Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Rihana Menemui Zeline


__ADS_3

Tian dan juga Zeline sudah sampai di restoran yang mereka tuju, keduanya juga sudah memesan makanan dan sedang menunggu pesanan mereka datang. Untuk menghilangkan jenuh, Zeline memilih sibuk dengan ponselnya, begitupun dengan Tian.


Tian sendiri sudah berusaha beberapa kali mencoba untuk berbincang dengan Zeline, tapi tanggapan dari wanita itu sangat cuek dan juga acuh sehingga membuat Tian lebih memilih diam. Bisa mengajak Zeline makan siang bersama dengannya saja membuat Tian cukup senang dan dia harus sabar agar bisa lebih memahami mengenai karakter wanita yang ada di hadapannya.


Pelayan datang membawa pesanan makanan mereka berdua, kemudian Tian mempersilahkan Zeline untuk mencicipi makanan yang ada di restoran tersebut. Zeline menganggukkan kepalanya dan dia pun mulai mencoba makanan yang sudah dipesan ternyata memang rasanya sangat enak.


Tidak ada percakapan panjang di antara keduanya, hanya sepatah dua patah kata saja agar suasananya tidak terlalu kaku. Ketika Zeline ingin menghabiskan makanannya, tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampirinya dan berusaha untuk mengajaknya bicara.


"Hai, maaf? Boleh aku duduk di sini? Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu, serius." Seorang wanita itu berusaha untuk berbasa-basi dengan Zeline.


Zeline merasa beruntung karena ada orang yang bisa menyelamatkannya juga mengalihkannya dari Tian, padahal Zeline sendiri tidak mengenali wanita yang berusaha untuk mengajaknya bicara itu. Tapi Zeline tidak masalah karena dia memang membutuhkan pengalihan agar Tian tidak berusaha terus menerus mengajaknya bicara.


"Hai juga, silahkan. Kita bisa bicarakan di sini." Zeline mempersilahkan wanita itu duduk di sampingnya.


Mereka terlihat ngobrol meskipun baru pertama kali bertemu dan Zeline berusaha untuk bersikap ramah di hadapan wanita itu, hal tersebut membuat Tian kesal karena dia tidak bisa lagi ngobrol dengan Zeline yang sekarang sedang sibuk bersama dengan wanita yang entah itu siapa.


"Kau selesaikan saja dulu makanannya, Aku tunggu di mobil saja. Takutnya nanti malah mengganggu obrolan kalian." Karena kesal Tian lebih memilih untuk menunggu Zeline di mobilnya.

__ADS_1


Sepeninggal Tian yang keluar dari restoran dan menuju halaman parkir serta menunggu Zeline di dalam mobil milik pria itu, raut wajah Zeline menjadi lega karena dia bisa selamat dari pria itu.


"Terima kasih banyak, ya. Karena kedatanganmu aku bisa menghindar dari pria itu." Zeline merasa tertolong oleh kehadiran seorang wanita yang tiba-tiba saja menghampirinya.


"Tidak masalah, aku yang seharusnya berterima kasih karena sudah diizinkan duduk di sini. Oh, ya. Perkenalkan namaku Rihanna. Aku adalah calon istrinya Daniel." Wanita itu mengeluarkan tangannya dan mengenalkan diri sebagai calon istrinya Daniel.


Mendengar semua itu membuat Zeline tertawa, dia tidak menganggap serius tentang pengakuan wanita yang baru saja pertama kali bertemu dengannya. Zeline mengira jika wanita tersebut sedang bergurau dengannya dan mungkin dia salah orang, karena yang namanya Daniel bukan hanya pria yang dicintai oleh Zeline tapi ada banyak nama Daniel di dunia ini.


Melihat reaksi Zeline yang justru tertawa saat Rihana memperkenalkan dirinya sebagai calon istri Daniel, akhirnya Rihana mengeluarkan selembar kertas yang merupakan undangan pernikahannya dengan Daniel dan menaruhnya di atas meja.


