
Dentuman musik disertai lampu lampu disko serta asap rokok yang mengepul bersatu padu didalam ruangan yang kini tengah ditempati oleh Dunia. Bujukan dari Zayn serta beberapa orang teman yang lain akhirnya berhasil membawa Dunia mengunjungi tempat penuh sesak ini. Penuh sesak oleh orang orang yang mencari hiburan sesaat.
"Ayo bos, kita turun" sebuah ajakan dari Zayn untuk berjoget ria di lantai dansa.
"Enggak, loe aja" Dunia menyeruput minuman yang dipesannya. Dia tak terlalu tertarik dengan kehidupan hingar bingar malam seperti ini. Ia lebih suka duduk di cafe yang sepi dengan musik lembut dan tenang. Baginya itu lebih menyenangkan.
"Ya udah tuan depresi, gue duluan" Zayn mengejek pria itu dan beranjak pergi dengan tanpa rasa bersalah.Sebuah tatapan membunuh dari Dunia diarahkan kepada asisten tak tau diri itu. Zayn hanya membalas dengan sebuah cengiran.
.
.
.
Dunia terus larut dalam dunianya sendiri diantara keramaian orang orang di sekelilingnya. Ia terus bermain ponsel dan membuka aplikasi sosial medianya. Sesekali kakinya ikut bergoyang mengikuti irama musik yang mengalun.
"Hai" sebuah suara wanita menyapa. Mengusik kesendirian pemuda itu.
__ADS_1
"Hai" dengan sopan dan dingin Dunia membalas sapaan dari wanita seksi yang sedang berdiri persis di hadapannya itu.
"Aku temannya Langit, dulu kami sering nongkrong bareng disini" wanita itu memulai percakapan.
"Ooo" Dunia menanggapi seadanya.
"Turut berduka cita ya atas kepergian Langit" Wanita itu kembali mencoba membuka obrolan. Posisinya saat ini masih berdiri di depan meja VIP yang dipesan Zayn. Dunia tak sedikitpun berinisiatif mempersilahkan wanita itu untuk duduk.
"Hmmm terimakasih" Dunia menjawab dengan singkat pertanda tak ingin memperpanjang obrolan dengan wanita itu.
Dunia mengernyit tak suka. Ia ingin ditinggalkan sendiri namun wanita di hadapannya ini terus menerus membuka obrolan. Ia melirik jam di tangannya sendiri dan tak berniat menyambut uluran tangan wanita itu.
"Sorry gue harus balik sekarang" Dunia menyambar kunci mobil Zayn yang tergeletak di meja. Ia akan pulang sendirian tanpa memberitahu Zayn. Biarlah asistennya yang kurang ajar itu kebingungan mencarinya.
Lila yang masih dalam posisi hendak berkenalan merasa benar benar terabaikan. Tindakan Dunia yang pergi begitu saja tanpa memperdulikannya membuat Lila sakit hati. Tak pernah sebelumnya ia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria. Ia yang cantik dan seksi tak terbiasa dengan penolakan. Bahkan dulu Langit sangat memujanya.
"Sialan, sombong banget dia" Lila bergumam sendiri.
__ADS_1
Sebelumnya, Lila yang sedang asik berkumpul bersama teman temannya di dalam diskotik melihat kedatangan beberapa orang pria tampan. Ia yang memang setiap hari berada di tempat itu tentu saja memahami siapa saja wajah wajah baru yang ada disana. Dan rombongan pria pria tampan yang baru saja masuk itu membuatnya begitu tertarik. Terlebih lagi salah seorang diantara mereka yang begitu menonjol dan dilayani istimewa.
Lila terus mengamati rombongan pemuda itu hingga masuk kedalam ruangan VIP di sebelahnya. Posisi mereka saat ini hanya dibatasi dinding kaca tembus pandang. Hingga dengan leluasa Lila bisa terus memantau.
"Sepertinya wajah pria itu tak asing" Lila mencoba mengingat daftar pria kenalannya. Mungkinkah pria yang saat ini tengah diamatinya adalah seseorang yang dia kenal.
"Astaga, Langit" Lila spontan berteriak. Membuat teman temannya yang tengah menikmati musik melirik ke arahnya.
"Kenapa sis?" Iren salah seorang teman Lila bertanya.
"Itu incaran gue berikutnya" Lila menunjuk ke arah Dunia yang sedang duduk sendirian dan memainkan ponselnya.
"Uwww kakap itu sis, Dunia Prakarsa itu. Bukan orang sembarangan. Penguasa daerah sini" Iren menjelaskan siapa sebenarnya pria yang tengah ditunjuk oleh Lila.
"Loe berani dekati dia?, kalau sampai berhasil gue salut banget" Iren berbicara sambil mengacungkan jempol ke arah Lila.
Dan setelah mendapatkan informasi penting apa saja mengenai kehidupan pria itu, Lila mulai melangkah mendekati ruangan VIP itu. Langkahnya begitu yakin, terlebih setelah mengetahui kalau pria incarannya itu adalah adik dari seorang pria yang dulu.setengan mati mengejar cintanya.
__ADS_1