Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-54


__ADS_3

"Kau mau kemana?" Tanya Uncle Angga kala melihat sang istri tampil dengan pakaian formal,


"Ke kampus!" Ujar Airin duduk di meja rias mengoles make up tipis di wajah cantiknya.


Ke kampus? lalu untuk apa make up seperti itu!!! Aku curiga jangan-jangan dia... Arghh... Tidak akan ku biarkan kau pergi ke kampus sendiri an! Ikut pokoknya!!!!!! Gerutu Uncle Angga dalam hatinya.


"Ikut!"


"Eh... Bukan nya seperti biasa kau selalu mengantarku? Ya ikut saja!"


"Sampai ke depan kelas mu Baby!"


"Eh? Ke depan kelas? Memang nya kenapa?" Tanya Airin memastikan lagi.


"Iya! Apa kau keberatan?" Ujarnya menelisik.


Tuh kan! pasti macem-macem ini... Pasti dia mau pergi sama temen cowoknya yang ganteng!!!!!! Gerutu Uncle Angga dalam hatinya.


"Bukan seperti itu? Kenapa mengantarku sampai ke depan kelas hm?" Ujar Airin mendekat, tangan nya dilingkarkan di leher sang suami.


"Ya ikut pokoknya!"


"Kau cemburu?"


"Tidak!"


"Ya sudah!" Ujar Airin melepaskan tangan nya,


"Untuk apa kau memakai make up ke kampus dan ini lihat? Kau berpakaian seperti tak biasanya!" Selidiknya masih memelototi sang istri dari atas sampai bawah.


"Astaga Baby! Jaga mata mu! Nanti lepas dari tempat nya!"


"Biarin! Terus setelah aku tak ada, kau bisa jadi janda kaya raya mewarisi semua hartaku dan menikah dengan yang lebih muda bukan?"


"Wah tentu ide yang bagus, aku masih cantik dan kaya raya pasti banyak yang mau dengan ku!"


"Baby!!!!! Kau jahat!!!! Hua....... " Ujar Uncle Angga, dirinya sudah tak mood lagi, badan nya di tenggelam kan di bawah selimut tebal dengan tubuh meringkuk di bawah sana.


Cih, dasar! Dia kenapa si! tak biasanya seperti itu! Sensitif sekali seperti wanita saja.


"Kemarilah!"


"Tak mau! Jahat!"


"Cepat kemari! Aku hanya bercanda, kau boleh ikut dengan ku!"


"Sampai kekelas!"


"Di parkiran saja ya Baby!" Ujar Airin masih mengajaknya bernegosiasi.


"Kelas!"

__ADS_1


"Hah... Ya sudah ayo!"


...********...


Mobil keduanya sudah terparkir sempurna di kampus, Airin sesekali merapikan tampilan nya sebelum turun dan melangkah masuk kedalam kelas. Dirinya masih tak sadar jika sang suami tak suka dengan tampilan nya saat ini yang terbilang lebih dewasa dan sangat cantik.


"Kau jadi mengantarkan ku sampai ke kelas?" Ujar Airin kala ia turun di ikuti Uncle Angga.


"Hem... "


"Hah, Baiklah! Ayo!" Ujar Airin, seketika tangan Uncle Angga langsung mengandeng mesra istri kecilnya.


"Ini tak berlebihan?"


"Tidak aku ingin semua orang tau, kau milikku yang sah!"


Umumin sekalian pake toa Uncle!!!!


"Kau tak malu baby!"


"Aku tak malu!" Celetuk Uncle Angga tanpa dosa.


"Airin? Kau sudah siap?" Ujar salah satu pria teman sekelas Airin.


"Ya tentu!" Ujar Airin tersenyum.


"Itu paman mu Airin?" Tanyanya saat dirinya sadar ada pria dewasa di sebelah Airin dan mereka bagai keponakan dengan paman nya.


"Apa!" Ujar pemuda itu kaget.


"Ya, dia suami ku! Kenalin Angga nama nya!" Ujar Airin.


