
Lila kembali ke mejanya diiringi tawa ejekan dari teman temannya. Ia tak menyangka akan dipermalukan seperti itu oleh pemuda incarannya. Dengan emosi tak bisa ditahan, Lila melampiaskannya dengan cara menenggak minuman ber alkohol hingga ia mabuk dan tak sadarkan diri.
Sementara itu, Dunia dengan santai melajukan mobil milik Zayn sang asisten menuju rumahnya. Dia memang sedari awal memang tak nyaman berada di tempat yang bising dan ramai itu.
Tak beberapa lama pemuda itu telah memarkirkan kendaraannya di garasi rumah dan bergegas masuk kedalam kamarnya yang nyaman.
"Mobil gue balikin!" pesan bernada perintah masuk di ponsel Dunia. Ia tau persis pesan itu dari siapa.
"Berani loe perintah gue?" pesan bernada ancaman dikirim balik oleh Dunia kepada Zayn sang asisten. Senyum devil tersungging di bibirnya.
"Gak bos, gak berani, silahkan pakai sesuka hati loe" sebuah balasan pesan kembali dibaca Dunia dan kali ini membuatnya tertawa geli.
.
__ADS_1
.
.
Malam semakin larut, sudah memasuki dini hari namun Dunia tak kunjung bisa tidur dengan lelap. Pikirannya menerawang jauh kemana mana. Banyak rencana di otaknya hingga membuat pemuda itu over stimulasi. Tak sedikitpun rasa kantuk dirasakannya meskipun tubuhnya sangat letih.
"Lavender Beauty" sebuah nama kembali teringat di benak pria itu. Sebuah nama pena milik seorang gadis yang dirindukannya, Lufita. Dulu Dunia pernah mencoba mencari blog tulisan Lufita ini, tapi laptopnya tiba tiba rusak dan ia belum sempat untuk memulai kembali.
"Ini saat yang tepat" Dunia segera menyambar laptop miliknya dan mulai berselancar menjelajahi tulisan demi tulisan para blogger alam maya.
"Aku adalah manusia yang optimis, masa depanku sebagai seorang desainer terkenal akan segera kuraih sebentar lagi".
"Aku adalah seorang manusia paling beruntung, karena memiliki semua kesempurnaan yang diinginkan orang lain, aku sangat bahagia".
__ADS_1
Dunia terus membaca halaman demi halaman yang bisa dibuka di blog itu. Dunia yakin inilah blog yang sedang dicarinya, blog milik Lufita dahulu.
Lufita yang dulu begitu bersemangat layaknya anak muda pada umumnya. Melalui tulisannya juga terpancar kebahagiaan dan kebanggaannya akan kehidupan yang dijalani, berbanding terbalik dengan apa yang sedang dialaminya saat ini.
"Aku adalah wanita sukses di masa depan, hidupku penuh dengan kebahagiaan dan memberikan kebanggaan untuk ibu".
Dunia terpaku membaca kalimat terakhir ini. Wajah Lufita yang lesu tak bersemangat, tanpa senyuman dan kebahagiaan membayangi pikirannya. Dalam jarak waktu yang tak terlalu lama semua berubah. Dunia tak menyangka semua yang ditulis oleh gadis malang itu belum ada yang terwujud. Hidupnya kini penuh penderitaan dan air mata.
Dari halaman demi halaman tulisan yang dimasuki Dunia, ia mengumpulkan banyak informasi mengenai Fita yang dahulu.
"Ada banyak cara untuk aku mengenalmu lebih dekat Fita, meskipun saat ini kita berada di tempat yang sangat jauh" Dunia bergumam sendiri. Sedikit banyak ia merasa sangat bersyukur bisa menemukan lembaran cerita hidup Fita di masa lalu.
Halaman tulisan Fita ini seolah menjadi buku panduan untuk Dunia mewujudkan impian impian Fita yang telah lama dikuburnya.
__ADS_1
"Akan ku lakukan semuanya demi kamu Fita" Dunia kembali bermonolog.