
"Oh ya, aku ada hadiah untukmu!" Ucap Uncle Angga, keduanya saat ini masih didalam mobil, namun mobil yang di kendarai keduanya sudah berhenti tepat di depan rumah Airin.
"Apa Uncle?" Tanya nya tak mengerti? Cincin, makan malam romantis dan semuanya, lalu apalagi yang ingin Uncle Angga berikan padanya.
"Astaga Baby! Aku bukan paman mu! Tapi kekasihmu!" Ujarnya melayangkan protes.
Sialan kau Uncle, Kata yang cocok untuk di layangkan pada pria tau nan menjengkelkan itu, Ayolah Airin masih malu dan belum siap dengan pemaksaan panggilan "Baby!" Terlihat menggelikan.
"Hem, tapi itu... " Ucap Airin tergugup.
"Apa? Hem? Tapi Baby kenapa pipi mu memerah seperti ini!" Ujarnya memegang kedua pipi Airin.
Terkutuk lah!!!! Kata Baby sudah membuat Airin merona, apalagi ini? Kenapa harus menambah usapan lembut di pipi Airin?
Memalukan, sudah lah wajahnya sudah tak bisa di ajak kompromi lagi! Baiknya kita layangkan protes saja.
"Jangan menyentuhku! Apa yang ingin kau berikan! Katakan cepat!"Ucap Airin sudah dengan mode galaknya.
"Hihihihi, slow Baby jangan marah seperti itu! Kau terlihat lebih cantik!"
"Jika kau terus menggodaku! Aku marah padamu Uncle!"
"Baiklah! Maafkan aku Baby! Dan berhenti memanggilku Uncle!" Ucap Uncle Angga menyerahkan amplop coklat besar ke arah Airin.
"Apa ini?"
"Buka lah!"
"Uncle ini... "
"Ya kontrak perjanjian kita, aku tak membutuhkan nya lagi! karena kau sudah menjadi milikku, bukan karena kontrak tapi karena cinta kita!" Ucap Uncle Angga mengecup telapak tangan Airin yang tersemat cincin pemberian nya.
"Uncle..."
"Berhenti memanggilku Uncle Baby!"
"Baiklah, akan ku coba. Tapi hutang ku untuk pengobatan simbok?" Tanya Airin meragu.
"Bayar dengan cintamu, aku tak butuh harta. Aku sudah memilikinya dengan jumlah yang berlimpah." Ucapnya sombong.
"Cih... Sombong!!!" Cibir Airin.
"Tak apa, toh semuanya juga hasil kerja kerasku selama ini? aku tidak mendapatkan semua hasil kekayaan itu dengan cara merampok atau mencuri? Jadi aku harus bangga!"
"Baiklah terserah padamu!"
Kertas itu di robek oleh Airin, menyisahkan serpihan kertas kecil yang tak lagi berguna. sangat senang, ternyata ini alasan Uncle Angga tak mau menerima pelunasan hutang dari dirinya sepeserpun.
__ADS_1
Aku memang tak salah memilihmu menjadi imam ku Uncle....
"Baby kau begitu senang tampaknya?"
"Ya, terimakasih baby!" Ucap Airin mengecup singkat pipi Uncle Angga,
Bagai di sengat listrik, tubuhnya menunjukkan reaksi lebih besar dari apa yang ia kehendaki, Junior! Jangan bangun dan bereaksi apapun! Dia masih bocah dan ini sudah malam, tak ada kantor KUA yang buka. Mohon kerjasama lah!
Aku hanya akan menyentuhnya saat dia telah menjadi halal bagiku, karena semuanya akan terasa lebih nikmat dan berpahala.
"Pulang lah, Baby! hati-hati dijalan dan Selamat malam!" Ucap Airin memegang handle pintu mobil dan ingin melangkah keluar.
"Aduh!" Rintih nya megang kepala.
"Baby kau kenapa?"
"Kepalaku sakit baby! Aku tak tau mengapa? Apa darah tinggi ku kambuh?" Lirihnya merasa sedang kesakitan.
"Kau membawa obat untuk itu?"
"Sialnya aku melupakan itu Baby!"
"Lantas, ini gimana? Kau kan seorang dokter harusnya kau bisa kan ah itu mengurangi rasa sakit mu jika tak ada obat?" Tanya Airin dengan raut wajah khawatir.
"Aku tau, hanya butuh istirahat sebentar! ini sudah malam dan aku tak mungkin bisa pulang saat ini juga kan? apa aku boleh menginap semalam disini dengan mu?" Tanyanya memastikan ragu-ragu.