...*******...


"Yeayyy! Lulus!" Ujar Airin tersenyum sumringah. Kakinya melangkah pergi meninggalkan kan kelas untuk memeluk sang suami! Ah bahagianya. Bayi besarnya telah menunggu di mobil.


"Airin selamat ya!" Beberapa pemuda memberikan nya selamat atas selesainya pendidikan yang di tempuh oleh gadis Indonesia itu,


"Ah ya terimakasih!" Ujar Airin tersenyum ramah dan membalas uluran tangan itu,


"Baby! Aku menunggu mu!" Ujar Uncle Angga yang datang tiba-tiba, pria ini dengan tak tau dirinya mengecup Airin, bukan di pipi tapi di bibir. Ya memang sih, sah-sah saja tapi kan rasanya tak cocok bila memamerkan nya di depan umum, apalagi di area kampus.


"Oh ya kenalkan saya suaminya!" Ujar Uncle Angga, Kata itu di tekan di suami, agar pria yang ada didepan nya tak berfikir jelek.


"Aku pergi dulu ya! Kalian juga semangat!"


Sesampainya di dalam mobil, wajah tua itu kembali di tekuk.


"Cih!" Umpatnya.


"Jangan seperti itu! Kau tambah jelek! Mereka hanya mengucapkan selamat padaku!" Ujar Airin menenangkan bayi besarnya.

__ADS_1


Cukup sulit, entahlah mood Uncle Angga akhir-akhir ini tak bisa di kendalikan.


Hingga malam hari, Airin sengaja memasak sedikit lebih banyak dan beberapa di antaranya adalah menu kesukaan sang suami. mungkin dengan itu mood suaminya akan membaik.


"Baby! Ayo di makan! Aku memasak semua ini spesial untukmu!" Ujar Airin dengan mata berbinar.


"Hem.... "


"Jangan marah lagi oke! Kau terlihat tua nantinya!"


"Jadi kalau aku tua, kau tak mau denganku lagi?"


"Hais! Berhenti berfikir jelek seperti itu! Aku mencintaimu, selalu mencintai mu! Ayo di makan!" Ujar Airin mengecup pipi sang suami meletakkan beberapa menu di piring Uncle Angga.


Suapan pertama berhasil lolos dari mulutnya, berlanjut ke suapan kedua, rasanya sudah tak bisa di kondisikan.


perut Airin rasanya sangat tak nyaman sekali.


Huek!!!!!


Huek!!!!!


Huekk!!!!


Memuntahkan semua yang ada di perut nya, hingga dirinya hanya mampu terduduk lesu di samping wastafel, untung ada Uncle Angga yang menemaninya.


"Baby kau tak apa?"


"Tak enak, Huek! Huek!" Ujar Airin, ah rasanya tak enak.


"Biar aku periksa!" Ujar Uncle Angga, ia sudah membaringkan tubuh sang istri di ranjang, memeriksanya, Ah enak bukan? Punya suami seorang dokter bila istrinya sakit langsung bisa di periksa.


Aneh? Semua baik-baik saja? apa dia hamil? Gumam Uncle Angga.


"Baby! Ayo kerumah sakit!"


"Tak mau! Aku ingin istirahat! Pusing baby!"


"Ya sudah tunggu sebentar aku akan keluar membelikan mu beberapa obat dan vitamin!"


"Hem....."


...*******...


"Baby ini... " Yeah, dirinya sudah membawa beberapa testpack dan obat berupa vitamin, tapi nyatanya istri kecilnya itu sudah terlelap mengarungi mimpi.


"Semoga kau sudah ada di perut Mommy ya! Daddy mendoakan itu, Daddy sudah tak sabar menantikan mu!" Ujar Uncle Angga naik ke atas ranjang, tidur mengarungi mimpi bersama sang istri, sebelah tangan nya sekarang di letakkan di atas perut Airin, mengelus dengan lembut dan berharap malaikat kecil sudah ada di rahim istri kecil kesayangan nya.


🎶


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2