
"Maaf Nona, ada tamu untuk anda katanya beliau adalah istri dari Pak Surya!" Tutur Bi Minah memberitahu.
"Istri Pak Surya? Siapa Bi?" Tanya Airin tak mengerti.
Baru beberapa menit Uncle Angga pulang, kini apalagi yang harus ia hadapi! Ada apa! Kenapa sampai istri Pak Surya datang menemuinya.
"Namanya Ibu Rika? Bagaimana nona? di biarkan masuk saja atau di suruh pulang?"
"Disuruh masuk aja bi! Jangan lupa buatkan minuman dan cemilan ya bi!" Ucapnya.
"Baik nona!" Ucap Bi Minah melangkah pamit pergi.
"Ada apa nyonya? apa yang ingin anda bicarakan pada saya?" Ucap Airin kala keduanya sudah duduk di ruang tamu.
"Kau Airin? Putri Tuan Iko dan Nyonya Dirgantara?" Tanya nya memastikan.
"Ya nyonya, memangnya kenapa?"
"Kau cantik sekali!"
"Terimakasih nyonya, anda terlalu berlebihan!"
"Airin, Aunty disini datang sebagai sorang istri dan ibu yang memohon kepada mu!"
"Maksud nyonya?"
"Suami aunty, Pak Surya memang salah telah memalsukan surat wasiat itu, dan menipu mu sehingga perusahaan papa mu, menjadi milik kami. Tapi aunty mohon dengan segala kebaikan mu, untuk membebaskan suami tante dari penjara Airin. Pak Surya terlalu sayang dengan adiknya yaitu Om Herman makanya ia menuruti semua permintaan adiknya, Airin. Untuk om Herman yang telah mencelakai kedua orang tua mu dan dirimu, Aunty tak akan lagi meminta belas kasihan mu karena memang seharusnya dia menanggung jawabkan semua perbuatan nya, tapi Aunty mohon bebaskan pak Surya, Jangan biarkan pria paruh baya itu menghabiskan sisa umur tuanya di penjara Airin, masih ada Clara yang juga membutuhkan nya! aunty tau kau gadis yang sangat baik bukan?" Lirihnya panjang lebar dengan tatapan memohon.
"Pak Surya di penjara? Siapa yang memenjarakan nya nyonya?"
"Tuan Dony yang memenjarakan nya, suami aunty memang bersalah tapi aunty mohon bebaskan dia! Kami janji setelah dia bebas, kami tak akan menganggu kalian lagi."
"Baiklah nyonya, saya akan berusaha membicarakan nya dengan Uncle Dony, tapi untuk membebaskan Tuan Herman, Airin mohon maaf! Dia telah membunuh kedua orang tua yang sangat Airin sayangi, jadi biarlah dia mempertanggung jawabkan semuanya."
"Tidak Airin! Aku tak setuju kau membebaskan salah satu di antara mereka berdua!" Ucap Uncle Angga yang langsung tiba-tiba datang di tengah mereka.
"Uncle? Kau bukankah sudah pulang?" Ucap Airin bingung.
__ADS_1
"Nak Angga?" Ucap Nyonya Rika tergagap.
"Jangan memanfaatkan kebaikan Airin demi agar tujuan mu tercapai Nyonya Rika!" Sinis Uncle Angga.
"Tapi Angga, suami tante memang bersalah tapi tak sepenuhnya ia bersalah. toh dia tak membunuh kedua orang tua Airin Angga, Ia hanya terlalu sayang dengan adiknya!"
"Cih... Penjilat! Jika suami mu tak menuruti apa kemauan adiknya, Airin tak mungkin menderita karena ulah suami mu!"
"Tapi Angga! Tante mohon! Dia sudah tua, jangan biarkan dia menebus segala dosanya dengan di dalam penjara! Biarkan dia bahagia menjalani masa tuanya! Tante disini datang sebagai jaminan kebebasan suami tante!" Ucapnya memohon pada dokter Angga.
