Uncle Dokter, JODOHKU!!!

Uncle Dokter, JODOHKU!!!
UDJ-35


__ADS_3

Seng sabar hyung.....


musim penghujan, author males nya tingkat dewa gak ketulungan, pengen merebahkan diri seharian hihihi.


Yok lah monggo diwaos (dibaca) 😂


🍒🍒🍒


"Papa.... " Teriak Clara begitu bahagia, ia langsung mendekap sang Papa saat melihat pria paruh baya itu sampai di rumahnya.


"Kangen hiks.... " Lirihnya, meski usianya menginjak dewasa, Clara tetaplah gadis kecil yang menyayangi papanya.


"Papa juga kangen sama Clara!" Ucapnya mendekap sang putri lebih erat,


Derap langkah kaki mendekati keduanya, Ibu Rika tersenyum kala melihat suaminya sudah kembali ke rumah.


"Papa, Clara duduk dulu yuk, Mama sudah buatkan teh hangat dan cemilan untuk kalian berdua!"Ucapnya tersenyum bahagia.


"Pa, bagaimana papa bisa bebas? pasti polisi sudah sadar bahwa papa tak bersalah bukan? pasti Airin yang jahat itu yang di penjara kan pa!" Tebak Clara mencercah dengan pendapat yang ada di dalam otak kecilnya.


"Clara! Jaga bicaramu!" Ucap Mama Rika tak suka dengan perkataan putrinya.


"Ma tapi.... "


"Mama mu benar sayang, Airin lah yang membebaskan Papa!"


"Pa? Kau pasti berbohong kan?" Tanyanya tak percaya.


"Itu benar sayang! Papa tak membohongi mu? Kau harus minta maaf pada Airin jika kau pernah ada salah dengan nya! Dia gadis yang baik!" Ucap Papa Surya dengan penuh pengertian.


...*****...


"Hallo Uncle?"


"Kau sudah menerima paket ku bukan?"


"Iya?"


"Jam 7 malam aku jemput! Tak perlu dandan cantik kau sudah cantik! Pakai baju yang aku berikan itu! Bye sayang! Muachhh!!" Ucap Uncle Angga menutup telfon di ujung sana.

__ADS_1


Masih terpaku dengan semuanya, kala ia melangkah masuk ke rumah setelah rasa letih menerima perkuliahan hingga sore hari pukul 3 , namun Bi Minah tiba-tiba mengejutkan dirinya dengan sekotak paket berisikan gaun indah.


Kencan? Apa itu benar? Apa secara tak langsung Uncle Angga mengajaknya untuk berkencan bukan?


Cubit Airin sekarang Tuhan! Rasanya tak percaya hingga tubuh letih nya berubah menjadi senang dan riang, berguling ke sana kemari, Ah sialan kau Uncle! Membayangkan saja sudah membuat pipi Airin begitu merah merona.


Jantungnya berdegup kencang membayangkan Uncle Angga akan berpakaian dengan jas dengan warna senada gaun nya, mengajaknya?


Agggrrhhhhh... Aku harus tampil cantik malam ini.


Apa pengaruh Airin begitu besar terhadap dirinya? Jam baru menunjukkan pukul 4 sore tapi Uncle Angga sudah melangkah pulang ke rumah, senyum selalu mengembang di bibir pria dewasa ini.


Katakan jika para suster ingin langsung di nikahi oleh nya karena senyum itu! Oh No!!!! Pria yang menyandang status dingin kini bisa tersenyum sangat ramah,


"Mama Angga pulang!" Ucapnya masih tampak tersenyum langsung mengecup pipi sang Mama yang tengah duduk santai menonton sinetron bersama suaminya.


"Pa! Apa benar itu putramu?" Bisik Mama Siska pada suaminya.


"Mama ih? Apa Angga terlihat lebih muda dan tampan sehingga Mama tak bisa mengenali Angga?" Ucap Uncle Angga memperagakan dirinya di depan sang Mama.


"Pa! Putramu kerasukan!!!" Ucap Mama Siska takut.


Air minum di gelas di guyur langsung ke arah putranya dengan kalimat berucap "Minggir kau! Pergi kau setan dari tubuh anakku!"


Papa Yudistira terbahak melihat tingkah istri yang menguyur anaknya, ditambah dengan muka nelangsa yang di tunjukkan Angga!


Muka dengan segudang protes. "Ma aku menggutukmu!" Ucapan itu hanya tertahan dalam hatinya.


"Mama, Angga tak kesurupan! Ini sudah zaman digital! Zaman modern!" Ucap Angga mengerucutkan bibirnya.


"Ya suruh siapa senyum-senyum sendiri, ya Mama kira kan?"


"Aish Mama ih! Ya udah lah Angga masuk ke kamar dulu!" Ucap Angga melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar, namun panggilan Papa Yudistira menghentikan langkahnya.


"Angga Papa tidak mendapatkan ciuman?" Ucap Papa Yudistira menunjuk pipinya.


"Dih! No Pa! No!" Ucap Angga mengedikkan bahunya dan berlalu pergi.


...****...

__ADS_1


"Kau mau mau kemana?" Tanya Mama Siska kalau jam 6 putranya tampak sangat tampan dan ah tampan!


"Hehehe, mau makan di luar sana Airin!"


"Apa? Kau serius Angga?" Tanya Mama Siska tak percaya.


"Ya serius atuh Ma! Udah ah Angga berangkat dulu! Bye Ma!" Ucapnya berlalu pergi dengan bersenandung riang, tak ingin lagi ia mendengar kalimat selanjutnya yang mengolok dirinya dari sang Mama.


Gadis 18 tahun ini, Airin Rienja Dirgantara, tampak ribet dengan tatanan rambut nya.


sudah 30 menit berkutat menentukan pilihan, di cepol? Di gerai? Di ikat satu? Ah, baru kali ini ia bingung.


"Nona, saran bibir, di cepol saja. Biarkan beberapa helai tergerai didepan. Nona tampak lebih manis dan dewasa!" Ucap Bi Minah memberikan saran.


Wanita paruh baya itu tampak terkekeh geli melihat ekspresi Airin saat ia sudah merekomendasikan gaya rambut untuk nona mudanya.


"Ah benarkah bi?" Tanyanya berulang kali hingga Bi Minah terlalu lelah untuk menganggukkan kepala nya dan tersenyum geli.


"Kau sudah siap?" Ucap Uncle Angga gugup, saat keduanya terus memandang satu sama lain dengan kekaguman yang sulit di artikan.


"Hem, ya!" Ucap Airin lemah dengan bibir di tarik sedikit untuk tersenyum, gila.... Jantungnya makin tak terkontrol dan sangat menggila.


"Kau cantik sekali malam ini, terlihat dewasa!" Tutur Uncle Angga jujur saat keduanya di dalam mobil dan setengah perjalan hanya di isi keheningan. Bukan nya membaik kata itu justru membuat pipi Airin semakin bersemu merah.


"Jangan meremas gaun mu, berikan tangan mu!" Ucap Uncle Angga mengeluarkan tangan nya di depan Airin.


"Unnnn tukk apa?" Ucap Airin tergagap.


"Nah begini!" Ucap Uncle Angga menarik sebelah tangan Airin, menautkan kedua tangan itu.


Tak berhenti sampai di situ, Kecupan singkat di layangkan Uncle Angga saat mobil yang di kendarai keduanya berhenti di lampu merah.


Uncle....Gas KUA!!!! Halalin eneng langsung Uncle..... ❤❤❤


🍒🍒🍒🍒


Happy Reading.


Cie yang senyum sendiri 😂

__ADS_1


__ADS_2