Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-45


__ADS_3

"Itu... " Tunjuk Mama Siska pada sang putra.


"Ma! Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Airin begitu lirih,


"Hanya itu yang di lakukan nya, duduk menyendiri. Ia tak mau makan sama sekali! Bahkan saat Mama mengajaknya berbicara, hanya bola matanya yang bergerak, selebihnya ia akan kembali pada posisi semula!" Lirih nya.


Kesehatan sang putra sangat mengkhawatirkan, tubuhnya tampak begitu kurus dan tak terawat. Tak ada asupan nasi pun yang ia mau makan. Hingga Mama Siska yang juga merupakan seorang dokter, harus memberikan suntikan vitamin dan menjaga kecukupan energi.


"Ma, Airin minta maaf! Pasti ini semua karena Airin!" Lirihnya sesal menyalahkan dirinya sendiri.


"Semua sudah takdir nya Airin, Mama Minta tolong, sembuhkan putra mama.


Mama Minta maaf jika dia mengecewakan mu, tapi lihatlah kondisinya sekarang, tak ada satupun ibu yang tega melihat putra semata wayang nya seperti itu!" Lirih Mama Siska, akhirnya air mata yang di tahan pun lolos mengucur di sudut matanya.


...*****...


Kakinya melangkah pelan ke arah Uncle Angga yang duduk termenung di kamar pribadinya, tangan nya senantiasa menggenggam foto Airin yang ia letakkan di dadanya.


"Uncle!" Lirihnya memanggil dengan lembut.


Nihil.


Tak ada reaksi apapun yang di tunjukkan Uncle Angga kala dirinya di panggil.


"Uncle!" Panggilnya lagi, namun kali ini tangan Airin terkulur untuk mengusap lembut pipi Uncle Angga.


"Hiks.. Baby Maaf! Maaf! Aku benar-benar mencintaimu!" Lirihnya mencium dan memeluk figura itu, masih tak menghiraukan kehadiran Airin yang ada di samping nya.


Ada rasa sakit menghujam dalam diri Airin, kala melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Uncle Angga, ditarik dengan kasar figura kecil yang di dekap.


"Jangan ambil Airinku! Kembalikan!" Bentaknya pada sosok Airin yang mengambil figura itu.


Pyar!


"Hiks... Kau menyakiti Airinku!" Lirihnya berkaca-kaca melihat serpihan kaca figura itu.


"Uncle!!!! Lihatlah!!! Aku disini Uncle!!! Airin mu ada disini! Sadarlah Uncle!" Ucapnya menakup kedua pipi Uncle Angga untuk menatap nya.


"Airin ku!"


"Ya Baby! Aku disini!! Lihatlah dengan benar!!" Ucapnya lagi sedikit menggoyangkan wajah Uncle Angga.


"Hiks... Jangan tinggalkan aku! jangan pergi!" Lirih Uncle Angga langsung tersadar dan memeluk Airin dalam pelukan nya.


"Aku tak akan meninggalkan kamu Baby! Tenanglah!" Mengusap lembut.


Maafkan aku Baby! Maaf telah membuat mu seperti ini! Lirih Airin dalam hatinya, membalas pelukan itu dengan mengusap lembut punggung laki-laki yang di cintai nya.


Kecewa memang ada, tapi cintanya jauh besar dengan laki-laki yang saat ini dalam pelukan nya dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.

__ADS_1


"Kau sudah makan?" Tanya Airin, yang di balas dengan gelengan lemah oleh Uncle Angga.


"Baiklah! Tunggu sebentar! Aku akan mengambil makan untukmu!"


"Hiks... Jangan pergi! Kau tak boleh pergi! Tak boleh!" Ucapnya dengan ketakutan, genggaman tangan itu kembali menguat tanpa ingin melepaskan.


"Baby! Aku tak pergi! Hanya ke bawah mengambilkan makanan untukmu!" Ucap Airin memberikan pengertian.


"Jangan pergi! Jangan pergi! Jangan tinggalin aku!"


"Hah, baiklah! Jangan menangis ya! Aku disini. Aku tak akan pergi!"


"Airin, Mama bawakan ini!" Celetuk Mama Siska yang tiba-tiba datang membawakan semangkuk bubur dan susu hangat.


"Ma terimakasih."


"Mama yang harus nya berterima kasih padamu! Ya sudah Mama kebawah dulu ya!"


"Ya Mama!"


...****...


"Terakhir ya!" Ucap Airin memberikan suapan terkahir pada Uncle Angga.


