
Penjelasan!
Kenapa gak langsung MP? Author nya gak mau! ntar deh🤣
Apa bakal nunggu Airin satu tahun? Ya engga lah!
Kasihan Uncle Angga udah tua belum buka puasa? Wkwkwk Nasib! Nikah sama Airin juga udah tua, toh takdir hidup dan mati hanya di tangan Tuhan bukan?
Pada intinya SABAR😋
🍒🍒🍒
Perlahan namun pasti keduanya sudah bisa menyesuaikan diri, untuk hidup di negara orang. Berdua menikmati masa indah pacaran terlebih dahulu! Memang benar, pacaran setelah menikah rasanya lebih nikmat.
Sesekali keduanya juga berbelanja layaknya pengantin baru, Uncle Angga yang dengan setia mendorong troli belanja, dan Airin memilih beberapa bahan makanan pokok.
Sangat membuktikan bahwa Uncle Angga adalah sosok suami yang sangat mengayomi dan baik pada istri kecilnya.
"Bagaimana dengan ini? Pilih ini atau itu?"
"Terserah padamu Baby! Beli dua-duanya juga tak apa?"
"Tapi... "
"Atau beli yang biasa yang kau pergunakan saja!" Ujarnya, perdebatan kecil saat melakukan pembelian suatu produk sesekali terjadi. namun Uncle Angga orang yang tak ingin ambil pusing! Sudah beli saja keduanya.
Jangan baby! kita tak boleh menghamburkan uang, begitu kata Airin walau kadang dirinya malah membeli keduanya dengan alasan kita coba hal yang rasa baru, aku penasaran.
"Baby? Kau tidak menjemput ku?" Tanya Airin di ujung telfon sana. Sudah 30 menit dirinya menunggu namun suaminya tak kunjung menjemput.
"Tak bisa Baby! Ada operasi dadakan!" Ujarnya!
"Ya sudah aku pulang sendiri saja ya!"
"Jangan! Sudah ku pesankan taksi untukmu! Kau kesini! Kita pulang bersama!"
"Tapi aku takut menganggu mu!"
"Tidak baby! Kemari lah!" Ujar Uncle Angga lagi.
Resiko punya suami seorang dokter bukan? Operasi dadakan adalah hal biasa yang harus ia kerjakan dengan segera meski jam tugas bekerja sudah selesai. Mau bagaimana lagi? tugas dokter. memang menyembuhkan dan merawat orang sakit kan? Merupakan penolong pertama dalam garda terdepan.
Paketan casual dengan size kebesaran, sepatu kets dan tas kecil yang ia gunakan di punggung! Ah sangat muda seperti bocah smu saja! Memang Airin kan masih bocah dari segi umur masih sangat lah muda.
Duduknya dengan lesu di kursi ruangan kerja milik sang suami, memutar kursi ke sana kemari namun tak kunjung ada sosok yang di carinya muncul dari balik pintu.
"Terimakasih dokter Angga!" Tuna rungunya samar mendengar ada seorang wanita yang begitu lembut berujar terimakasih pada suaminya!
Mata nya mengintip dari balik pintu, Sial! Kenapa Uncle Angga membalasnya dengan senyuman manis juga, jangan-jangan itu selingkuhan nya! Fikiran jelek itu langsung melintas dalam otak Airin.
"Jika ada waktu luang! Saya ingin mengundang Dokter Angga makan malam?"
Tuna rungunya begitu panas sangat panas, pintu di buka dengan kasar menampilkan Airin yang tengah berdiri tegak didepan pintu dengan ekspresi tersungut sebal.
"Lama!" Ujarnya ketus.
"Itu Keponakan nya ya dokter Angga?" Dokter wanita itu bertanya pada suaminya.
"Ah itu!" Gugupnya.
"Ya saya keponakan nya!" Sungut Airin dengan sebal.
__ADS_1
"Ah keponakan dokter Angga ternyata sangat cantik juga ya! Jangan lupa ya dokter untuk datang ke acara saya!" Ujarnya tersenyum manis dan berlalu pergi.
"Duh dokter! Jangan lupa ya.... " Ucap Airin menggoda memanyun-manyunkan bibirnya,
"Apa sih baby!"
"Kenapa! Suka sama tante gila tadi?"
"Ha tante gila?"
"Ya itu tadi, wanita yang pengen di garuk kayak nya! Gatelen banget jadi wanita." Sungut Airin dengan sebal.
"Cie! Cemburu!"
"Dih! Siapa juga yang cemburu sama tante buntelan balon?"
"Hah? Buntelan balon?"
"Udah pulang ayo!" Ujar Airin menghentakkan kakinya kasar, bodo amat dengan suaminya.
Dasar! Istri udah cantik kek gini! Kek bidadari! Mana seger fresh! Muda kek gini! Masih suka sama yang tante-tante! Mana bentuknya kek buntelan plastik! Biarkan saja Airin menyamakan dokter itu dengan berbagai makna kekesalan nya, biarkan ia puas mengumpati.
