Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Aku Tidak Ingin Berpisah


__ADS_3

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, hari ini adalah hari bersejarah untuk Zeline sebab Daniel memeluknya di depan umum, memperlihatkan pada semua orang jika mereka saling mengenal, dan itu membuat Zeline semakin bersedih. Disaat status meraka masih bersama, Daniel selalu menyembunyikan hubungan mereka. Tidak ingin terlihat dekat di tempat umum, bahkan tak jarang mereka akan bersikap seolah tidak saling mengenal di tempat umum, dan itu sangat menyiksa batin Zeline. Namun, sekarang di saat mereka sudah berpisah, Daniel justru mmeluknya di depan umum memperlihatkan pada semua orang kedekatan mereka.


Terlambat, Niel. Semua ini benar-benar terlambat. Andai kamu mengakuiku di depan umum sebelumnya, maka hubungan kita tidak akan berakhir seperti ini. Batin Zeline bersedih.


"Aku sangat merindukanmu," ucap Daniel melonggarkan pelukanya menatap bahagia pada wajah wanita yang saat ini ada di dalam pelukannya.


Zeline yang melihat jika semua orang tengah memperhatikan mereka, dengan sigap menarik tangan Daniel membawanya keluar dari gedung tempat dimana dia baru bekerja. 

__ADS_1


Daniel yang tangannya di tarik oleh Zeline hanya diam tersenyum mengikuti kemana Zeline membawanya, terjun ke jurang sekalipun Daniel akan ikut asal bersama Zeline.


Zeline sadar sejauh apapun ia coba pergi dari Daniel, tetap saja Daniel pasti akan menemukannya. Menghindar dari Daniel hanya akan membuat hidupnya semakin sulit, untuk itu Zeline memilih menghadapi Daniel secara langsung tanpa harus menghindar, berharap Daniel dapat mengerti posisinya dan bersedia melepaskannya.


"Aku yakin kamu sudah menerima paket yang aku kirimkan, dan tahu apa artinya. Lantas kenapa kamu masih kemari?" tanya Zeline melipat kedua tanganya di dada, menatap tajam pada Daniel serta menjaga jarak darinya.


"Aku tidak ingin berpisah darimu, aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon jangan tinggalkan aku!" ucap Daniel mendekat dan menarik tangan Zeline, menggenggam erat kedua tangan Zeline yang berusaha memberontak.

__ADS_1


Jika saja Daniel mau menikahinya dan memberikan status yang jelas untuknya, tentu Zeline akan dengan senang hati menghambur masuk ke dalam pelukan Daniel dan mengatakan jika dia amat sangat mencintai Daniel. Namun, semua itu tidak mungkin dia lakukan. Zeline harus bisa tegas dalam hubungan meraka yang tidak ada kepastian tersebut.


Dalam sebuah kehidupan, semua orang baik perempuan ataupun laki-laki tentu saja menginginkan keluarga dan keturunan. Begitulun Zeline dan Daniel, tapi Zeline sadar jika di antara mereka berdua tidak akan ada kata keluarga ataupun keturunan karena hubungan mereka selalu jalan di tempat, tidak mundur dan tidak ada juga kemajuan. Zeline tidak ingin mengulang hal yang sama yaitu bertahan tanpa ada tujuan serta kepastian.


"Niel, antara kamu dan aku bagaikan bumi dan langit. Kamu sesuatu yang sangat sulit untuk aku gapai, kamu dekat denganku tapi selalu saja terasa jauh untukku. Tolong mengertilah, lepaskan aku! Kita bisa berteman, kita bisa saling mendukung. Kita bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik lagi. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu, begitupun aku akan mencari kebahagiaanku," ucap Zeline berusaha untuk tenang berbicara pada Daniel dan menahan tangisnya agar tidak pecah.


"Lupakan aku! Lupakan semua tentang kita. Jalani kehidupanmu dengan baik. Yakinlah kamu akan menemukan pengganti ku yang jauh lebih baik dari aku. Semua wanita pasti menginginkanmu, akhiri semua ini dan lupakan aku. Lupakan semua hal tentangku," ucap Zeline menyakiti dirinya sendiri lewat setiap kata yang di ucapkannya.

__ADS_1


Bagaimana mungkin ia meminta pria yang amat dicintainya untuk membuka hati bagi wanita lain? Bagaimana mungkin dia bisa ikhlas melihat pria yang dicintainya dimiliki oleh wanita lain? Namun, itulah kenyataanya. Zeline harus bisa menerima semuanya. Zeline sudah bertekad untuk melepas Daniel dan memulai hidup barunya tanpa Daniel.


Maafkan aku, Niel. Ini yang terbaik untuk kita. Batin Zeline menangis.


__ADS_2