Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-46


__ADS_3

"Angga!!! Airin mau di bawa kemana itu! Jangan di tarik-tarik atuh!" Tegur Mama Siska saat melihat putranya tengah menarik tangan Airin menuruni tangga.


"Mau nikah!" Ucapnya entang.


"Mama.... " Panggil Airin dengan lirih.


"Dasar bocah sontoloyo! mana ada KUA buka hari sabtu gini!" Sungut Mama Siska pada sang putra.


"Ya tinggal di buka, susahnya dimana?" Entengnya.


"Kamu yakin mau nikah?"


"Ya, Angga yakin Ma! Calon juga udah ada, umur juga udah mateng!"


"Tapi, Ya kali Angga, pewaris Yudistira mau nikah pake piyama tidur!"


"Eh!!!! Lupa ganti! Ya udah bentar Angga ganti dulu! Ayo Baby naik lagi!" Ujarnya berbalik.


"Uncle!" Ucap Airin penuh penekanan dengan menghempaskan tangan Angga, berlari ke arah Mama Siska.


"Ma tolong Airin! Ya memang Airin mau nikah sama Uncle Angga, tapi gak gini juga!" Ujarnya melirih memohon kepada Mama Siska.


"Ma! Kembalikan Airin padaku!" Ucap Uncle Angga galak.


"Jangan rebut Airin dariku! Mama kan punya papa!" Ujarnya lagi menarik Airin dalam pelukan nya.


"Eh!!!!!" Pekik Mama Siska kaget.


"Airin milik Angga! Jangan peluk-peluk!" Ucapnya memperingati.


"Uncle! Stop! Airin bakal pergi lagi kalau Uncle kayak gini!" Ancam nya dengan melipat kedua tangan nya di dada.


"Hiks... Mama.... Tu kan Airin galak sama Angga? Mama sih peluk-peluk Airin!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Dah Ma, Biarin aja! Kita duduk lagi!" Ucap Airin berlalu duduk tanpa memperdulikan cercahan dari mulut Uncle Angga.


"Airin! Ini kayaknya dia udah sembuh! Tapi rada gangguan ini otak nya!" Lirih Mama Siska yang tampak menggeleng kan kepalanya.


Bagaimana ulah putranya yang tidur di pangkuan Airin, menarik satu nya, mendekap bak guling hingga membuat si empunya kebas ingin sekali menyumpah serapahi Uncle Angga.


"Terus gimana nih Ma!" Tanya Airin.


"Ya Mama gak tau! Ya cuman kamu yang bisa mengendalikan nya! Mama mah udah yakin dia udah sembuh! Tapi gitu! Apa dia mengalami puber kedua ya?" Terka Mama Siska.


"Ha? Puber kedua?"


...******...

__ADS_1


Setelah perbincangan kolot dengan sang putra yang tampaknya sangat memusingkan, akhirnya ia menyetujui untuk tak menikah sekarang juga karena alasan keadaan yang tak mendukung untuk itu.


Berlanjut hingga makan malam, sungguh Airin sangat ingin menimpuk Uncle Angga. Selalu memegang tangan nya dan mengikuti kemanapun langkah Airin pergi.


minusnya ia akan menunggu di depan toilet dan tidak masuk. Untung Papa Yudistira ada pekerjaan di luar kota.


"Udah malem Ma! Airin pulang dulu ya!" Pamitnya setelah acara makan malam itu telah usai.


"Enak saja pamit pulang! Rumah mu tu disini, Kamu tu tidur nya sama aku!" Celetuknya Uncle Angga tanpa rasa berdosa.


"Angga!!!" Pekik Mama Siska.


"Uncle!!!" Pekik Airin tak suka.


"Kenapa si! Manggil-manggil, Inget ya Baby! Aku bukan Paman kamu, enak saja manggil Uncle!" Protes Angga mengerucutkan bibirnya.


"Angga, tapi kamu dan Airin belum menikah, mana bisa tidur seranjang!"


"Lha Mama kan yang nyuruh jangan nikah! Lha Angga kan mau nikah nya sekarang! Katanya Mama mau cepet punya cucu? Ya ini Angga otw nyicil buat bikin!"


"Angga astaga mulut mu itu!"


"Salah mulu Angga di mata Mama! Udah ayo tidur baby!" Ujarnya menarik Airin.


