
Suasana desa di siang hari.
Cuaca yang begitu terik mengiringi perjalanan Fita pulang dari sekolah menuju rumahnya. Sebelum memasuki tempat biasa motor maticnya diparkir, Fita dikejutkan oleh suara sapaan dari seseorang di belakangnya.
"Selamat siang neng, baru pulang?" sebuah suara menyapa Fita.
Gadis manis itu menoleh dan mendapati pak kades ada di hadapannya.
"Siang pak" Fita membalas sapaan pejabat desa itu sembari membungkukkan sedikit badannya pertanda hormat.
"Bapak mau ketemu ibu ya?, Fita panggilkan ya".
"Iya, saya mau bertemu dengan Bu Rima dan juga nak Fita" pak kepala desa menjawab pertanyaan Fita.
"Silahkan masuk pak, silahkan duduk, Fita kedalam dulu" gadis itu berlalu kedalam rumah. Pikirannya dipenuhi pertanyaan, ada apa sebenarnya hingga pak kades ingin menemuinya dan juga sang ibu.
__ADS_1
Tak menunggu lama Fita keluar menemui tamunya beserta Bu Rima. Wanita paruh baya itu menunjukkan ekspresi wajah cemas menunggu informasi apa yang akan disampaikan sang kepala desa.
.
.
.
Fita bagaikan mendapat durian runtuh begitu mendengar informasi yang disampaikan langsung oleh pak kades. Secara lugas pria paruh baya itu menjelaskan bahwasanya ada seperangkat peralatan desain lengkap dan canggih yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk dirinya. Ia terpilih dari sekian banyak warga di desanya karena dianggap berbakat dalam bidang desain. Fita benar benar terharu. Salah satu benda yang sangat ingin dimilikinya sejak dahulu. Namun karena melihat kondisi keuangan keluarganya, Fita tak berani bermimpi untuk dapat memiliki peralatan tersebut.
"Iya nak, bapak tau kamu sangat berbakat dalam bidang ini. Alat ini adalah benda yang tepat untuk menunjang bakat tersebut. Pergunakan dengan sebaik baiknya ya. Dijaga dan dirawat. Kami sangat mengharapkan segera tercipta karya desain yang indah hasil karyamu Fita" pak kades memberikan kalimat penyemangat untuk Fita.
Fita tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Senyuman manis terus mengembang di bibirnya. Ia benar benar sangat bahagia.
"Ibu, lihatlah, ini drawing pad yang Fita sering lihat dipakai oleh desainer ternama, ada scanner nya juga Bu, ada laptopnya juga" Fita begitu antusias membongkar setumpuk benda benda yang ada di depannya saat ini. Bu Rima hanya bisa memandangi Fita sang anak dengan tatapan penuh haru. Sudah begitu lama ia tak melihat Fita sebahagia itu.
__ADS_1
Tak hanya Fita dan sang ibu, pak kades juga ikut larut dalam suasana penuh kebahagiaan itu. Ia merasa sangat senang karena gadis kecil yang selalu tampak murung itu ternyata bisa begitu ceria dan sumringah menerima benda pemberiannya.
.
.
.
"Drtttt....drtttt"
Sebuah pesan video muncul di layar ponsel Dunia. Saat ini ia tengah berada didalam ruangan kantor dan fokus dengan tumpukan dokumen di mejanya. Bergegas pria itu membuka ponselnya. Urusan pekerjaan tiba tiba menjadi tak menarik lagi, bisa dikerjakan lain waktu. Ia sangat bersemangat membuka pesan masuk karena nama pengirim yang muncul dilayar membuatnya yakin pesan ini adalah sesuatu hal tentang Fita.
Sebuah video rekaman yang menunjukkan ekspresi bahagia Fita menerima hadiah impiannya membuat Dunia terbawa suasana haru. Ia bahkan memutar ulang video itu beberapa kali demi melihat senyuman Fita yang sangat dirindukannya.
"Bersiaplah cantik, kejutan selanjutnya akan datang sebentar lagi. Aku akan wujudkan semua impian mu" Dunia bermonolog sendiri. Harinya yang kelabu berubah cerah. Suasana hati Dunia terbawa ceria setelah melihat video Fita. Ia terus tersenyum sepanjang hari.
__ADS_1