Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-36


__ADS_3

"Uncle? Kenapa kita di pantai?" Tanya Airin tak mengerti saat mobil yang di kendarai keduanya berhenti di parkiran pinggir pantai, Kalian tau bukan? Suasana malam pukul 7 di pinggir pantai? Hanya gelap dengan angin yang berhembus begitu kuat.


"Pegang tangan ku, Kau percaya bukan?"


"Tapi?" Ucap Airin meragu untuk menerima uluran tangan Uncle Angga.


"Ayo!" Ucapnya menarik paksa tangan Airin untuk ia genggam dan melangkah menuju ke laut,


Yeah! Ku kira makan malam romantis di restoran, duduk anggun! kan udah pake dress cantik gini, ini mah malah di bawa ke pantai, ngapain coba pasti ini Uncle mau mesum! Terka Airin dengan segala pemikiran negatifnya.


"Kau tak sedang mengumpatiku bukan?"


"Eh... Tidak Uncle!"


"Hem, baiklah.... "


"Uncle, kau tak ingin berbuat mesum disini bukan?" Ucap nya berjinjit, kata mesum ia bisik sepelan mungkin kala didepan keduanya sudah ada satu kapal besar yang tengah menunggu.


"Bhahahaha..." Gelak tawa tak dapat di hindari dokter tampan ini, bagaimana bisa Airin memiliki pemikiran seperti itu,


"Uncle.... " Ucap nya tak suka langsung melepas pegangan tangan dengan mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah maafkan aku, apa wajahku semesum itu?"


"Ya! Kau begitu mesum, kau saja sering mencium ku secara tiba-tiba!"


"Wow apa itu benar nona? Seperti apa sikap ku saat mencium mu secara tiba-tiba?" Jebakan Uncle Angga pada gadis polos di hadapan nya.


"Kau menaruh tangan mu disini! Lalu mendekatkan..... Uncle, kau mengerjaiku!" Sadar Airin kala posisi keduanya begitu intim.


"Aku baru tau nona Airin semesum ini?"


"Apa? Itu tak mungkin!" Kilahnya.


"Hahahaha, aku tak akan berbuat mesum padamu Airin, ayo!" Ucap Uncle Angga menuntun Airin untuk naik ke atas kapal pesiar itu.


...*****...


"Ini, jagung untuk mu!" Ucap Shinta menyodorkan jagung bakar kepala Elang,


Pemuda ini masih saja bersedih dan entah apa yang membuat nya tiba-tiba menelfon Shinta di jam 9 malam hanya untuk ingin di temani keluar.


Jika tak cinta, mungkin calon dokter ini akan menyuntikkan sianida pada sahabat nya agar tak menganggu waktu istirahat miliknya.


"Terimakasih, kau baik sekali padaku!" Jujurnya mengambil jagung bakar, menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


"Hem, setelah ini jangan menyusahkan ku!"


"Hehehe, hanya kau yang mengerti keadaan ku bukan? Kau kan sahabat terbaik yang ku punya!" Ucap Elang merangkul pundak Shinta.


"Cih! Bilang sahabat kalau ada butuhnya doang!" Cibir Shinta melepaskan tangan Elang di pundaknya.


"Lalu? Aku harus bilang apa?"


"Hm... " Cueknya memakan jagung bakar miliknya.


"Sayang terimakasih telah menemaniku malam ini! Kau terbaik." Ucap Elang dengan lembut, dan kedua bola matanya menatap Shinta dengan penuh harap.


Deg... Deg... Deg.... Ini gila, jantung Shinta seakan berhenti berdetak, dokter cantik ini tergugu dengan apa yang telah di ucapkan oleh Elang? Benarkah Elang mencintainya? Apa cintanya bersambut?


"Hahaha, muka lu kenapa? Merah gitu?" Tawa Elang pecah, pada akhirnya Shinta tau bahwa itu hanya sebuah candaan, sirna lah mimpi dan semua harapan Shinta.


"Sudah malam, ayo pulang!" Ucap Shinta berdiri, ia menormalkan degub jantungnya.


hatinya perih kala, arhhh kata itu.


...*******...


Airin duduk dengan anggun di kursi yang telah di siapkan untuknya. Tampak gugup, beberapa kali menyeka keringat di dahinya, meski ruangan dalam kapal pesiar itu bersuhu dingin. Yang pasti, sosok pria didepan nya yang begitu tampan membuat suhu tubuhnya mendadak sangat panas dan argh....


Mulut nya tampak membisu sangat tak bisa di pergunakan untuk mengunyah, apa mulutnya telah kehilangan fungsi?


Astaga Uncle, stop berhenti menatap ku seperti itu! kau membuatku sangat gugup!!!


"Ehm, enak kok! Aku suka! Ayo... Ma.. kan." Gugupnya berusaha tersenyum. Makanan ia telan dengan susah payah dan didorong masuk ke dalam lambung miliknya.


