Wanita Kesayangan Dunia

Wanita Kesayangan Dunia
Jangan terima sisa orang nak


__ADS_3

"Apa rencana kamu ke depan nak?" Bu Bintang membuka obrolan setelah menunggu Fita menyelesaikan sarapannya.


Fita hanya menggeleng tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia ragu menatap masa depannya saat ini.


"Ikutlah dengan kami ke kota. Disana kamu bisa melanjutkan pendidikan yang lebih baik dan pastinya tak akan sendirian karena ada kami yang menjaga mu" Bu Bintang mencoba membujuk Fita.


"Maaf Bu, bukannya Fita tidak sopan. Fita akan tetap disini. Makam ibu Fita ada disini, kehidupan Fita ada disini, tidak di kota" gadis itu menolak dengan tegas.


Bu Bintang hanya tersenyum simpul mendengar ucapan dari gadis di hadapannya itu. Meskipun kecewa tetapi ia membenarkan apa yang disampaikan Fita. Sementara Dunia, ia tak jadi memakan roti yang sedang dipegangnya. Tatapan matanya mengarah tajam kepada Fita. Ia sangat kesal dengan keras kepalanya gadis itu. Seketika selera makannya lenyap.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti kita bicarakan kembali. Sekarang ayo siap siap. Kita masih ada pengajian nanti malam" Bu Bintang beranjak meninggalkan meja makan.


Fita hendak menyusul Bu Bintang. Namun begitu ia hendak berdiri dari tempat itu, sebuah tangan mencekal lengannya dengan erat. Tangan kekar milik Dunia.


"Kenapa terus menolak semua yang ditawarkan?, pikirkan ke depannya Fita. Kamu tak akan bisa hidup sendirian disini" nada suara Dunia bergetar menahan emosi.


"Lepaskan. Kenapa anda begitu memaksa untuk mengatur hidup saya. Anda bukan siapa siapa" Fita yang emosinya masih labil memberikan perlawanan.


"Menikahlah denganku. Maka aku akan jadi orang pertama yang akan melindungi dan menjagamu seumur hidup" Dunia kembali melontarkan ucapan yang tak disangka sangka.

__ADS_1


Mata Lufita membelalak tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tak pernah ada dalam bayangannya selama ini bahwa akan ada seorang pria yang melamarnya bahkan pria itu mengetahui penyakit berbahaya yang sedang dideritanya.


"Anda gila tuan" Lufita tak mampu berkata apapun lagi. Sebaiknya ia pergi menjauh sebelum hal hal aneh lain dilakukan oleh Dunia.


"Aku sadar sepenuhnya. Aku akan buktikan bahwa aku tak main main" Dunia masih bertahan dalam posisinya menghadang kepergian Fita.


"Aku mencintaimu Lufita"


Cuppp....Sebuah kecupan hangat untuk pertama kali dalam hidupnya nya diberikan oleh Dunia kepada wanita pilihan yang benar benar dicintainya. Ia telah meyakini hatinya bahwa saat ini ia memang mencintai gadis itu. Meski ia tahu bahwa gadis itu sudah tak utuh.

__ADS_1


Sementara dari jarak tak terlalu jauh, Bu Bintang menyaksikan semuanya. Ia kini tahu bahwa putra kesayangannya itu telah mencintai gadis malang yang selama ini menjadi korban kebiadaban kakaknya. Sebulir air mata tak mampu ditahannya. Ada perasaan tak rela di hatinya. Ia tak rela dengan kenyataan bahwa anak sebaik Dunia mendapatkan jodoh tak sempurna. Sisa dari kakak kandungnya sendiri atau mungkin sisa dari banyak orang yang mengeksekusinya kala itu. Entahlah siapa yang tahu ada berapa orang yang melampiaskan nafsunya kepada tubuh Fita saat kejadian itu.


"Ada banyak gadis lain diluar sana yang sempurna untuk dijadikan pendamping nak. Tak harus dia. Biarkan kita menebus rasa bersalah ini dengan membiayai kehidupannya, atau mungkin mengangkatnya sebagai adikmu. Jangan sebagai pendamping mu nak" Bu Bintang bergumam sendiri diiringi tangis di hatinya.


__ADS_2