Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Banyak Pria Genit


__ADS_3

Satu jam berlalu. Beberapa wanita yang sebelumnya sudah diam karena ancaman Zeline, sekarang kembali terlihat memperhatikan Zeline dengan sinis saat mereka melihat banyak pria yang diam-diam juga memperhatikan Zeline atau sekedar mencari perhatian Zeline.


"Lihatlah, dia berpura-pura cuek dan berpenampilan berbeda dari kita, aku yakin itu semua sengaja dia lakukan untuk mencari perhatian pegawai pria disini," ucap seorang wanita yang terlihat dari name tag nya bernama Serly, menatap sinis pada Zeline yang terlihat fokus dengan pekerjaannya.


"Ya, aku juga berpikiran yang sama, bagaimana jika kita memberikan sedikit pelajaran padanya?" sahut Lucy merasa senang saat ada seseorang yang bisa diperalatnya untuk mengusik Zeline.


Meski samar dan terlihat mengabaikan keberadaan di sekitarnya, tetapi Zeline dapat mendengar apa yang tengah dikatakan oleh kedua wanita yang sedari tadi ia sadari terus memperhatikannya.


Zeline mengangkat kepalanya, lalu tersenyum devil menatap kedua wanita yang menjadi gelagapan menatapnya.


Kalian pikir bisa menindasku? Kalian salah. Coba saja jika ingin bermain denganku. Batin Zeline menyeringai.


"Hai, kamu baru di sini?" ucap seseorang mengejutkan Zeline yang langsung menatap padanya.


Kenapa banyak sekali pria genit di sini? Batinnya.


Zeline yang dulu sebelum mengenal Daniel adalah wanita yang selalu bersikap dingin pada pria, sebab pengalaman yang di lihat Zeline dari orang-orang yang Zeline kenal, mengajarkan Zeline jika kebanyakan pria hanya baik saat pendekatan, lalu akan terlihat sifat serta sikap aslinya setelah mendapat apa yang mereka inginkan. Itulah sosok pria di mata Zeline, sebelum akhirnya bertemu dengan Daniel, pria yang berhasil mendapatkan hatinya.


Beberapa tahun menjalin hubungan bersama Daniel, membuat Zeline yang dingin menjadi lebih hangat. Zeline tulus mencintai Daniel seperti cinta Daniel yang Zeline rasa tulus padanya. Namun, setelah sekarang mereka berpisah, pemikiran Zeline pada kaum pria kembali sama.


"Kau baru meliatku? Itu artinya aku baru di sini. Ke napa kamu masih bertanya?" ucap Zeline membuat sang pria menelan salivanya berhadapan dengan Zeline. Wanita pertama yang bersikap dingin padanya.


Disaat banyak wanita ingin mengobrol denganku, dia justru jutek sekali padaku. Apa daya pikatku sudah hilang? Dia benar-benar dingun seperti yang mereka ceritakan. batin pria tersebut.

__ADS_1


"Aku Dion," ucap pria bernama Dion memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya pada Zeline yang menatap jengah padanya. Zeline bukanlah tipe cewek yang suka didekati apalagi oleh pria, Zeline yang sejatinya membenci kamu pria yang suka menebar pesona itu semakin membenci kaum pria setelah kejadian dimana ia mengingat masa lalunya ketika Daniel begitu hebat dalam meluluhkan hatinya.


"Aku tau namamu tanpa kau sebutkan, karena jelas terlihat disana. Kau juga pasti sudah tau namaku, jadi berhentilah berbasa-basi. Apa kau tidak punya pekerjaan?" Hardik Zeline sembari menunjuk Name tag yang ada di bagian atas dada sebelah kiri mereka.


"Baiklah, sepertinya kau sibuk. Maaf mengganggu," ucap Dion lagi terdengar dengan nada bicara yang sudah berubah kesal, pria itu berlalu pergi dari sana membawa kekesalannya pada Zeline.


Kesibukan Zeline pada pekerjaannya membuatnya tidak menyadari jika sudah tiba waktunya jam makan siang, seorang wanita dengan penampilan bisa dibilang culun yang melihat itu datang menghampiri Zeline.


"Kamu tidak ingin istirahat? Sudah waktunya makan siang!" ucap wanita itu pada Zeline yang langsung mengangkat kepalanya saat lagi-lagi ada yang berbicara padanya.


