Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Atasan Yang Tak Biasa


__ADS_3

Nick sudah tahu mengenai persyaratan yang diberikan oleh orang tuanya Daniel, untuk itulah Daniel menyetujui permintaan orang tuanya dengan menikahi Rihana supaya Daniel juga bisa menikah dengan Zeline. Untuk bagaimana kedepannya biar nanti Daniel sendiri yang akan memikirkan caranya.


 


"Aku tahu, Daniel. Aku hanya cemas dan juga khawatir jika apa yang kau inginkan tidak sesuai dengan harapan, biar bagaimanapun Rihana bukanlah wanita yang bodoh sehingga percaya begitu saja saat kau menyatakan persetujuannya untuk menikah dengan dia. Aku akan membantu sebisa yang aku mampu, semoga saja keinginanmu bisa terwujud menikahi Zeline." Nick menepuk pundak Daniel untuk memberi semangat sebagai seorang sahabat, ia juga akan membantu Daniel sebisanya.


 


Daniel tetap dengan keputusannya, hanya dengan satu cara agar dia bisa menikahi Zeline. Yaitu dengan memenuhi permintaan orang tuanya yang memang sudah lebih dulu menjatuhkan Daniel pada Rihana, hubungan pertemanan di antara orang tuanya dan juga orang tua Rihana membuat mereka semua merencanakan perjodohan ini tanpa memperdulikan perasaan Daniel yang sudah lebih dulu mencintai wanita lain.


 


"Selamanya aku tidak akan bisa menikah dengan Zeline jika aku tidak menuruti permintaan mereka, Aku akan melakukan apa saja selama aku bisa hidup bersama dengan wanita yang sangat aku cintai." Daniel mengatakan itu dengan keyakinan dan tekad bulatnya di hadapan Nick.


Nick tidak bisa berbuat apa-apa setelah mendengarkan semua penjelasan dari Daniel mengenai rencananya, Nick hanya berharap dan juga berdoa semoga saja Daniel benar-benar bisa bersatu dengan Zeline seperti keinginannya. Nick tidak mungkin menasehati ataupun mengingatkan Daniel mengenai semua keputusan yang sudah diambil oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


 


"Aku akan terbang ke Sumatera besok, untuk melamar Zeline dan mengatakan padanya jika aku akan menikahinya." Mata Daniel terlihat berbinar saat mengatakan itu di hadapan Nick.


 


"Semoga semuanya berjalan lancar sesuai rencana yang sudah kau susun, biar aku yang mengantarmu ke bandara."


***


Sekeras apapun ia berpikir tetap saja ia tak menemukan jawaban yang pas atas sikap Tian. Menyukainya? Zeline pikir tidak mungkin karena dia jauh dari kesan wanita yang mungkin di idolakan pria seperti Tian.


Lalu apa tujuan Tian sebenarnya? Apa lagi dengan sikap Tian yang begitu aneh menurutnya.


'Sudahlah, bisa gila aku memikirkan.' batin Zeline berusaha mengenyahkan pikiran tersebut dan kembali pada pokok pikiran awalnya yang tak henti memikirkan Daniel.

__ADS_1


"Selamat pagi, Pak' sapaan yang terdengar dari orang-orang membuat Zeline menyadari jika Tian ada di belakangnya, tapi ia merasa enggan untuk menoleh ataupun menghentikan langkahnya. Zeline bersikap seolah ia tak tahu akan hal itu, sebab ia tidak ingin mengundang perhatian Tian untuk kembali mengusiknya, tapi semua itu percuma saat Tian tetap saja mengusiknya.


"Kamu satu-satunya pegawai yang begitu tidak sopan pada atasan!" suara seseorang yang berbicara tepat di depan telinga Zeline begitu mengejutkannya dan membuatnya sonyak saja menoleh hingga bibirnya hampir menyentuh bibir Tian jika Zeline tak langsung menjauhkan kepalanya.


'Ya Tuhan… Sebenarnya ada apa dengan pria ini?' ucap Zeline dalam hati.


"Semua orang hormat padaku, tapi ternyata ada yang tidak bisa menghormatiku di kantorku sendiri," ucap pria itu lagi, pelan tapi menusuk.


"Selamat pagi Pak Manager," sapa Zeline menyadari arah sindiran Tian.


"Selamat pagi, Ze." pria itu menjawab sapaan Zeline, di saat sapaan pegawai yang lainnya ia acuhkan. Ia bersikap seolah tak ada ketegangan di antara mereka, dengan mudahnya memberikan senyuman pada Zeline, mengabaikan beberapa orang yang menjadi penonton di sana.


Zeline yang melihat lift khusus pegawai sudah terbuka dengan cepat masuk ke dalamnya disusul oleh beberapa pegawai lainya yang menunduk sopan pada Zeline dan masuk ke dalam lift.


Syukurlah, akhirnya dia menghilang dari pandanganku. batin Zeline saat lift sudah naik, memisahkan ia dan Tian dengan lift yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2