
Masa tersulit menjalin biduk rumah tangga akhirnya menghampiri keduanya, Bukan Airin yang egois tapi ini memang resiko yang akan di tanggung Uncle Angga bukan? Ia harusnya faham dan tau betul keadaan ini.
Sudah 1 bulan Airin selalu berangkat pagi dan pulang larut malam, bulan depan dia harus bisa di wisuda. Anak ini memang pekerja keras. Apapun yang ia inginkan harus sesuai dengan yang di harapkan.
"Baby! Maaf akhir-akhir ini aku kurang ada waktu untukmu!" Ujarnya, kata itu selalu terngiang-ngiang dalam benak Uncle Angga.
Kepuasan Batin, hanya bermain sekali saja tak lebih! Ia tak mungkin memaksa istrinya semalaman suntuk bukan? Dia bukan pria yang tega.
"Aku ingin mengajak mu jalan-jalan ayo!" Ujarnya kala melihat sang istri duduk dengan laptop yang menyala. Entahlah rasanya seperti tak di anggap saja padahal ini hari libur.
"Tak bisa!" Singkat padat jelas.
"Tapi kan ini hari libur! Ayo!" Kekeh nya masih ingin sang istri mengalihkan atensi bola matanya ke padanya.
Nampaknya Uncle Angga merasa cemburu dengan laptop yang ada di pangkuan sang istri. Ralat sangat cemburu.
"Aku harus mengerjakan revisi ku Baby! Kau pergi sendiri saja aku di rumah!"
"Tapi.... "
"Ku mohon mengerti lah!"
"Ya sudah!" Pasrah nya, kakinya melangkah keluar dari apartemen dengan lesu, Sudahlah tak ada semangat dalam dirinya untuk jalan-jalan.
Restoran Indonesia menjadi tujuan pemberhentian nya, BAKSO. Menu itu di pesan dan di kemas dalam beberapa wadah.
Akhirnya bibir nya tersenyum kala melihat bungkusan yang ada di tangan.
Jika istrinya tak mau kesini, ya sudah dirinya akan membawa beberapa bungkus bakso untuk di makan berdua.
"Baby! Aku membawa ini untukku!" Ujarnya tersenyum.
"Apa itu?"
"Semua varian bakso, ada bakso mozarella, bakso mercon, bakso urat, bakso beranak, bakso telur asin!" Ujarnya dengan mata berbinar, semua ia beli.
Uncle Angga tak tau harus memilih bakso yang mana rasanya ia ingin mencicipi semuanya dengan siraman kuah beserta sambel.
Uggghhhhhh
Sangat menggugah selera.
"Ayo makan!" ajaknya.
"Nanti saja! Kau makan dulu!"
"Tapi kan aku sudah repot membawakan semua ini padamu! Aku ingin makan dengan mu!" Jujurnya.
"Sebentar aku selesaikan dulu! 5 menit!" Ujar Airin.
"Ya sudah akan ku siapkan semuanya di meja makan!"
Ah baiklah ia akan menunggu sang istri, hanya 5 menit bukan? Itu waktu yang cepat, pasti tidak terasa kala dia menata semua menu bakso.
__ADS_1
5 menit.
10 menit.
15 menit.
Isak tangis itu akhirnya lolos juga dalam dirinya, kuah bakso sudah nampak mulai dingin tapi istrinya jahat! Ia mengingkari janji.
Datang? tidak!!! Dirinya tak ingin lagi menganggu sang istri, takut hanya kecewa yang ia dapatkan. berupa penolakan.
"Baby!" Lirih Airin memangil, tuna rungu nya mendengar semua isak tangis dari arah dapur, di lihat bagaimana sang suami meringkuk di atas lantai dengan terduduk dan kedua tangan di telungkupkan menutupi seluruh wajahnya.
"Baby!" Panggilnya lirih.
Kenapa dengan nya? Apa yang aku lakukan? Kok nangisnya sih! Gak inget umur apa ini aki-aki. Gumam Airin.
Dan itu? Siapa yang makan bakso sebanyak itu! Astaga! Lirik Airin kala melihat beberapa mangkuk bakso yang tertata rapi.
"Baby!" Panggilan itu kembali menyapa dengan usapan lembut di kepala Uncle Angga.
"Kau jahat hiks... aku hanya ingin makan bakso di temani oleh mu! Kau sibuk hiks.. Kau tak peduli dengan ku!" Jujurnya terisak.
"Eh!!!!"
Kok jadi melow gini si? Kan ya dia harusnya ngerti tugas mahasiswa akhir kayak gue ini banyak kayak segunung semeru! Lha ini perkara gak di temenin makan langsung nangis bombay gini? Gimana ceritanya?