"Baby tungguin ih!"
"Lama lelet!!!" Ujar Airin tersunggut sebal.
"Eh dokter Angga ketemu lagi? Mau pulang sekarang ya?" Tanya nya.
"Gak! Mau jualan eh buah disini!" Sungut Airin
"Eh dokter jualan es buah ternyata!"
"Bukan seperti itu dok!"
"Keponakan dokter galak juga ya?" Bisiknya di telinga dokter Angga.
Darah Airin mendidih! Perempuan sialan tak tau diri! Beraninya merebut milikku!
"Keponakan! Gue istrinya? Istrinya tante!!!!." Kata tante begitu di tekan dengan sorot mata melotot.
"Airin!" Ucap Uncle Angga memperingati, jangan kasar atau berbicara keras di sini Itu akan mempermalukan mu sendiri Airin.
"Dia istri saya dok! Saya permisi!" Ujar Uncle Angga pamit masuk kedalam mobil.
"Jangan seperti itu!"
"Apa!"
"Baby, jangan seperti anak kecil! Aku dan dokter Laura hanya berteman."
"oh namanya Laura? Laura lampir?"
"Airin!"
"Airin-airin! Apa Uncle! Uncle Angga!" Sungutnya dengan sebal.
"Terserah!" Ucap Uncle Angga pasrah, percuma ternyata membujuk perempuan yang dalam mode ngambek sangat susah!
Baru saja mobil terparkir di area apartemen, dering telfon menghentikan langkah dokter Angga,
"Ya, baik satu jam lagi saya ke sana!!" Ujarnya mengakhiri panggilan telfon.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Laura menelfon ku ada pasien yang harus aku tangani baby!"
"Tapi kan ini sudah jam pulang? Toh dokter bukan dirimu saja kan?"
"Resiko dokter baby!"
"Ah baiklah! Mari ku bantu bersiap, masih ada waktu satu jam bukan?" Tanya Airin.
"Ya!" Jawab Uncle Angga aneh, ada rasa curiga bukan kah tadi istrinya tengah mode kesal dengan Laura teman dokternya. Kenapa sekarang ia berubah baik pada dirinya dan mau membantu persiapan nya.
"Makan dulu! Ku siapkan sebentar air hangat untuk mu!" Ujarnya pamit setelah memberikan segelas air putih dan menghidangkan makanan untuk suaminya.
Senyum setan terbit di bibir Airin, Baiklah!! Kau akan lebih memilih di rumah atau ke rumah sakit laki-laki tua ku!
Kaki nya melangkah masuk kedalam kamar, membersihkan dirinya dan....
Ligrie merah menyala, sangat tipis dan membentuk lekuk tubuh Airin sangat sempurna, parfum di sempotkan di sekujur tubuhnya, make up di poles sedikit sangat natural dan cantik.
Rambutnya di kucir satu ke atas, hingga menampilkan leher dan bahu putihnya.
"Baby air hangat untuk mu sudah siap!" Ujar Airin tiba-tiba datang di meja makan, menepuk pelan bahu suaminya.
"Ah baiklah!" Ujar Uncle Angga sorot matanya masih menatap lurus ke depan.
"Kemari kan piring dan gelas mu! Aku akan mencucinya!"
"Ini..... " Gugupnya.
Glek!!!
Ludah di telan sangat kasar oleh Uncle Angga, baiklah istrinya memang sangat berani dan nakal sekali.
Adik kecilnya sudah tak bisa dikondisikan lagi, sangat sesak di bawah sana, terlebih selama ini Airin tak pernah memakai baju seperti ini.
Demi apapun! Kenapa kau menggunakan pakaian seperti itu! Ini sangat menggoda!! Sayang untuk di lewatkan.
"Baby! Itu!" Gagapnya.
"Ha apa?" Ujar Airin menengok ke arah suaminya dengan tersenyum, berpura-pura bodoh dengan apa yang di maksud sang suami.
Kenapa dia sangat cantik sekali! Kenapa dia!!! Arghhhh!!!!! Aku yakin kau mengerjai ku baby!!!! Umpat dalam hati dengan kasar.
"Baju mu!" Lirih nya.
"Oh, hari ini sangat panas sekali baby!" Ujarnya kegerahan.
"Bukan nya kau harus ke rumah sakit? Segera bersiap baby! Aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu!"
"Tidak jadi!!" Ujarnya langsung mendekap Airin.
"Kau memancing nya baby! Kenapa?" Nafasnya kian memburu menahan segala sesak di dada maupun junior saktinya dibawah.
"Ayo lepaskan! Kau harus ke rumah sakit dokter Laura menunggumu!"
"Aku ingin memakan mu! Aku tidak peduli dengan Laura! Biarkan dokter lain saja yang menanganinya." Lirihnya yang mulai mencium leher istrinya.
🍒
Happy Reading.
__ADS_1
Ojo protes sek! Nanti malem baca lagi ya! Aku tambah part di bawahnya ini, oke! Sekian❤❤❤