"Ma, biar kan Airin yang membujuknya!" Lirih nya menatap bola mata Mama Siska,


"Ya kamu kan yang dengerin Mama gak mau nikah sama aku hari ini! Padahal kamu mah cinta mati sama aku kan?" Congaknya.


Astaga Uncle! Mulutnya pengen di sumpel pake mangga sumpah! Ngomong nya lancar bener kayak gak ada beban! Tau gini biarin deh jadi orang gila!!! Eh jangan kan kasihan! Masa? Ganteng-ganteng gila!


"Duduk dulu yuk!" Ucapnya menuntun Uncle Angga untuk duduk di ruang keluarga.


"Apa? Tu kan! Udah tau aku tu, kamu kan yang cinta mati sama aku! Pengen nya di temenin gini terus!"


Sialan! Ku tinggal lagi baru nyahok lu!


"Baby! menikah juga butuh kesiapan! Tak seperti tadi! Bukan kah kita sudah merencanakan pernikahan kita?"


"Kan bisa di percepat, Aku kaya?"


Ya tau lu kaya, tapi gak bisa dong lu seenaknya merampas hak libur pegawai KUA.


"Tak semua bisa di selesaikan dengan uang! Kita juga harus menghargai waktu mereka, waktu libur yang di manfaatkan untuk keluarga? Jangan egois merampas itu! Meski sederhana tapi itu berharga!"


"Kan aku takut kamu pergi!"


"Baby, sebaik apapun kamu menjaga jika tidak ditakdirkan untukmu pasti Tuhan akan selalu punya rencana untuk memisahkannya! Dan seberapa kamu membuang nya, dia ditakdirkan untukmu pasti akan selalu menemanimu!"

__ADS_1


...******...


Sudah 2 hari ia ada di rumah ini, belum ada sama sekali perkembangan dari Uncle Dony terkait permintaan nya,


"Baby! Apa aku bisa bicara dengan mu?"


"Tentu! Kemarilah! Apa yang ingin kau bicarakan hem?" Ujarnya mengelus puncak kepala Airin.


"Apa kau akan marah jika aku mengatakan nya padamu?"


"Memang apa yang akan kau katakan hem?"


"Aku.... harus pergi melanjutkan studi ku!"


"Tak apa, toh universitas mu dekat bukan? Masih dalam satu kota aku juga sering kan? menjemputmu?"


"Studi percepatan keluar negeri selama satu tahun!" Lirih nya nampak meragu.


"Apa! Tidak! Aku tak mengizinkan mu!" Ucapnya memeluk erat tubuh Airin.


"Aku juga tak mau, tapi aku juga tak punya pilihan!" Lirihnya.


"Bagaimana mungkin? Kau mau meninggalkan ku? Tak bisa! Memang nya kenapa harus di percepat!" Ujarnya meminta penjelasan.


Tentang surat wasiat, dan semua usaha yang Airin ajukan. meminta Uncle Dony untuk mencarikan universitas dalam negeri. Namun hingga sekarang masih tak ada jawaban dari sana.


"Hah! Pergilah!"


"Kau mengizinkan ku!"


"Ya! Benar apa yang dikatakan Uncle Dony, banyak nasib karyawan yang di pertaruhkan jika kau tak mengambil alih semua ini!"


"Tapi ada syaratnya!"


"Apa?" Tanya Airin harap cemas.


"Menikahlah dengan ku terlebih dahulu Airin! Aku akan menemanimu di sana! menjagamu dan selalu ada di sampingmu! Cinta ku tak ingin menunggu mu pulang! Tapi cintaku ingin menemani segala perjuangan mu!"


"Tapi? Aku belum siap, aku.... "


"Tak ada yang perlu kau takutkan, aku tak akan meminta hak ku sebagai suami padamu saat kau tengah menyelesaikan tanggung jawab besar itu Baby! Cinta tak hanya tentang kepuasan nafsu! Bagiku, saat dirimu selalu disisi itu sudah menjadi bahagiaku! Ke depan nya hanya kataku yang harus kau percaya, bahwa aku mencintai dengan sungguh tanpa kata kurang, bagiku kau adalah kesempurnaan cinta itu! Menikahlah dengan ku Airin Rienja Dirgantara!"


"Baby! Aku..... "


šŸŽ¶


Happy Readingā¤

__ADS_1


__ADS_2