"Astaga, aku baru sadar! Terima kasih," ucap Zeline tersenyum, membuat wanita berkacamata dengan tompel besar di pipinya  tersebut menatap tak percaya pada Zeline. Dua hari berada di sana, baru kali ini dia melihat Zeline mau tersenyum pada seseorang dan dia menjadi orang yang beruntung melihat senyum Zeline tersebut. Sebelum menghampiri Zeline, wanita berkacamata itu sudah menyiapkan mental jika saja dia akan mendapat perlakuan dingin seperti pegawai lainnya yang coba menyapa Zeline. Namun, ternyata dugaannya salah, Zeline justru tersenyum dan bersikap santai padanya.


"Mau makan siang bersama? Di Nolan Hotel juga menanggung makan semua pegawainya. Apa kau tahu itu?" ucap wanita itu lagi mencoba peruntungan keduanya.


"Aku Shanum. Senang bisa kenal denganmu, Zeline," ucap wanita itu lagi mengulurkan tanganya.


"Aku Zeline. Senang juga mengenalmu," jawab Zeline menyambut uluran tangan wanita bernama Sanum.


Ada sesuatu yang berbeda darinya. Apa alasannya berpenampilan seperti ini? Aku sangat yakin jika ini bukanlah dia yang sebenarnya. Zeline tersenyum menatap Shanum sembari memperhatikan dengan begitu intens sosok Sanum.


Ternyata dia tidak seburuk itu? batin Shanum yang juga mengimentari sosok Zeline.


"Ya sudah. Ayo kita ambil makan gratis!  Sebelum waktu makan siang habis," ajak Shanum membuat Zeline tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Hanya dalam beberapa menit, keduanya sudah tiba di kantin hotel, dan itu tentu saja mengejutkan semua orang yang sempat melihat bagaimana dinginnya seorang Zeline, tetapi sekarang justru bergabung bersama mereka di kantin hotel. Apalagi sikap Zeline yang terlihat berbincang santai dengan seorang pegawai lainnya.


Bisik-bisik dari para pegawai lainnya kembali terdengar di telinga Zeline, dan itu membuat Shanum yang juga mendengarnya merasa tidak enak hati pada Zeline, berbeda dengan Zeline yang justru biasa saja menanggapinya.


"Ze, kamu tidak apa-apa?" tanya Shanum pelan pada Zeline yang menjawab dengan senyuman padanya.


"Santai saja, aku tidak apa-apa," jawab Zeline.


Setelah pesanan mereka tiba, keduanya mulai makan sembari mengobrol ringan mengenal satu sama lain dan Zeline sama sekali tidak keberatan dengan obrolan mereka, meski belum terlalu mengenal, tetapi keduanya terlihat merasa cocok satu sama lain.  


"Anakmu umur berapa?" tanya Zeline setelah Shanum menceritakan tentang statusnya.


"Usianya hampir enam tahun," jawab Shanum.


"Shanum, maaf. Aku benar-benar penasaran, sedari tadi kau tidak mengatakan tentang suamimu. Di mana dia?" tanya Zeline pelan berharap pertanyaannya bukanlah sesutau yang akan menyinggung Shanum.


Zeline merasa bersalah saat melihat pancaran mata Shanum terlihat sendu, tetapu itu semua hanya beberapa detik sebelum akhirnya Shanum terkikih sendiri menatap Zeline yang dibuat bingung karena tingkahnya.


"Kamu tidak akan percaya dengan apa yang telah aku lakukan," ucapnya tersenyum sendiri.


"Hmm... Kau membuatku penasaran. Katakan apa itu?" tanya Zeline.


Shanum mendekatkan tubuhnya pada Zeline, lalu berbisik. "Aku belun menikah. Aku melahirkan anak seorang pria bule yang tidak ku kenal. Bisa dikatakan aku yang memperkosa pria itu," jawab Shanum yang tidak merasa keberatan sama sekali menceritakan hal yang sebenarnya pada Zeline.

__ADS_1


"Apa?" ucap Zeline terkejut, tanpa sadar berbicara dengan kencang dan itu membuat tatapan semua orang tertuju padanya.


__ADS_2