Wanita Kesayangan Dunia

Wanita Kesayangan Dunia
Keluh kesah Dunia


__ADS_3

Dunia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Tampak sangat banyak tanaman obat obatan yang memenuhi ruangan.


"Banyak sekali pak tanaman obat disini" Dunia mulai membuka obrolan.


"Inilah sekarang kesibukan bapak, menjaga tanaman ini semua biar bisa dimanfaatkan untuk orang yang membutuhkan" pak Syaiban menjawab ucapan Dunia sembari terus melakukan kegiatannya.


"Ini semua tumbuhan yang jarang ditemui, kalaupun ada sangat mahal harganya. Bapak ingin membudidayakan mereka menjadi semakin banyak, agar bisa berguna buat yang membutuhkan" pak Syaiban menambahkan.


Dunia mengangguk setuju, dia mulai paham bahwasanya orang dihadapannya ini adalah sosok yang baik dan bersahaja.


Setelah keduanya berbincang ringan, Dunia mengakhiri perjumpaan mereka hari itu. Ia berjanji akan kembali datang berkunjung ketika ada waktu. Selanjutnya, pemuda tampan itu melajukan mobilnya menuju ke tempat pemakaman umum dimana sang kakak Langit berada.


.


.


.


"Hai bro, apa kabar loe didalam sana, gue datang mengunjungi loe" Dunia bermonolog di depan pusara sang kakak. Ia baru saja sampai di tempat itu setelah menempuh perjalanan yang diwarnai kemacetan di beberapa titik.

__ADS_1


"Apa loe bisa lihat keadaan gue sekarang?, beban yang loe tinggalkan terlalu berat, rasanya gue mau menyerah, gue gak sanggup jadi pelampiasan dosa dosa loe" Dunia kembali terbawa emosi.


Rasanya tak adil jika ia harus menyelesaikan semua hal buruk yang telah dimulai oleh Langit kakaknya. Dunia merasa hidupnya begitu berat saat ini. Pikirannya terbagi antara menjadi anak yang baik dari seorang ibu yang sedang bersedih, dan menjadi seorang pria normal yang harus memendam perasaan kepada seorang gadis yang tengah terluka.


"Loe tau bro, gue sendirian sekarang menjaga ibu, gue juga sendirian berjuang menjaga Fita, gadis malang itu", Dunia mencurahkan segala isi hatinya. Seolah Langit bisa mendengarkannya.


"Hufttt..." Dunia menghembuskan nafas berat. Setidaknya sedikit beban dihatinya terlepas.


"Doakan gue kuat ya bang, doakan agar gue bisa menyelesaikan semuanya dengan jalan terbaik" Dunia mengakhiri keluh kesahnya di depan pusara itu. Ia mulai berdoa untuk kedamaian sang kakak dan beranjak pergi. Matahari tengah bersinar dengan terik saat pemuda itu melangkah meninggalkan area pemakaman.


.


.


.


Dunia menyusuri koridor gedung untuk menuju lift khusus direksi yang akan membawanya ke lantai delapan, lantai dimana ruangannya berada. Setelah menggunakan akses kartu, pria itu menghilang di balik pintu lift.


Sesampainya di ruangan, pria itu langsung disibukkan dengan tumpukan file yang telah menunggu untuk disentuh. Dunia langsung berganti menjadi mode serius dan larut dalam pekerjaannya.

__ADS_1


Petang pun menjelang. Dunia baru saja menyelesaikan meeting terakhirnya. Tiga rapat penting dengan jeda waktu pendek menyita seluruh waktunya siang ini. Ia menyeruput es kopi yang ada di meja kerjanya sembari melonggarkan dasi yang melilit di lehernya. Sedikit ketegangannya teralihkan.


"Kerja bagus bos, perusahaan dari Korea itu setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan kita" Zayn yang masuk tiba tiba memberitahukan info terbaru.


"Biasakan masuk ruangan orang pakai salam" Dunia menanggapi dengan tatapan sinis kepada sang asisten.


"Hehe sorry bos, gue terlalu bersemangat" Zayn menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hmmm" Dunia menjawab singkat.


"Bagaimana kalau kita rayakan kemenangan ini di tempat biasa bos?"Zayn mulai melancarkan misi.


"Gue gak bisa, ada janji sama ibu" Dunia menolak ajakan dari asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Ah ayolah, Tante pasti tak akan keberatan, sebentar saja".


"Beberapa minggu ini hidup loe terlalu tegang bos, kendorkan dikit lah urat syaraf loe" Zayn terus memprovokasi.


Dunia membenarkan semua ucapan Zayn di dalam hati. Hidupnya sangat berat beberapa bulan terakhir. Tepatnya semenjak Langit didiagnosa mengidap penyakit serius itu. Semenjak itu Dunia tak lagi sama. Ia mendapatkan beban beribu ribu ton di pundaknya. Ia dipaksa harus menerima semuanya.

__ADS_1


__ADS_2