Wanita Kesayangan Dunia

Wanita Kesayangan Dunia
Sudut pandang Fita 1


__ADS_3

POV Fita.


Persiapan tahlilan malam ketiga mendiang ibu sungguh sangat mengesankan. Banyak sekali tetangga yang membantu, hingga aku tak terlalu merasa sendirian menghadapi semua kenyataan pahit ini. Karena tak bisa kubayangkan jika tanpa mereka akan seperti apa keadaan ku sekarang. Di desa ini aku sendirian, sebatang kara tanpa seorangpun kerabat.


Bukan hanya para tetangga yang mengurusi semuanya, tuan muda pemilik kawasan ini begitu baik dan peduli. Beliau sangat membantu ku dalam menghadapi situasi sulit ini. Dia membawa beberapa orang pegawainya yang ditugaskan untuk mengurusi segala keperluan ku disini. Sungguh sangat membuat ku terkagum kagum.

__ADS_1


Pria tampan itu pernah beberapa kali mengutarakan bahwa ia memiliki perasaan kepadaku. Namun semua tak terlalu aku tanggapi. Apa jadinya nanti kalau seorang pria sempurna seperti dirinya berdampingan dengan ku yang penyakitan ini. Mungkin ia hanya mengasihani ku. Itu bukanlah cinta.


Dan seperti janjiku dulu. Aku tak akan membawa siapapun kedalam penderitaan ku ini. Aku telah meniatkan diri untuk tak menikah selamanya. Aku akan hidup sendiri hingga nanti kematian menjemput ku. Dengan begitu tak akan ada orang yang ku repotkan untuk mengurusi penyakit terkutuk ini.


Meski terkadang pesona seorang pria setampan tuan Dunia membuat jantungku berdebar kencang. Tak bisa ku pungkiri bahwa ia hampir sempurna di mataku. Wajah bersih mulus proporsional tanpa celah. Dan tubuh atletis yang kekar. Terutama dada bidangnya. Membuat ia terlihat begitu gagah.

__ADS_1


Sungguh aku beruntung mendapatkan perhatian yang begitu besar dari tuan muda kaya raya itu. Terbersit di pikiran ku, apakah ia memperlakukan semua orang sehangat ini?. Apakah ia selalu bersikap manis kepada wanita wanita di sekitar nya? rasa cemburu mulai merasuki ku. Namun semua itu segera kutepis, siapalah aku ini. Mengapa aku harus menaruh rasa cemburu kepada orang yang tak ada hubungan apapun denganku.


Sore hari setelah pemakaman ibu aku baru menyadari bahwa tak hanya tuan Dunia yang datang, tetapi Bu Bintang sang nyonya besar sekaligus ibu tuan muda itu juga ternyata ikut dalam rombongan. Aku sungguh sangat terharu. Seorang wanita terhormat yang sangat disegani oleh penduduk satu kawasan ini ternyata meluangkan waktunya untuk melayat mendiang ibuku. Ia bahkan menginap di rumahku yang sangat sederhana dan tak layak untuk mereka yang terbiasa hidup mewah.


Saat itu Bu Bintang mendatangi ku, memperkenalkan dirinya dan meminta ku untuk makan. Ia berkata bahwa sang putra mengutus dirinya untuk memaksa ku mengisi perut. Ia menambahkan informasi bahwa putranya sangat mengkhawatirkan kesehatan ku. Ah rasanya aku melayang ke langit. Begitu pedulinya pria tampan itu kepadaku. Apa benar ia sangat mencintaiku?, pendirianku mulai goyah.

__ADS_1


Bu Bintang begitu hangat kepadaku. Sungguh luar biasa pasangan ibu dan anak ini. Mereka membuatku sangat dihargai. Seorang perempuan terbuang seperti diriku merasakan kembali hangatnya kasih sayang dan cinta.


Seketika rasa bersalah menyerang ku karena perbuatan kasar kepada tuan Dunia beberapa jam yang lalu. Saat itu aku menamparnya karena ia kembali berusaha mengutarakan rasa cinta yang dimilikinya kepadaku. Aku berniat meminta maaf kepada pria yang sangat baik itu. Aku akan memberi pengertian kepadanya betapa tak layaknya diriku untuk mendampinginya. Mungkin ia belum paham bagaimana hidupku dan penyakit terkutuk ini. Ia berhak mengetahui hal yang sebenarnya.


__ADS_2