"Kau jahat hiks... hiks... Kau tak peduli dengan ku!"
"Baby! Kemari lah! Jangan menangis lagi oke! Maafkan aku!"
"Baby! Jangan menangis! Oke, hari ini aku akan menemani mu!"
"Kau pasti bohong!"
"Aku tidak membohongi mu! Aku akan menemanimu! Maafkan aku!" Ujar Airin, dekapan lembut itu akhirnya terjadi untuk mengurai kesedihan.
Ah kenapa laki-laki tua itu menjadi mellow kala istrinya tak lagi memperhatikan dirinya, apa dia sudah tak tampan lagi? Apa kerutan di wajah nya mulai muncul? Apa dia sudah tua?
Isak tangis itu kembali terdengar, Laki-laki ini dengan tak tau dirinya kembali menangis dalam dekapan Airin, menggeser ke sana kemari kepalanya yang berada persis di dada Airin.
"Baby! Berhentilah menangis! Aku akan sudah minta maaf!"
"Aku..... hiks.... "
"Katakan, kenapa kau menangis?"
"Apa aku sudah tua dan jelek? Sehingga kau tak memperhatikan ku!"
"Eh....?"
"Hiks... benar kan? Bahwa aku sudah jelek dan memiliki banyak kerutan!" Tangisnya dengan sendu.
"Baby!"
__ADS_1
"Kau pasti menyesal kan menikah dengan pria tua seperti ku! lihat saja wajah mu masih sangat cantik dan muda! Sedangkan Aku sudah seperti ayah mu! Bukan suami mu! Hiks... "
Ya salah elu si! Lahir duluan! Mana jarak umur nya jauh banget lagi! Ah kok dia baru sadar kalau dirinya sudah tua? Kemarin-kemarin kemana pak? Bobok? Gumam Airin bermonolog dalam hatinya.
"Baby! Bagiku kau adalah laki-laki yang paling tampan!"
"Kau berbohong!"
"Ya sudah kau memang sudah tua dan memiliki beberapa kerutan!"
"Kau jahat!" Tangis itu kembali pecah lebih keras, sesekali Uncle Angga tak tau dirinya memainkan squishy milik Airin yang terbungkus dalam kaos karena kesal dengan sang istri.
Lha? Kok nangis? Gue bilang ganteng dia nuduh bohong! Gue bilang jujur dia nangis kejer kek gini! Mana ingin tangan gak ada tata krama nya? Minta di sekolahin kayak nya!
"Tangan mu baby!"
"Tu kan! Kamu tak mau aku sentuh!!!" Isak tangis itu kembali terdengar dengan Uncle Angga yang melepas pelukan sang istri.
Nangis sono! Nangis yang kenceng!!! Tinggal beneran ini! Dia itu kenapa sih? Yang cewek itu gue apa dia? Nangis mulu.
"Baby! Stop! Stop! Berhenti menangis oke! Bagiku kau laki-laki yang paling tampan dan juga baik! Kau lihat cincin ini bukan? Meski banyak laki-laki tampan dan menggoda di luar sana bagiku kau segalanya. Kau tetap tampan meski bertambah tua, bagiku kau segalanya! Kau tau di luar sana banyak wanita yang mengidolakan laki-laki yang sudah dewasa dari pada laki-laki muda dan aku beruntung menjadi istrimu! Jadi berhenti menangis! Aku mencintaimu! Sangat!" Ujar Airin penuh keyakinan, di akhir kata ciuman ia layangkan pada pipi sang suami.
"Aaaa.... Peluk!"
"Kemari lah! Jangan berfikir macam-macam? Oke!" Ujar Airin menenangkan suaminya.
"Hem, ya.... "
"Kau ingin makan bakso bukan? Mari ku temani!" Ucap Airin mengingat kan.
"Tapi sudah tak enak, sudah dingin!"
"Ya sudah kita buang saja, aku akan menemani mu makan di restoran atau jalan-jalan? Bagaimana?"
"Hiks.... Jangan membuang makanan baby! mubazir namanya!"
"Lalu? Kau ingin aku memanaskan dulu bakso itu?" Tanya Airin.
"Aku tak mau! Bakso nya sudah dingin!"
"Lantas? Semua bakso itu mau kita apakan baby?" Geram nya.
"Aku tak tau! Tapi jangan di buang mubazir! Jangan di makan juga, karena sudah tak enak!"
"Yo wis sak karepmu! aku mumet mikir koe!"
(Yaudah terserah kamu! Aku pusing mikirin kamu!)
🍒🍒🍒
Happy Reading guys❤
Apa Nyonya Airin Bunting? Hingga Pak Dokter yang harus mengidam? 🤣
__ADS_1
Baby!!!! Jangan cuekin aku!!!!!