"Jika kau tidak percaya, lihatlah undangan ini. Karena ini adalah salah satu bukti jika aku sama sekali tidak berbohong ataupun sedang bercanda." Rihana menatap serius ke arah Zeline yang tadi sempat menertawakannya.


Seketika tawa Zeline terhenti, dia pun diam dan tubuhnya tidak dapat digerakkan. Zeline syok, dia diam mematung seolah baru saja mendapatkan kabar yang sudah menghancurkan serta memporak-porandakan hidupnya.


"Pergilah dari kehidupan Daniel, karena dia akan menjadi milikku." Setelah mengatakan itu Rihana pergi tanpa memperdulikan reaksi Zeline yang masih terdiam.


Zeline masih terdiam, hatinya mengatakan ini semua tidak benar dan sulit sekali mempercayainya, pada kenyataannya Rihana mengatakan yang sebenarnya bahkan buktinya sendiri ada di hadapan Zeline.

__ADS_1


"Ya Tuhan, benarkah ini semua? Wanita itu adalah calon istrinya Daniel." Dengan tatapan kosong, juga tubuh yang seperti tidak mempunyai tenaga. Zeline hanya membatin mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Rihanna.


Bagaimana mungkin Daniel akan menikah dengan wanita lain, hari lalu Daniel dan juga dirinya baru saja mendatangi sebuah butik dan memesan pakaian untuk hari pernikahan mereka berdua. Daniel kembali ke Jakarta karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan, dan baru akan kembali ke Sumatera setelah urusan Daniel beres semua.


Apakah Daniel kembali ke Jakarta karena dia ingin menikahi wanita bernama Rihana itu? Entahlah, saat ini sulit sekali diterima oleh akal sehat Zeline. Tapi sebuah bukti kuat membenarkan ucapan Rihanna, dalam undangan tersebut tertulis nama Rihana dan juga Daniel serta foto mereka sebagai calon pengantin.


Sementara di halaman parkir, Tian baru sadar jika ponselnya tertinggal di dalam. Dia memutuskan untuk kembali dan mengambilnya karena dia tidak mungkin menunggu di mobil tanpa melakukan apapun, Tian juga melihat wanita yang tadi sempat mengobrol dengan Zeline berjalan sambil tersenyum menyeringai seolah dia dia melakukan satu hal yang membuatnya merasa puas.


Tian langsung teringat kepada Zeline, buru dia masuk ke dalam restoran dan benar saja dugaannya. Suatu pasti telah terjadi kepada Zeline karena Tian melihat jika Zeline terlihat diam dan tatapan matanya kosong.


"Zeline," gumam Tian, dia melihat Zeline dengan kondisi tidak baik sehingga membuat Tian menjadi cemas pada wanita itu.


Tian bergegas menghampiri Zeline yang terdiam dengan tatapan kosong, entah apa yang terjadi pada wanita itu? Tapi Tian ingat sebelum tadi dia pergi Zeline sedang berbincang dengan seorang wanita yang Tian sendiri tidak kenal, apakah mungkin terjadi sesuatu hal buruk yang dilakukan oleh wanita itu? Tian berjalan cepat dan dia sudah sampai di samping Zeline yang masih tetap diam menatap kosong.


"Zeline, apa kau baik-baik saja?" Tian berdiri di samping Zeline, menatap cemas ke arah wanita itu yang masih terdiam entah sedang memikirkan apa.


Mendengar suara Tian, kemudian Zeline melihat ke samping dan ternyata sudah ada Tian di situ, seketika Zeline memeluk Tian dan menangis sesegukan.

__ADS_1


Kejadian yang secara tiba-tiba pada Zeline yang memeluk Tian, sontak saja membuat pria itu terpaku tidak percaya. Karena beberapa menit lalu Zeline bersikap acuh dan cuek padanya, sekarang Zeline justru nampak terlihat seperti terluka parah yang menyebabkannya menangis sambil memeluk Tian.


"Ya Tuhan, kamu kenapa, Zeline? Kenapa tiba-tiba menangis seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi, bicaralah padaku?"


__ADS_2