
"Ma? Mas Angga di rumah?" Ujar Airin bertanya pada Mama Siska, ah sialan! Apa tadi? Mas?
Ya mau bagaimana lagi, tidak mungkin Mama Siska mengetahui jika selama ini Airin memanggilnya dengan sebutan Uncle bukan?
Lirihnya tampak malu.
"Kok mas si? Kan kamu bakal jadi mantu Mama! Panggil nya Sayang gitu? Darling? Atau Cintaku!" Ujar Mama Siska tampak menggoda.
Satu yang dapat di tarik kesimpulan, Bahwa gen dari Mama Siska yang membuat Uncle Angga terkadang menjadi manusia bucin paling menyebalkan.
"Malu Ma!"
"Ke kamar aja! Sana Naik! Paling juga masih tidur! Semalam dia pulang larut, katanya ada operasi dadakan!"
"Tak apa ma? Airin ke atas? tak menganggu? Lebih baik Airin tunggu disini sama Mama!" Tolaknya dengan nada halus.
"Ke atas saja! Itu anak kalau engga di bangunin ya engga bangun sayang! Udah sana!"
Tok
Tok
Tok
"Uncle! Uncle bangun!" Nihil setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar calon suaminya, sama sekali tak ada jawaban dari si pemilik kamar.
Tangannya perlahan memegang handle pintu dan menariknya! "Tidak terkunci!" Ujarnya masuk dengan kepala dulu yang mengintip.
Lenguhan nafas panjang membuat Airin harus memiliki stock sabar, sang pangeran tengah tidur meringkuk di bawah selimut.
Uncle bangun?
Bangun Baby!
Baby! Sudah pagi! Ayo bangun.
Berbagai kata pendek di susun dalam otak Airin sebelum dirinya membangunkan Uncle Angga. Tampak sangat menggelikan.
Hua!!! Mommy! Papi! Airin harus gimana ini. Ujarnya bingung, bertanya pada diri sendiri apa yang harus di lakukan nya.
"Uncle!!!!" Ujarnya menggoyang pelan tubuh Uncle Angga.
"Ma! Angga ngantuk Ma! Udah sana Mama keluar aja! Angga mau tidur jangan ganggu!" Ucap Uncle Angga mengigau dan menepis kasar tangan Airin.
"Uncle!!! Bangun!! ini Airin!!!" Ujarnya setengah berteriak.
"Arghhhhh!!!!!" Keduanya sama-sama kaget dan berteriak!
"Uncle! Kenapa kau tak memakai baju! Kau mengotori mata ku yang suci!"
"Baby! Kenapa kau masuk ke kamar ku!" Jawabnya kaget langsung terduduk dari posisi tidur nya.
"Mama! Itu nyuruh aku bangunin!" Ucapnya gagap masih menutup mata.
"Itu ah!!! Pakai baju dulu Uncle! Astaga kenapa kau tak pakai baju semalaman, kau pasti kedinginan kan? Hingga tidur meringkuk seperti itu!" Cerahnya.
"Baby! Buka matamu!"
__ADS_1
"Tak mau!"
"Aku sudah memakai baju ku!" Ujarnya memberitahu.
"Hah.... "
"Kenapa kau kesini hem?"
"Aish! Kau janji kan hari ini kita harus fitting baju dan melakukan beberapa foto prewedding?
"Astaga aku lupa!" Lirih nya langsung berdiri.
"Tunggu disini! Jangan turun! Aku kan mandi sebentar!" Ujarnya mengecup kening Airin dan berlari masuk melesat ke dalam kamar mandi!
Dering telfon kekasihnya membuat Airin sedikit berteriak, "Baby ada telfon!" Ucapnya memberitahu.
"Angkat saja! Handphone nya ada di laci!" Ujarnya memberitahu.
"Kau yakin?"
"Ya! Angkat saja."
Tangan nya terkulur untuk membuka laci meja, memilih di jajaran rak berapa Kira-kira letak handphone Uncle Angga.
