu, membawa gadis cantik berusia 8 Tahun ini membuka pintunya.
"Papa.... " Lirihnya matanya berbinar menatap dokter Edo yang berdiri di luar pintu.
Tangan di rentangkan, seolah memberi isyarat pada Dokter Edo untuk menggendong Bunga.
"Duh Manjanya! Mama kemana sayang?" Tanya dokter Edo pada Bunga.
"Mama sedih! Diam terus dari kemarin! Bunga kasihan!" Celetuknya berujar.
"Oh begitu, Bunga disini dulu ya sama adik Maura!" Ujar Dokter Edo.
"Ya pa! Maura ayo kita bermain di sana!" Tunjuk Bunga pada bener mainan yang telah berjejer dan tertata rapi.
"Ayo kakak,!" Ujarnya tersenyum.
"Bi tolong di jaga sebentar ya! Saya mau bicara sama Laura!" Pamit Dokter Edo.
"Baik tuan!" Jawabnya dengan sopan santun.
...*********...
"Apa aku boleh masuk?"
"Ah ya masuklah!" Ujar Laura mempersilahkan masuk, balkon tempat yang paling nyaman untuk berbicara di antara dua orang dewasa ini bukan?
Hening....
"Hah.... Kau mau apa kesini?" Ujar Laura bertanya, Bibir dokter Edo seketika kelu, entahlah dia harus memulai pembicaraan dari mana?
"Baiklah! Ini... " Ujar Laura melepas cincin dan mendorong nya di atas meja, mendekat ke arah dia tangan dokter Edo bertumpu.
"Maksudnya apa?" Tanya Dokter Edo tak faham.
"Aku salah, memulai sebuah hubungan dengan kebohongan ini! Hah... Aku pernah gagal, dan menyia-nyiakan seseorang. Aku berfikir masa lalu ku tak pantas untuk di ceritakan! Aku berfikir dia yang mencintai ku di masa depan harusnya menerimanya ku yang sekarang tak pernah memandang masa lalu ku sebagai tolak ukur masa depan. Nyatanya aku salah, yang jahat pasti akan selalu di anggap jahat. Pergilah! Cari wanita yang menurut mu baik untuk putri mu Maura, aku mendoakan kebahagiaan mu!"
"Laura aku... "
"Tak apa, aku tau apa yang akan kau katakan! Itu tujuan mu bukan? Sekarang aku melepas mu! Pergilah!"
"Dengarkan aku.. Maaf..." Lirih Dokter Edo lebih kedua tangan sudah menggenggam erat tangan Laura.
__ADS_1
"Kau tak pernah salah, disini aku yang salah. Kedepannya aku tak akan menggangu hidupmu! Aku akan kembali ke Amerika!"
"Jangan!" Spontan dokter Edo, kakinya berdiri melangkah mendekat ke arah Laura, kaki di tekuk untuk mensejajarkan dirinya dan Laura yang tengah terduduk.
"Jangan seperti itu berdirilah!"
"Aku tak mau! Aku tetap mau melanjutkan pernikahan dengan mu! Kau ibu yang baik untuk Maura dan juga Bunga! Maaf kan aku. Maaf! Harusnya aku percaya padamu! Harusnya aku.... " Isakan di sana membawa tubuh dokter Edo terbenam dalam pelukan Laura.
"Kau benar... Hiks... Selama ini kau tak pernah bertanya dan peduli dengan masa lalu ku! Kau baik dan menerima ku yang sekarang! Maaf!" Lirihnya.
"Jangan menangis! Berdirilah!" Tuntun Laura.
Dan keduanya pun menceritakan semua masa lalu masing-masing, lega rasanya menceritakan hal itu.
Masa lalu biarlah menjadi kenangan terpendam, menjadi bahan untuk belajar memperbaiki masa depan.
...*************...