Tampak hikmat, makan malam di atas kapal pesiar, nyatanya lebih romantis dari apa yang kita bayangkan, ah lebih romantis dari pada hanya duduk di restoran mewah. Terlalu biasa.


"Ayo ikut aku!" Tuntun nya keluar saat keduanya telah selesai dengan dinner malamnya.


"Indah sekali!" Ucap Airin melangkah lebih cepat beberapa langkah lebih dulu dari pada Uncle Angga.


"Ini sangat indah Uncle," Gumamnya terkagum, kala melihat sekeliling kapan di desain cantik sedemikian rupa. Lampu kecil tampak menyala dan berganti warna, jangan lupakan pernak pernik yang mendukung kesempurnaan pencahayaan kapal pesiar itu.


"Airin!" Panggil Uncle Angga,


"Uncle apa yang kau lakukan!" Peliknya kaget kala melihat Uncle Angga tengah berlutut di hadapan nya, dengan buket bunga mawar merah dan satu buah cincin.


"Entahlah, aku tak tau harus memulai dari mana, yang pasti aku sangat tak suka jika kau berdekatan apalagi bersentuhan dengan laki-laki lain selain diriku! aku hanya ingin semua dunia mu berpusat kepadaku, maaf jika kalimat ku terlalu egois menurut mu! Yang pasti kau membuat ku serakah akan semua hal dari dirimu! Airin, Maukah kau menjadi ibu dari anak-anak ku? Maukah mau menghabiskan seluruh hidupmu dengan pria tua seperti ku? Will You Marry me Airin Rienja Dirgantara?"


"Uncle hiks...hiks... Yes! I will Angga Yudistira!"

__ADS_1


"Thanks baby!" Ucap Uncle Angga langsung berdiri memasangkan cincin indah bertahtakan berlian pada jari manis Airin tak lupa buket buket mawar merah di berikan pada gadis itu.


Pelukan hangat membawa keduanya memulai hubungan cinta yang ada di hati mereka, menjalani semuanya berdua dengan segala tantangan pahit manis kehidupan.


Entahlah, kurasa ini tak terlalu cepat bukan? Tak salah bukan? jika hati kecilnya menerima laki-laki yang pantas di panggil Uncle olehnya?


Hingga pelukan itu terurai, kala kembang api bersahutan memperindah langit malam pada saat itu.


Menakjubkan!!! Semua sangat sempurna.


"Kau suka baby?"


"Ya! Terimakasih!" Ucap Airin tersenyum, keduanya menikmati tiap gemerlap kembang api yang menghiasi langit malam.


Hembusan angin membuat keduanya sadar, bahwa malam kian larut dan keduanya harus bergegas menepi dan pulang tak baik kan, jika terkena angin malam seperti ini ditengah laut?


"Kau dingin?" Tanya nya lembut.


"Ya, angin berhembus lebih kencang saat waktu kian larut malam, ini hal wajar bukan?"


"Hem, kemari lah baby!" Ucapnya langsung mendekap Airin dalam pelukan hangat,


"Jangan berharap aku akan memberikan jas yang ku kenakan untukmu! Aku tak kan melakukan hal yang sama seperti orang lain lakukan!"


"Eh?" Gagap Airin,


"Tapi, akan ku berikan tubuhku untuk memelukmu sebagai penghangat! itu lebih mengasikkan dari pada hanya sebuah kain tebal bernama jas bukan? Jika kau bisa mendekap tubuh pemilik jas maka, jangan berharap jas itu menghangatkan mu!"


"Kau terbaik!" Ucap Airin tersenyum.


"Dan aku mencintaimu baby!" kata singkat dengan kecupan akhir di bibir untuk gadis kecil yang berhasil meluluhlantakkan dunianya.


Senja, maaf jika aku lancang mencintai putri kesayangan mu! Kuharap kau jangan pernah cemburu karena ada wanita lain yang sudah menguasai seluruh tempat di hatiku yang dulu hanya ada namamu -Angga Yudistira-


"Tuhan, akhirnya aku tau bahagia apa yang telah kau rencanakan untukku! Meski pertemuan ku begitu menyakitkan dengan nya, Tentang rasa pesimis akan dia yang tak pernah menganggap ku sebagai wanita dan mencintaiku! Namun malam ini kau tunjukkan padaku, bahwa dirinya lah yang akan menjadi rumah dimana tempat ku pulang! Tuhan, aku percaya bahwa ada bahagia yang tak mampu ku ungkap dengan kata setelah kesakitan yang sudah ku terima! Uncle Angga, aku mencintai mu dan menerima mu menjadi imam ku! -Airin Rienja Dirgantara-


...🎢🎢🎢🎢...


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Happy Reading❀


Apakah sudah puas untuk 3 bab hari ini para readers? atau masih kurang?


jangan lupa ucapin selimit loh yaπŸ˜†

__ADS_1


yang di lamar siapa? yang senyum siapa ihπŸ˜†


__ADS_2