
Kaki kecilnya melangkah masuk kembali ke rumah miliknya, rumah yang sangat di rindukan, tak ada yang berubah sama sekali semuanya masih tampak sama saat di tinggalkan nya dulu, tapi kini ia telah sendiri, benar-benar sendiri.
"Nona, ini sertifikat rumah ini dan sudah atas nama Nona Airin, semua pakaian nona sudah ada di tempat itu. Oh ya ini Bibi Minah yang akan menemani Nona dan memenuhi segala kebutuhan Nona, dan ini Pak Joko yang akan mengantarkan Nona kemana saja!" Ucap Uncle Dony menjelaskan dua orang yang berdiri rak jauh dari mereka.
"Terimakasih Uncle, tapi ini terlalu berlebihan!" Ucap Airin masih tak enak hati, kembali ke rumah ini saja sudah membuatnya bahagia walaupun ia harus tinggal sendiri.
"Tidak nona, anda berhak mendapatkan ini semua! Jika ada apa-apa telfon saya segera nona, ini handphone anda dan disitu sudah tertera nomor telfon saya!" Ucapnya menyerahkan handphone keluaran terbaru pada Airin.
"Terimakasih paman!" Ucapnya menerima pemberian.
"Kalian berdua bisa bekerja sekarang," Tunjuk nya pada kedua orang tua itu.
"Baik tuan!"
Kepergian Uncle Dony bukan berarti membuat Airin bisa beristirahat lagi, belum ada 5 menit Elang muncul di depan pintu kakinya melangkah masuk kedalam.
"Elang?"
"Lo beneran gakpapa kan? Udah sehat kan?" Ucap Elang melangkah cepat ke arah Airin dam langsung memeluk nya.
"Aku sudah sembuh, kau tak perlu khawatir lagi elang!" Lirihnya mengurai pelukan itu,
Entahlah rasanya tak nyaman jika di peluk laki-laki lain, "Uncle!" Lirihnya mengingat Uncle Angga yang ia tinggalkan di rumah sakit dan memilih untuk pulang ke rumah bersama Uncle Dony dan Shinta.
"Ikut aku!" Ajaknya menarik Airin untuk keluar dan duduk di taman.
"Airin!" Lirihnya menggenggam tangan Airin kala keduanya telah duduk di kursi taman.
"Ada apa?" Tanya nya tak mengerti.
"Maaf Airin, aku tak bisa lagi menjadi sahabat mu!"
"Kenapa?"
"Airin, aku sayang padamu lebih dari seorang sahabat, aku mencintai mu sebagai wanita Airin! Aku ingin kau tak lagi menjadi sahabat ku tapi kekasihku!" Tutur nya dengan lembut, percayalah kata itu tak mudah di ucapkan oleh Elang, semalaman ia berlatih hanya untuk berkata.
__ADS_1
"Elang... aku... "
"Aku tak memaksamu untuk menjawab sekarang!" Potong Elang, kembali berucap "Aku tau kau menyayangi ku bukan? ku rasa hal mudah mengubah rasa sayang mu dari seorang sahabat menjadi kekasih bukan?"
"Tapi...."
Bugh
Bogem mentah di layangkan Uncle Angga kepada Elang dan langsung menarik Airin untuk mendekat dalam pelukan nya.
"Uncle! Kau kenapa!" Tanya Airin tak mengerti dengan keadaan, kenapa tiba-tiba Uncle Angga melayangkan pukulan itu pada sahabat nya.
"Airin tak akan pernah menjadi pacarmu! mimpi saja kau bocah ingusan!" Remeh nya menajam pada Elang.
"Kau siapa nya Airin! Kenapa kau mengaturnya!"
"Aku pacarnya! Dan sebentar lagi kita akan bertunangan!" Ucapnya bangga.
"Aku tau, Airin tak mungkin mencintaimu! Kau cocok menjadi Paman nya bukan kekasihnya! Kau terlalu tua!" Ucap Elang meremah kan.
"Brengs*k kau.... " Perkelahian tak lagi bisa di hindarkan keduanya saling memukul.
"Lebih baik kelian berdua pulang jika di sini hanya bertengkar!" Ucap Airin menatap tajam keduanya.
"Dia yang mulai duluan!" Ucap Elang.
"Kau yang merebut kekasihku!" Jawab Uncle Angga tak mau kalah.
"Stop Uncle, Kita hanya pacar... " Ucap Airin tertahan kala Uncle Angga langsung menarik nya dan mencium bibir nya dengan lembut di depan Elang!
"Kau sudah yakin kan? Bahwa dia kekasihku! Dan kau pulang!" Ucap Uncle Angga melepas ciuman itu, menarik Airin dan membawanya untuk masuk kedalam rumah.
...****...
"Aduh! Sakit Airin! Kau kasar sekali! Protes Uncle Angga kala Airin mengobati luka memar dalam wajahnya.
__ADS_1
Bukan nya semakin pelan, namun luka itu kembali di tekan oleh Airin,
"Airin sakit!!!!" Lirihnya kembali melayangkan protes.
"Sudah tau sakit! makanya jangan sok-sokan berantem! Udah tau tua! masih sok!" Umpat nya.
"Airin aku tak tua! Aku dewasa! kau lihat aku masih tampan di banding bocah ingusan itu!"
"Namanya Elang Uncle! Dia sahabat ku!"
"Cih!!! Sahabat tapi berkedok lebih!"
"Memang nya kenapa, kalau Uncle tak mengacaukan nya tadi, aku mau menjadi pacarnya!"
"Apa!" Ucap Uncle Angga langsung melotot kaget atas jawaban Airin.
"Kenapa memang nya! kita hanya pacar kontrak Uncle, dan sebentar lagi aku akan melunasi semua hutang mu!"
"Airin!! Kau!" Ucap Uncle Angga langsung mempersempit jarak antara dirinya dan Airin.
"Kau mau apa... " Gagap Airin.
"Kau harus tetap menjadi pacarku! dan akan bertunangan dengan ku! Aku tak menerima pelunasan hutang mu dengan uang!"
"Tapi kenapa!"
"Karena kau sudah menandatangi kontrak itu dan hanya aku yang boleh membatalkan nya!"
"Kau egois Uncle!"
"Kau sendiri yang memilih jalan mu Airin! Dan ingat! Katanya kau mencintai ku bukan! harusnya kau beruntung menjadi pacar ku tanpa bersusah payah!"
"Tapi aku tak mau terjebak dalam hubungan pada pria yang tak mencintaiku!"
"Itu urusan mu bukan urusanku! Kau tetap harus bertunangan dengan ku!"
__ADS_1
🎶
Happy Reading, maaf kemarin gak up ya, soalnya kepala tiba-tiba pusing dan gak bisa di ajak kompromi buat ketik hehehe😂