"Yayaya, kau boleh menginap!" Ucap Airin terpaksa mengiyakan, mau bagaimana lagi daripada ia memaksa Uncle Angga untuk pulang itu akan membahayakan keselamatan dirinya.
Yes!!! berhasil!! Sorry Baby! Sebenarnya aku tak sakit hanya saja..... Monolog Uncle Angga dalam hati, Airin dengan perhatian menopang tubuhnya untuk tak jatuh agar tetap berjalan dengan benar.
Menuntunnya masuk kedalam kamar tamu.
"Istirahat lah!" Ucapnya membaringkan tubuh Uncle Angga di ranjang.
"Ah ya terimakasih!"
"Hem, aku di kamar sebelah jika kau membutuhkan bantuan ku, panggil saja aku!"
"Baiklah baby! Apa aku boleh meminta sesuatu?"
"Hem, katakanlah!"
"Bisa buatkan teh tawar untukku!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca, kau sungguh sangat pandai berakting nelangsa Uncle Angga, apa karena kau sudah sering menangani orang sakit? Sehingga hafal dengan raut wajah pasien mu yang tengah berbaring kesakitan?
"Baiklah! Tunggu disini!" Ucap Airin berlalu pergi masuk kedalam dapur.
...*****...
__ADS_1
Sedangkan di rumah pak Surya, baru saja semua anggota keluarga nya malam itu sampai di rumah setelah menengok Herman, adik kandungnya.
"Mama?" Panggil Pak Surya pada istrinya.
"Aku tau perasaan mu! Tapi kita tak bisa berbuat banyak! Jika orang lain yang di celakai oleh adikmu, mungkin orang itu akan membalas dengan nyawa adikmu dan juga dirimu bukan? Atau bahkan akan menghabisi semua keluargamu termasuk aku dan Clara."
Siapa yang tak sedih dan terpukul, melihat adik kandungnya seperti orang gila di dalam penjara hanya termenung dengan tatapan kosong, tubuhnya tampak kurus kering, tak terawat dan sangat kotor.
Jatah makanan nya pun sering tak di habiskan.
"Tapi aku kasihan melihatnya Ma!"
"Pa, ini semua merupakan takdir yang di garis kan Tuhan kepada hambanya tak perlu menyalahkan siapapun dan menyesalinya. Jadikan semua pelajaran semoga adik mu bisa menjadi yang lebih baik lagi!"
"Ya ma aku akan berusaha! Aku tau nona Airin sangat baik, terlalu egois jika aku juga meminta kebebasan adikku! Aku ikhlas dia menjalani hukuman atas semua hal yang ia lakukan!"
...*****...
1 jam setelah ia meminum teh hangat itu, kakinya Uncle Angga perlahan turun dari ranjang. melangkah keluar kamar tamu, dengan pelan dan penuh kehati-hatian.
Kunci yang ia genggam di keluarkan dengan hati-hati untuk membuka pintu kamar.
Kalian sudah tau bukan? Kamar siapa yang akan di bobol oleh Uncle Angga? kamar Airin tentunya!!!!
Apa sebenarnya yang kau cari dikamar gadis tengah malam seperti ini Uncle, kau bilang kau sudah memiliki segalanya. termasuk harta yang berlimpah.
Memakai celana pendek, dan kaos lengan pendek yang membalut tubuhnya, sangat santai bahkan dirinya terlihat seperti pemuda yang usianya baru menginjak 30 tahun.
Merangkak naik, untuk mensejajarkan dirinya di ranjang milik Airin! Oh ini yang sedang kau curi Uncle.
kau tak lebih seperti pencuri ulung Uncle Angga! Kau sangat cerdik dalam memanfaatkan situasi kondisi dan waktu yang ada.
Persetan jika di gebrek oleh warga sekitar, jika itu terjadi Uncle Angga mah hayukk aja dinikahkan dengan Airin saat itu juga, Tak masalah.
Hangat!
"Have nice dream baby! Love you❤" Ucapnya mengecup singkat kening Airin sebelum matanya terpejam dan memeluk Airin dengan begitu mesra.
Lucunya gadis itu tampak tak terganggu tapi malah mencari posisi tidur yang nyaman untuk dirinya, saling memeluk dan membelit!
🎶
Tahan!!!
Jek isuk kok wis peluk-pelukan ki to ahh...
Airin!!!!! Waspada!!!!
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒
Happy Reading ❤