Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-44


__ADS_3

Jika dua orang itu di takdirkan saling mencintai dan berjodoh! kenapa Tuhan harus memberikan bagian atau part, mereka merasa tak bahagia. sakit hati seperti sekarang ini.


Sebenarnya! Tuhan menginginkan apa!


Hah.... Bercanda mu tak adil! Ini benar-benar berhasil membuat ku kecewa.


Seminggu sudah! Airin menyendiri berkalut dengan pikiran nya.


"Ku mohon! Maafkan aku Airin! Maaf? Tapi aku benar mencintai mu! Ya! Aku adalah mantan tunangan mommy mu! Tapi dia tak pernah mencintai ku! Meski aku mencintai nya dengan setulus hati! Dia lebih memilih Papamu! Maaf tak jujur Baby! Maaf! Tapi aku benar-benar sudah mencintai mu Airin! Aku bersumpah!"


"Uncle! Biarkan Airin sendiri dulu, Beri Airin waktu!" Ujarnya meminta dengan segala penuh permohonan. Dan pelukan itu pun terurai.


Itulah yang terjadi, Sangat pahit menerima keadaan yang menyakitkan! Apa katanya tadi? Dia sudah mencintaiku! Senyum kecut itu di layangkan dengan tatapan meremehkan!


Logikanya berfikir! Untuk apa dia masih menyimpan foto Mommy? Dengan surat itu! Bahkan sangat di jaga oleh nya.


Sadar! Dalam kamar Uncle Angga pun tak ada foto mereka berdua kan? Cih! Selama ini memang ekspektasi ku terlalu tinggi! Dia tak pernah mencintaiku! Itu yang di tangkap oleh logika Airin.


Puluhan chat! Miscall dari Uncle Angga di abaikan! Sudah, jangan memprotes panggilan itu. Airin sedang dalam mode tak ingin mengakui sebagai calon istri dari dokter Angga.


Pemblokiran dan ganti kartu adalah jalan terbaik agar tak di ganggu Uncle Angga.


Mencarinya? Sudah di lakukan Uncle Angga berturut-turut dengan datang ke rumah Airin! Mengetuk pintu kamar nya dengan segala penjelasan! Uncle Angga pun rela menginap di rumah Airin. Hingga puncaknya di hari Empat, Airin lebih memilih meninggalkan rumah dan menyewa apartemen.


...*****...


Kakinya di paksa keluar setelah seminggu lebih berada di apartemen itu.


"Ada apa Uncle Dony!" Tanyanya kala ia sudah duduk dengan manis di ruangan Direktur Perusahaan Dirgantara.


"Ini Nona!" Menyerahkan satu lembar kertas itu.


"Tapi? Mana bisa! Airin membutuhkan waktu 2 tahun untuk itu!"


"Saya tau Nona! Dan saya merekomendasikan ini!" Menyerahkan brosur.


"Tapi Uncle! Ini!"


"Maaf Nona, Saya tak bisa berbuat apapun! Nona harus menjalankan sesuai isi surat wasiat Papa anda! Tolong Nona mempertimbangkan puluhan karyawan yang menggantung perekonomian mereka di perusahaan kita! Hanya Nona yang bisa menyelamatkan kehidupan mereka semua!"


"Baiklah Uncle! Aku akan mempertimbangkan ini!" Ujarnya melangkah pergi!


Kenapa Papa tega sekali dengan Airin Pa! Kenapa! Airin belum siap untuk itu Pa! Kenapa Papa memberikan tanggung jawab sebesar ini! Lirihnya bermonolog dalam hati.


Pandangannya begitu lirih melihat brosur yang ada di genggaman tangan nya, Kilasan perbincangan dengan Uncle Dony pun menghantui otak Airin.

__ADS_1


"Sesuai surat wasiat yang di berikan oleh Papa anda, sebelum umur nona yang ke 20 , nona harus bisa memimpin perusahaan Dirgantara." Lirih nya, sorot matanya mengatakan maaf nona ini di luar kuasa saya.


"Tapi Uncle, Airin tak akan mampu jika memimpin perusahaan sebesar itu diumur yang semuda itu!"


"Jika nona tak bersedia, semua harta kekayaan ini akan di hibahkan kepada yayasan badan wakaf nona!"


"Bagaimana bisa?" Tanya Airin seolah tak terima dengan keputusan itu.


"Ini memang isi surat wasiat yang sebenarnya nona, saya tau nona Airin belum menamatkan studi dan saat belum siap memimpin perusahaan besar seperti Dirgantara. bahkan di luar sana saat wanita seusia anda sedang bahagianya menikmati hari-harinya bermain dengan teman sebayanya.