"Nah ini dia!" Sebelum Airin mengangkat telfon itu sudah terputus, "Hah...." Dengan kasar ia menarik laci,
Tak!
Tarikan kasar itu membuat satu figura mengenai tangan Airin yang tengah menarik laci.
"Mommy" Lirih nya.
...Hai kekasih impian?...
...apa kabar?...
...apa kau bahagia dengan suami mu!...
...Kau tega padaku! Di saat aku tak bisa memilikimu, menyerah kan mu pada orang lain!...
...Tapi mengapa orang itu tak bisa menjagamu......
...Mengapa kau pergi secepat ini Senjaku....
...Apa salahku!...
...Senja, apa aku terlalu bodoh? Bodoh telah mencintai mu semenjak SMA bahkan menjaga mu saat kita duduk di bangku perkuliahan....
...Gadis pertama yang membuat semua tatanan kehidupan ku menjadi gila......
...Cinta? haha aku terlalu mencintai mu Senja,...
...sangat! Bahkan saat ragamu sudah pergi meninggalkan bumi! Aku tetap mencintaimu....
...Hingga di umurku yang setua ini! Ah dewasa, aku belum memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita!...
...Ketahuilah! tak ada satu pun wanita yang bisa menggantikan posisi di hatiku Senja.......
__ADS_1
Separuh kata telah terbaca, tak tau ia harus senang atau bersedih!
Uncle Angga adalah Laki-laki terbaik dan sangat setia, itu tak perlu di ragukan lagi bukan?
Sedih? siapa yang tak sedih? Apa itu artinya Uncle tak mencintaiku?
...Senja? Kau tau!...
...Saat aku mendengar kabar buruk tentangmu!...
...Secara tak langsung kau memintaku untuk kembali ke tanah air ini Senja....
...Hah... apa kau marah?...
...Kau tau! Mama selalu memaksaku untuk menikah sehingga aku terpaksa menjebak gadis bernama Airin menjadi pacar kontrak ku!...
...Ya! Aku memanfaatkan keadaan nya yang membutuhkan uang demi keuntungan pribadiku! Menghindari perjodohan itu Senja!...
...Entahlah! Aku tak tau kenapa aku lebih memilihnya dari pada gadis yang lain....
...Dia sangat merepotkan bagiku! Tak seperti dirimu!...
...Tapi kau tau Senja! Tatapan mata miliknya sangat mirip seperti mu!...
...Apakah aku laki-laki paling egois!...
...Menahan Airin karena dia mirip dengan mu?...
...Sangat mirip!...
...Bahkan aku serasa menemukan dirimu kembali dalam diri Airin!...
...Bagiku! Tak kan ada seorang pun yang bisa menggantikan mu! Angga Yudistira mencintai Senjaku❤...
Brak!
Pyar!
Untuk kata terakhir ini, terasa sangat sesak dalam dada Airin, sangat dan sangat.
Apa? Uncle Angga mencintainya dalam sosok Senja? yang tak lain Mommy nya!
"Baby! Aku bisa jelaskan!" Lirih Uncle Angga yang sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.
"Baby! Please! Dengarkan aku! Aku bisa jelaskan!" Ucapnya mencoba membujuk, kala Airin hanya diam tak menunjukkan reaksi apapun.
"Hah..... "
"Aku kecewa dan terimakasih! Aku dan Mom berbeda meski aku gadis yang lahir dari rahim nya! Kau benar Uncle! Mommy adalah wanita terbaik! Dia beruntung bisa di cintai Papa, dan laki-laki seperti mu!" Lirih Airin melangkah pergi.
Tarikan tangan, membuat Uncle Angga mendekap tubuh Airin dalam pelukan nya, sangat kuat dan erat.
"Please! Dengarkan!!! Aku mohon!!" Lirihnya terus memohon belas kasih.
"Lepaskan!" hanya satu kata dan berontakan itu yang terus Airin layangkan pada tubuh Uncle Angga!
🎶
__ADS_1
Happy Reading.
Maaf telat, author bersih-bersih kamar tadi hihihi 🤣🤣🍾