"Hallo keponakan cantik Aunty!" Ucap Shinta yang datang berkunjung, untung saja masih ada 1 jam lagi sebelum Daddy Angga pulang. Jadi Shinta bisa memegang bahkan menimang Baby Gembul Naina.
"Aunty-aunty! Baru inget lu kalau gue udah brojol!" Sindiran Airin ketus, pasalnya Shinta tengah mengurus spesialis kedokteran, Ia mengambil spesialis kandungan.
"Dih Hot Mommy! Marah-marah mulu! Ya maaf! Kan gue juga sekolah!"
"Alesan! Mana kesini ngajak buntut!" Tunjuk nya pada Elang yang masih anteng menonton televisi dan memakan cemilan. Sudahlah! ini rumah siapa sih sebenernya.
"Honey! Kau yang mengajakku ya! Lagian aku juga sebal ketemu Hot Mommy yang ketus itu!" Sungut Elang.
Sudah beberapa kali berkunjung untuk menyerahkan beberapa berkas kepada Airin, dan si hot Mommy selalu menjawab pertanyaan itu dengan ketus. Atau memang suasana nya saja yang kurang baik saat Elang datang.
"Ya udah sono pulang! Dih ini rumah siapa? Seenaknya makan tanpa dosa!" Celetuk Mommy Airin.
"Astaga Airin, minta ngapa! Jangan pelit sama sahabat sendiri nih! Kita saudara loh! /"
"Duh gue si ogah sebenernya!"
"Airin, Honey! Stop! Oke!" Ujar Shinta menengahi.
"Nih!" Ujar Elang memberikan selembar undangan pada Airin.
"Lu mau nikah?"
"Tunangan dulu! Nikahnya ntar nunggu dia selesai ambil spesialis nya! Tinggal 6 bulan lagi kayaknya! Bener kan honey?" Jawab Elang menjelaskan.
"Lu yakin mau nikah sama dia?" Bisikan Mommy Airin pada telinga Shinta.
"Insya Allah!"
__ADS_1
"Dih , Jangan jelek-jelekin gue deh di depan Shinta! ntar jomblo lagi gue cuman dia yang mau nerima gue!" Celetuk Elang.
"Bhahahahhaa.... "
Semua berbincang layaknya masih remaja, hanya saja keadaan nya yang berbeda, lebih ramai. Karena Celotehan yang keluar dari mulut bayi gembil Naina.
"Assalamu'alaikum!"
"Eh, Waalaikum salam!" Ujar Airin mendekat ke arah sang suami mencium punggung tangan nya.
"Naina di mana sayang?"
"Sama Elang dan Shinta, tu... "
"Owh... Yaudah ya aku mandi dulu!" Pamit Daddy Angga masuk kedalam kamarnya.
"Sono! Urus suami lu! Gue jagain Baby Naina disini gakpapa!" Celetuk Shinta.
"Bener nih!" Jawab Airin meragu.
"Ya.. Sono... " Ujar Shinta lagi meyakinkan.
...***********...
"Ingin mandi bersama!" Ujar Airin langsung mendekap suaminya yang hendak melangkah masuk kedalam kamar mandi.
"Eh.... "
"Bersama ya!" Lirih Mommy Airin dengan mengiba.
"Lalu Baby Naina bagaimana sayang?"
"Ada Elang dan Shinta, sekali-sekali!" Lirih Mommy Airin, tangan nya sudah tak bisa di kondisikan lagi, bergerak liar dengan tak tau dirinya memegang tongkat sakti milik Daddy Angga.
"Sayang kau... "
"Aku mencintaimu!" Ujar Mommy Airin langsung mengecup singkat bibir sang suami.
Clek!!! Pintu kamar mandi sudah tertutup dengan sempurna.
Dan terjadilah..... ❤❤❤
...🍒🍒🍒🍒...
Happy Reading guys.
Untuk Elang dan Shinta sabar ye jagain Baby Naina!
__ADS_1
Mommy dan Daddy nya lagi bersenang-senang dulu ih🤣😋