Wanita Bayaran Dan CEO

Wanita Bayaran Dan CEO
WB&CEO Bab 58 - Pertanyaan Julia


__ADS_3

Liora dan Gaida selalu tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Dinda.


Pagi ini mereka malah melihat Alden dan Dinda yang pergi entah ke mana. Lengkap dengan pengawasan yang sepertinya sudah dipersiapkan oleh keluarga Carter.


Mengetahui Dinda mendapatkan semua fasilitas mewah itu, membuat Gaida dan Liora sama-sama merasa geram dan marah.


Harusnya mereka berdua lah yang menikmatinya, tapi kini malah wanita bayaran hina itu.


Apalagi waktu terus berjalan dan kasus yang dihadapi oleh Gaida mulai masuk ke persidangan.


Berulang kali dia memohon pada pengacara Alden untuk mencabut tuntutan itu namun tidak pernah mendapatkan respon.


Gaida benar-benar pusing, kini dia mulai merasa bahwa kedua kakinya akan terikat di dalam sel penjara yang dingin.


Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam mobil yang terparkir cukup jauh dari rumah Dinda. Masih terus berpikir harus bagaimana, meski akhirnya hanya terus menemukan jalan yang buntu.


"Nek, ayo kita bakar saja rumah pelaccur itu," ucap Liora, dia merasa sakit hati tiap kali mengingat Alden masuk ke rumah itu. Benci sekali semuanya jadi seperti ini.


"Bodoh, kalau ada yang lihat kita bisa dilaporkan ke polisi. Nenek tidak mau dipenjara Lio, nenek tidak mau. Masalah sekarang saja belum selesai dan kamu malah mau menambahinya lagi."


"Lalu kita harus bagaimana Ne? bagaimana caranya aku bisa membalas rasa sakit hati ini?!" tuntut Liora, dia benar-benar bingung, dadanya teramat sesak.


Semenjak berpisah dengan Alden dia tidak lagi menemukan kedamaian dalam hidupnya, proses kasus hukum sang nenek yang terus menyita waktu dan hati yang terus merasa sakit ketika melihat Alden dan wanita bayaran itu bersama.


Liora tersmat tersiksa dengan ini semua. Dia harus menang untuk membuat hidupnya kembali bahagia. Mendapatkan Alden kembali dan memiliki pernikahan yang sesungguhnya.


"Lebih baik kamu temui ibunya Alden, menangis dan memohon lah kepadanya. Minta Alden bertanggung jawab padamu dan cabut gugatannya pada nenek. Ya, nenek rasa Hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang." putus Gaida.

__ADS_1


Melihat dukungan Alex pada anaknya dalam kasus hukum ini, Gaida yakin jika Alex dan Jia pun sudah mengetahui tentang pernikahan palsu itu.


Tapi mereka bisa memanfaatkan pernikahan itu untuk tetap mengambil simpati Jia. Liora hanya harus menangis dan merasa telah ditipu, sementara dia sudah memberikan segalanya pada Alden.


Liora yang tidak tahu harus bagaimanapun hanya bisa mengikuti semua rencana sang nenek.


Pagi menjelang siang saat itu mereka terus mengawasi rumah utama keluarga Carter. Mereka tidak akan menemui Jia di rumah itu, tapi mereka akan menunggu Jia keluar dan kemudian menghampirinya.


Sampai akhirnya jam 03.00 sore, mereka melihat Jia yang akhirnya keluar dari kediamannya itu. Pergi seorang diri dan hanya didampingi oleh sopir.


Sore itu Jia pergi untuk menemui klien VIP perusahaan wedding organizer yang dia punya. Mereka bertemu di salah satu Cafe. Pelanggan itu sengaja ingin bertemu dengan Jia secara langsung, tidak melalui Aleia.


Dan kesempatan ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Liora dan Gaida.


Mereka berdua ikut masuk ke dalam kafe itu, tapi tidak bisa langsung menghampiri Jia, karena Wanita itu masuk ke ruang VIP dengan pengawasan yang cukup ketat, hanya orang yang sudah membuat reservasi saja yang bisa masuk ke sana.


Akhirnya Liora dan Gaida terpaksa menunggu di meja lain.


"Mommy!" panggil Liora langsung, selama ini di antara mereka berdua tidak pernah ada masalah sedikitpun. Liora bahkan beranggapan jika Jia sangat menyayangi dia.


"Mom," panggil Liora lagi saat dia dan sang nenek sudah berdiri tepat di hadapan Jia, menatap Jia dengan kedua matanya yang sendu.


Sementara Jia hanya menatap datar, setelah mengetahui semuanya dari Alden kini Jia tak lagi menaruh simpati pada Liora, apalagi Gaida. Dua orang inilah yang telah mempermainkan anaknya.


Hanya menilai Alden dari apa yang dia punya.


"Mom, aku mohon bantu aku Mom. Mommy pasti sudah dengar tentang pernikahan palsu itu, aku juga tidak menyangka jika Alden tega melakukannya pada ku Mom, aku sangat mencintai dia. Bahkan aku sudah menyerahkan semuanya," terang Liora langsung, lengkap dengan suaranya yang lirih. Tanpa ada basa-basi dia langsung mengutarakan apa yang ada di dalam isi hatinya, dan semua yang sudah dia rencanakan dengan sang nenek.

__ADS_1


Saat ini Liora pun sudah menangis, sementara Gaida seolah menguatkan sang cucu dengan memeluknya dari samping.


"Alden mencampakkan aku begitu saja setelah dia menemukan wanita lain," Liora terus bicara, tidak peduli saat mereka telah jadi pusat perhatian semua pengunjung kafe itu.


"Wanita lain itu adalah Dinda kan? dan dia adalah wanita bayaran nenek Gaida, aku sudah tahu semuanya, jadi tidak perlu kamu ulang lagi," balas Jia akhirnya, sebelum Liora semakin banyak membuang waktunya disini.


Jawaban Jia itu sontak saja membuat Liora dan Gaida tersentak kaget, seolah Jia sudah mengenal Dinda dengan baik. Padahal sepengetahuan mereka Jia ataupun Alex tidak pernah bertemu dengan wanita sialan itu.


"Dan satu lagi, kamu dan Alden sudah berakhir. Sebentar lagi Alden juga akan menikahi Dinda, jadi aku mohon, sangat mohon pergilah jauh-jauh. Jangan lagi menampakkan wajah kalian pada keluarga kami."


Setelah mengatakan itu Jia pergi, meninggalkan Liora dan Gaida yang mematung. Sepertinya mereka salah menilai pada nyonya Carter itu. Mereka kira Jia adalah wanita yang lemah, yang akan selalu kalah dengan air mata orang lain.


Tapi ternyata tidak, wanita itu sama saja tegasnya seperti sang suami, Alex.


Sementara itu di tempat lain, di kota S.


Alden dan Dinda sudah tiba di rumah Jasmin sejak siang tadi.


Mereka berdua juga sudah bertemu dengan Julia dan mengatakan semua maksud dan tujuan datang ke sini. Tentang pernikahan itu dan tentang keinginan mereka untuk mengajak Julia kembali tinggal di kota A.


Saat ini Dinda sedang membantu ibunya untuk mandi, Julia masih kesulitan berjalan pasca kecelakaan itu.


Selesai mandi, Dinda pun membantu ibunya untuk memakai baju.


"Din."


"Iya Ma."

__ADS_1


"Kenapa sepertinya kalian buru-buru sekali untuk menikah. Apa kamu hamil Nak?"


Deg!


__ADS_2