"Nyonya, jangan seperti itu! Pulang lah, bagaimana pun pak Surya banyak melakukan kebaikan pada keluarga Airin, Jangan khawatir, Airin akan bicara dengan Uncle Dony!"
"Terimakasih Airin! Kau gadis yang baik!"
"Airin aku tak mengizinkan mu!" Ucap Uncle Angga protes!
"Nyonya Rika, sebaiknya anda pulang dulu saja ya! Biar saya bicara dengan Uncle Angga ya!"
"Baik Airin, terimakasih! Aunty pamit!"
...****...
"Pak Surya memang bersalah Uncle, tapi dia berhak mendapatkan kesempatan kedua bagaimana pun semasa dia bekerja dengan Papa dia sangat baik kepada keluarga ku!"
"Tapi Airin! Dia itu telah jahat.... "
"Lebih jahat dia atau Kau Uncle!"
"Apa maksudmu?"
"Pulang lah Uncle! Kenapa kau datang kesini lagi! Pulang!"
"Kau mengusirku!"
"Lalu untuk apa kau datang kesini dan menentang keputusan ku di hadapan tante Rika, Uncle?
"Karena aku peduli dengan mu Airin, aku tak mau.... "
__ADS_1
"Peduli? Dengan memaksa segala kehendak mu, dengan mengatasnamakan hutang yang ku punya!"
"Tapi Airin... aku... "
"Kau terlalu jahat bahkan lebih egois!!! Uncle Dony sudah menawarkan pengembalian kepadamu 2X lipat tapi kau tak mau menerima itu! Apa mau mu!"
"Kau!! Tau darimana itu!"
"Aku tau semuanya! Bukan kah hutang dalam bentuk uang harusnya di bayar dengan uang Uncle? Bukan dengan sebuah hubungan? Lalu! Sebenarnya hutang yang bagaimana ini yang tengah membelit ku saat ini?"
"Tapi kau harusnya senang! kau kan mencintaiku!"
"Hah.... Lupakan aku pernah mengatakan itu padamu! Jangan egois Uncle, umur mu sudah dewasa kau harusnya bisa berfikir logis untuk semuanya! Kau berhak memilih wanita yang kau cintai! Jangan menjebak ku dengan hubungan semu seperti ini!"
Cup
Kecupan hangat langsung di darat kan Uncle Angga pada bibir Airin, menekan tengkuk belakang lehernya karena ia tau pasti Airin akan memberontak, tak lupa sebelah tangan nya menahan pinggang Airin agar dirinya lebih dekat dan Uncle mampu mendekap nya.
Gigitan kuat di bibir Uncle Angga yang di lakukan Airin, serta dorongan itu mampu membuat Uncle Angga menjauhinya.
"Brengs*k!" Ucap Airin dengan kasar langsung menampar keras pipi Uncle Angga.
"Apa mau mu! Apa maksud mu! Jaga batasan mu dokter!!! Apa kau tak memiliki sopan santun! Apa bibirmu terbiasa mengecup bibir wanita lain!" Teriak Airin menggema dengan air mata yang luruh ke lantai.
"Airin, aku hanya tak ingin kau... " Ucap Uncle Angga tergagap!
"Pergi dari rumah ku! Jangan pernah kembali! Pergi!!! Kau tau bukan dimana letak pintu keluarnya!" Sorot mata Airin sudah menajam dan kakinya melangkah ingin meninggalkan Uncle Angga.
Namun sebelum menjauh, Uncle Angga sudah menariknya kembali kedalam pelukan nya, dengan posisi memeluk dari belakang!
"Lepaskan Uncle!!!!" Ucap Airin memberontak.
"Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!" Lirih nya mendekap Airin dalam pelukan nya, sebelum 2 kata mampu membuat tubuh Airin membeku diam dalam dekapan Uncle Angga.
"Aku mencintaimu!"
🎶
__ADS_1
Happy Reading ❤❤❤