Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-58


__ADS_3

"Baby!" Ujar Airin menggoyang tubuh suaminya.


"Hem.... Kenapa?" Tanya Uncle Angga, matanya masih saja terpejam, ia baru pulang jam 9 malam dan baru bisa terpejam pada pukul 10 malam.


Namun baru beberapa jam mengarungi mimpi istri kecilnya sudah membangunkan dirinya.


Rangkaian ngidam apa yang di rencanakan sang istri dalam otak kecilnya! Semoga tak aneh-aneh!


"Baby! Ih....!"


"Ya sayang... Kenapa?"


"Pengen indomie!" Lirih nya.


"What? Tapi itu tak sehat Baby!"


"Yaudah!" Ujar Airin, kali ini tubuhnya langsung membelakangi tubuh Uncle Angga.


Hah... Sabar Angga.. Sabar... Kurang 6 bulan lagi... Tahan...


"Beli spaghetti saja ya?" Ujar Uncle Angga bernegosiasi.


"No Baby! Indomie! Dan kau yang memasak!"


"Tapi itu.... "


"Dedek yang sabar ya! Besok kalau lahir Mommy akan siap in tisu yang banyak! Pasti dedek ileran ya nanti? karena gak di turutin sama Daddy kan?" Celetuk Airin, mengelus perutnya yang mulai mengembang.


"Oke-oke! Jangan berucap seperti itu! Akan ku buatkan kau tunggu di sini ya!"


"Nah gitu dong, aku tunggu! Aku mencintaimu Baby!" Ujar Airin mencium pipi sang suami.


Mata di paksa untuk terbuka dengan kaki yang melangkah sebal menuruti permintaan istri kecilnya.


Enak saja, bibit pertama Angga Junior ileran!!! Buatnya udah susah dan sepenuh hati siang malam, harus unggul dong!!! gak boleh ileran.


...*******...


"Baby! Ini!" Ujar Uncle Angga membawa nampan berisikan mie dan susu hangat coklat khusus untuk ibu hamil.


"Aku tak mau!"


"Apa tadi? Kau... Hah... Baiklah, lalu mie ini siapa yang akan memakan nya Baby?"


"Kamu.. "


"What aku? Tapi... "


"Kok protes terus si? Kenapa? Gak suka? Gak mau? Ini kemauan si dedek pengen liat Daddy nya makan mie!" Ketus Airin dengan nada sebal.


Apa lu kata? Permintaan dedek? Lu kira itu janin bisa ngomong apa? Nyawa aja belum ada. Disini yang dokter siapa sih? Kok gue di begoin sama istri sendiri!!!


"Tapi kau kan tau Baby! Aku tak memakan makanan seperti ini!" Ujarnya bernegosiasi.


"Ya demi si dedek ya harus makan!"


"Tapi..... "


"Mau nih dedek nya ntar ileran!"


"Stop Baby! Jangan berkata seperti itu! Oke! Aku akan memakan nya!" Pasrah Uncle Angga nelangsa.


Mie dan sejenis makanan cepat saji yang di awet kan, Ah.. Uncle Angga tak pernah memakan makanan seperti itu, dirinya sudah menjaga pola hidup sehat agar berumur panjang dan bisa melihat putra putri mereka tubuh dan memiliki cucu.

__ADS_1


...***********...


"Lu kenapa?" Ujar Airin mendudukkan dirinya di kursi, kali ini akan di selenggarakan acara 4 bulanan di rumah nya.


"Airin?"


"Hem.... "


"Gimana keadaan calon keponakan gue!" Ujar nya berkilah.


"Gak usah ngalihin pembicaraan! Udah jawab gue!!! Lu kenapa?"


"Aku... Gak papa!"


"Lu suka sama Shinta, tapi hati lu gak mau ngakuin itu!"


"Apa tapi.... "


"Jangan pernah lu kehilangan cinta untuk kedua kali nya!"


"Ngaco lu ya! Mana mungkin gue suka sama Shinta?"


"Itu yang tau hanya lu! Dah gue mau masuk!" Ujar Airin berdiri, "Shinta juga suka sama lu! Jangan sampai lu keduluan sama dokter itu!" Ujar Airin melenggang pergi.