"Nah sudah! Ini minumnya!" Ucap Airin menyodorkan susu hangat.


"Gak mau! Kalau nanti aku tidur! Kamu pergi!" Lirihnya menarik tangan Airin untuk di dekap, bak seperti anak kecil yang tak rela jika di tinggal oleh Mommy nya pergi.


"Baby! Aku tak pergi! Aku akan menemanimu disini!" Lirihnya mengusap lembut, memberikan ketenangan.


"Yaudah kau tidur disini saja!"


"Tapi... "


"Hiks.... kau menolak ku! Berarti kau akan pergi kan? Setelah aku memejamkan mata?"


"No Baby! Baiklah aku akan menemani tidur." Ucap Airin naik ke atas ranjang yang sama dengan Uncle Angga.


"Sudah tidur!" Peringati Airin kala Uncle Angga tak kunjung menutup matanya, tangan nya dengan nakal mempermainkan helaian rambut milik Airin. Menggulung dan mengurainya lagi dengan jari.


"Baby? Kau tak pergi lagi kan?" Harapnya cemas menatap lirih dengan mata berkaca-kaca.


"Sudah ku katakan aku tidak akan pergi, Jika kau tak segera tidur! Aku akan benar-benar pergi!? " Ancam nya.


"Baiklah!" Ucapnya pasrah memeluk Airin dengan sangat erat.


...*****...


Getar telfon membuat Airin perlahan mengurai pelukan Uncle Angga yang sudah terlelap dengan nyaman.

__ADS_1


"Hallo Uncle!"


"Ya Nona, saya ingin mengabarkan bahwa semua tiket pesawat dan tempat anda menginap sudah siap semua! Anda tinggal berangkat!"


"Uncle, Tapi maaf. Apa tak ada universitas dalam negeri yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Dirgantara? Aku tak bisa berangkat dalam waktu dekat! Keadaan Uncle Angga sangat memprihatinkan!"


"Maaf Nona, hanya ini yang bisa saya lakukan!"


"Uncle! Aku mohon! Airin mau , tapi Airin hanya mengajukan universitas negeri saja Uncle! Airin mohon!"


"Nona... "


"Uncle Dony! Ini perintah untuk Uncle! Maaf! Uncle harus mencarikan jalan keluar, untuk Airin tak pergi dari Indonesia!" Ucap Airin menutup telfon miliknya.


"Hiks... Kau bohong! Kau pergi!!" Pekik Uncle Angga yang langsung terduduk dalam sisi ranjang kala tak mendapati Airin dalam sisinya.


"Hiks... " Tangisnya kembali pecah memenuhi ruangan itu.


"Astaga Baby! Aku disini! Jangan menangis Oke!" Ucap Airin yang datang dan memeluk nya.


"Kau pergi!"


"No Baby! Aku hanya mengangkat telfon sebentar! Sudah lah, Tidur lagi ya!" Bujuk Airin.


"Tak mau! Aku ingin menikah dengan mu hari ini!"


"Eh... "


"Aku ingin menikah hari ini! Pokoknya hari ini!" Ucap Uncle Angga merenggek.


Ini kok udah mode ngeselin sih! Di kira nikah kayak beli cilok di abang-abang. Langsung pesen terus jadi! Ini mah Uncle-uncle pengen di toyor kepalanya! biar sadar!!!


"Baby! Kau kan masih sakit! Nikahnya besok saja ya? Kan kita juga butuh persiapan yang matang!"


"Sekarang! Pokoknya Nikah sekarang! Gak mau nanti-nanti! KUA masih buka! Aku tak mau kau pergi, kalau kau jadi istriku! Kau tak mungkin pergi! Pokok nya nikah! Sekarang! Ayo!" Ucap Uncle Angga langsung bangkit dan menggandeng tangan Airin.


Gustih!!! Ini Uncle minta di jitak kepalanya! Gak lihat diri Apa!!! Dia itu masih pake piyama tidur! Ya kali mau ke kua buat nikah! Gak elit banget ih, Orang-orang nikah pake kebaya dan gaun, jas rapi! Nah ini pake piyama tidur! Gerutu Airin dalam hatinya.


🎶


Happy Reading.


Dah tarik aja uncle! Langsung KUA!


Eh ini sabtu Uncle, KUA tutup, kan 5 hari kerja? 😆🙈


Udah 2 bab ya hari ini? CUKUP?


...*****...

__ADS_1


__ADS_2