Tapi nona di paksa untuk dewasa sebelum waktunya, semua keputusan ada di tangan anda nona?"


"Lalu apa yang harus Airin lakukan?"


"Ini... " Ujarnya menyerahkan brosur di hadapan Airin.


"Apa ini Uncle?"


"Studi percepatan di luar negeri nona, hanya butuh waktu 1 tahun nona sudah bisa menyelesaikan studi ini, setelah itu nona bisa kembali kesini dan memimpin perusahaan.


Saya sudah memperhitungkan semuanya."


"Tapi Uncle?"


Saya mohon anda mempertimbangkan nya, apa jadinya jika semua aset Dirgantara di hibahkan? Dari mana mereka harus menghidupi keluarganya?


Saya tau meski setelah anda menikah dengan Dokter Angga nona Airin tak lagi kesusahan apalagi kekurangan tapi?"


"Tak bisa kah Uncle saja yang memimpin perusahaan sebesar ini? Airin rasa Uncle sangat mampu bukan? Dan Airin tak perlu ke luar negeri...... Tolong bantu Airin Uncle!"


"Maaf Nona!" Ujarnya mengakhiri pembicaraan kolot.


Airin memang kecewa dengan Uncle Angga! Tapi pergi bukan solusi terbaik menghindari sebuah masalah bukan? Terlalu pengecut!


...*****...


Waktu berlalu begitu cepat, 3 hari lagi mau tak mau Airin harus pergi untuk melanjutkan studi sesuai dengan kesepakatan dari Uncle Dony.


Hah, Helaan nya nampak berat, sudah 2 minggu tak ada kabar apapun dari Uncle Angga. Bukan tak ada kabar! Namun dirinya masih menutup diri akan hal itu.


"Nona! Ada Nyonya Siska datang kemari!" Ujar Bi Minah mengetuk pintu kamar Airin, Sudah dari 3 hari yang lalu ia kembali ke rumah ini.


"Ma!" Panggil nya.


"Kemari lah! Mama ingin kangen ingin peluk Airin!"

__ADS_1


"Hiks... Ma! Maafin Airin ya!" Ujarnya memeluk erat, entahlah ia merindu pada sosok wanita ini.


Percayalah Airin butuh sosok Mama untuk mendengarkan sebuah keluh kesah yang tengah ia hadapi.


"Mama tau masalah kalian, Tapi apa Airin mau mendengarkan penjelasan Mama?" Tanyanya harap cemas.


"Ma Airin..... "


"Mommy mu hanya masa lalu Angga, dan kamu adalah perempuan yang di cintai nya. melupakan cinta pertama itu sangat susah Airin, apalagi wanita itu yang membuatnya memilih hidup menyendiri hingga sekarang, Dan kamu ada saat dia dalam kesendirian."


"Tapi dia hanya mencintai Airin dalam sosok Mommy, Ma"


"Hah! Mama tau itu, dan mama sudah memperingati nya jauh sebelum masalah ini terbongkar dengan cara yang tak baik!"


"Jadi Mama tau.... "


"Ya dan ini! Seminggu saat kau tak ada kabar. dari rumah mu! Dia kembali ke makam Mommy mu! Mama mengambilnya secara diam-diam!" Ujarnya menyerahkan Handphone miliknya pada Airin.


...Senja! Maaf! Aku telah mengecewakan putrimu! Pukul aku Senja! Pukul aku! Laki-laki pengecut ini telah memberikan luka pada putri kesayangan mu!...


...Senja, aku kesini ingin memberikan bingkai foto ini dan surat Untukmu! maaf aku tak bisa lagi menjaganya....


...Dulu aku memang mencintai mu, tapi setelah melihat Airin mengacuhkan dan tak memperdulikan ku! rasanya itu lebih menyakitkan...


...Senja. aku tak bisa, Aku sangat mencintainya....


...Mencintai Airin dengan apa adanya dia, bukan karena dia mirip dengan mu atau putrimu!...


...Aku pamit dan maaf!...


"Ma.... "


"Dia mencintai mu, mencintai Airin nya. Bukan lagi sosok Senja dalam diri Airin! Tapi memang sosok Airin."


"Ma aku.... "


"Mama tau kau kecewa pada putra Mama, tapi mama yakin kau sangat mencintainya bukan?"


"Dimana dia Ma!"


"Ikut Mama! Akan Mama tunjukkan!" Ujar Mama Siska menuntun Airin.


🎶


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2