"Bisa kau jelaskan Baby!" Celetuk Uncle Angga yang bersidekap.


"Apa?"


"Baby!" Kata itu di tekan penuh.


"Udah bunting gini! Gak usah cemburu!" Ujar Airin pada sang suami.


"Tapi dia kan?"


"Kau nakal sekali hem?" Seringai licik di sunggingkan oleh Uncle Angga.


...*********...


"Gue pengen bicara sama lu!" Ujar Elang yang langsung menerobos masuk ruangan Shinta.


"Apa si lo! Main nerobos aja!"


"Penting!"


"Maaf dok, saya sudah melarangnya, tapi dia tetap masuk?"


"Tak apa Sus, dia teman saya!" Ujar Shinta menjelaskan,


"Baik saya permisi dulu dok!" Ujar suster melangkah pergi.


"Kenapa? Gue kan masih magang ini!"


"Hah... Gue.... "


"Shinta keruangan saya!" Ujar dokter Edo langsung masuk, "Eh maaf ada tamu ternyata!"Ralat dokter Edo tak enak hati.


"Shinta hari ini izin dulu! Gue udah bawa suratnya, udah izin sama pimpinan juga!" Celetuk Elang menyerahkan selembar amplop.


"Dan lu ikut sama gue!" Ujar Elang lagi, kali ini ia menarik tangan Shinta untuk berdiri dan mengikuti nya.


"Lepas ih! Kenapa si seenaknya gitu! Main izin-izin aja!" Protes Shinta


"Gue gak suka lu deket-deket sama itu dokter!"

__ADS_1


"Lha kenapa? Kan dia pembimbing gue!"


"Gak usah bantah deh!"


"Lha kenapa?" Ujar Shinta terus memprotes.


"Gue suka sama lo! Puas!"


Deg


Deg


Deg


"Apaan si loh! Gak lucu bercandanya."


CUP


Kecupan singkat langsung mendarat pada bibir Shinta, satu tangan menekan tengkuk gadis itu, satu tangan di pergunakan untuk menahan pinggang Shinta.


Plak!


Dorongan, lalu tamparan keras mendarat pada pipi pemuda itu.


"Brengs*k! lu kenapa mencuri ciuman pertama gue!" Ujar Shinta dengan kilatan amarah.


"Sorry! Gue serius suka sama lu! Dan asal lu tau, itu juga ciuman pertama gue!" Ujar Elang serius.


"Sakit lo! Gue pulang!"


HAP


Dekapan lembut, dari belakang. Menahan tubuh gadis itu agar tak kemana-mana.


"Plis! Lu harus percaya. Gue suka sama lu Shinta! gue gak tau sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi gue sakit kalau lu deket sama cowok lain!" Lirih Elang melembutkan, kepala nya di jatuhkan pada pundak gadis itu.


"Hiks... Hiks.... "


"Kenapa?" Ujar Elang membalikkan tubuh Shinta, tampak air mata gadis itu mengenang di pelupuk mata.


"Sorry! Kalau lu suka sama itu om dokter! Gue gak papa! Lupakan perasaan gue yang tadi!"Ujar Elang menepuk bahu Shinta,


Rasa sakit itu terulang lagi, dimana dirinya harus merelakan orang yang di sayang untuk orang lain, dunia begitu kejam pada dirinya.


"Yaudah! gue anter pulang!"Ujar Elang sudah ingin melangkah pergi.


"Jangan pergi! Gue juga sama lu!" Ujar Shinta mendekap tubuh pemuda itu.


"Lu serius kan?" Ujar Elang masih tak percaya.


"Ya! Gue serius!"


CUP!


"Shinta! Lu ambil ciuman kedua gue!" Lengguh Elang!


"Bhahahaha... Impas!" Ujar Shinta tersenyum.


Rasanya bahagia, kala cinta itu bersambut dengan baik. Tuhan ternyata memang benar adanya. Ia menciptakan rasa sakit seiring dengan kebahagiaan yang akan kita peroleh di masa depan.


Terimakasih! Telah memberikan dia wanita yang selalu ada untukku! Aku mencintai mu Shinta ku! -Elang-


🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2