
Zeline dan Shanum menoleh menatap sekitar mereka yang terlihat tengah menatap mereka karena suara Zeline yang cukup kencamg sebelumnya.
"Suaramu mengundang perhatian mereka," ucap Shanum pelan sembari tertawa.
Zeline juga tertawa menanggapinya. "Kau mengejutkanku. Apa maksudmu dengan kau yang memperkosanya?" tanya Zeline dengan suara yang bisa dikatakan berbisik, agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Ceritanya panjang. Intinya aku sangat ingin memiliki keturunan, tanpa harus punya suami. Aku yatim piatu, tidak punya keluarga. Jadi aku ingin mempunyai keluarga yang benar-benar sedarah denganku," jawab Shanum tak terlihat keberatan sama sekali menceritakan aib nya pada wanita yang baru dikenalnya, sebab Han dapat merasakan jika Zeline adalah orang baik yang bisa dipercaya.
"Lalu kenapa bisa dengan bule!" tanya Zeline lagi.
"Aku tidak punya pasangan. Bagaimana bisa aku menikah dan punya keturunan. Jadi saat aku liburan ke Bali, aku melihat seorang bule yang begitu tampan, persis seperti kriteria pria idamanaku. Aku dengan nekat melakukan segala cara agar bisa tidur dengannya, dengan harapan sekali jadi dan syukurlah semua benar-benar menjadi seperti yang aku inginkan. Intinya seperti itu," terang Shanum yang dengan cepat dimengerti oleh Zeline.
"Bagaimana denganmu? Apa kau punya pasangan?" tanya Shanum.
__ADS_1
"Aku pun juga ingin menikah muda, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada yang mau menikahiku," jawab Zeline tersenyum, tetapi terlihat jelas jika senyumannya mencerminkan senyum kesedihan.
"Ze, kamu baik-baik saja?" ucap Shanum merasa tak enak hati melihat perubahan raut wajah Zeline.
"Kau sepertinya sangat mengkhawatirkanku. Tenang. Aku baik-baik saja!" jawab Zeline tertawa pelan.
"Menikah muda mungkin juga menjadi keinginan sebagian wanita. Namun, aku pikir lebih baik terlambat menikah, daripada salah memilih suami, atau menjadi janda di usia muda. Aku sama sekali tidak menyesali kehadiran si kembar, hanya saja aku menyesali karena si kembar harus lahir tanpa seorang ayah. Itulah kesalahan dan penyesalan terbesarku," ucap Shanum berterus terang.
Zeline hanya diam mendengarkan ucapan Shanun karena untuk menanggapinya ia takut salah berucap. Diam, menjadi pendengar yang baik menjadi pilihannya.
"Tidak ada, aku baru saja putus dari seseorang beberapa minggu yang lalu," jawab Zeline.
"Apa aku boleh tahu alasannya? Apa pria itu menyakitimu? Apa dia selingkuh?" tanya Shanum pelan.
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak mengerti. Dia terlihat sangat mencintaiku, tetapi tidak ada kepastian dalam hubungan kami," jawab Zeline yang juga memutuskan untuk bercerita saat Shanum saja mampu terbuka padanya.
"Aku belum begitu mengerti," ucap Shanum.
"Kami berpacaran hampir tiga tahun dan selama itu juga tidak ada kepastian dalam hubungan kami. Dia terlihat sangat mencintaiku, memperlakukanku dengan sangat baik, tetapi ada hal yang benar-benar terasa janggal karena aku merasa seperti dijadikan sebagai simpanan. Kami berpacaran secara sembunyi-sembunyi, dan yang lebih menyedihkan saat aku harus berpura-pura tidak mengenalnya saat kami bertemu di luar. Hubungan seperti apa itu?" ucap Zeline dengan mata berkaca-kaca. Zeline berusaha menyeka air matanya yang nyaris keluar, karena Zeline sudah berusaha untuk melupakan dan tidak menangis lagi.
"Di mana dia sekarang? Kenapa dia memperlakukanmu seperti itu jika dia mencintaimu?" tanya Shanum tak habis pikir dengan jalan pikiran mantan kekasih Zeline.
"Dia di Jakarta. Entahlah, dia tidak pernah mengatakan apapun saat aku bertanya. Aku bertahan karena aku mencintainya, tetapi semua sudah berakhir. Aku tidak bisa bertahan lagi saat aku sudah berulang kali meminta kepastian darinya, tetapi dia tidak pernah bisa memberikan kepastian apapun untukku. Hanya selalu memintaku bersabar. Aku tidak sanggup lagi menjalani hubungan seperti itu, dan akhirnya aku menyerah," jawab Zeline.
"Kamu masih mencintainya?" Shanum kembali bertanya saat melihat wajah murung Zeline. Apa yang dialami Zeline terdengar begitu buruk untuk Shanum, bagaimana bisa Zeline bertahan begitu lama dalam hubungan tanpa kepastian seperti itu? Pikirnya.
"Bohong jika aku mengatakan aku tidak mencintainya. Kami menjalin hubungan selama tiga tahun, dan tentu saja sangat sulit untukku melupakan dia. Aku masih sangat mencintainya," jawab Zeline berusaha untuk terlihat tegar saat mengatakannya.
__ADS_1
"Sudahlah, untuk apa membahas masa lalu. Lebih baik kita memikirkan masa depan. Siapa tahu di masa depan kita bertemu dengan CEO atau Presdir tampan, atau juga bule kaya," ucap Zeline lagi sembari tertawa, membuat Shanum yang mendengar berusaha untuk ikut tertawa, sebab Shanum tidak ingin membuat Zeline semakin bersedih jika terus membahas hal itu.
Aku sangat yakin ada yang disembunyikan dibalik sikap kekasihmu seperti itu, tetapi itu semua jika dia benar-benar mencintaimu. Karena jika tidak, itu artinya dia menggantung hubungan kalian karena dia hanya ingin bersenang-senang denganmu. Batin Shanum.