Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Terlihat Serasi


__ADS_3

Nick dan juga Daniel menuju ke bandara karena sahabatnya itu akan langsung pergi ke Sumatera menemui Zeline, Nick akan selalu mendukung serta memberi semangat tentang hal apapun yang sudah dipilih oleh Daniel. Karena Nick tidak punya hak untuk melarang semua keputusan yang sudah Daniel pilih.


 


Sesampainya di bandara, Nick mengantar Daniel sampai pria itu menuju ke terminal pemberangkatan pesawat yang akan mengantar Daniel ke Sumatera. Nick melepas kepergian Daniel untuk menemui wanita yang dicintainya, Nick melambaikan tangannya seiring dengan tubuh Daniel yang perlahan mulai menghilang.


 


"Semoga, apa yang kau pilih ini benar-benar akan membawa kehidupanmu dan juga Zeline dipenuhi oleh kebahagiaan," gumam Nick, setelah itu dia meninggalkan bandara dan pulang ke rumahnya.


***


Jarum jam menunjukan sudah waktunya untuk pulang. Zeline bersiap untuk keluar dari kantor bersama dengan Shanum yang juga akan pulang.

__ADS_1


Keduanya akan keluar dari gedung bersamaan dengan pasangan yang terlihat jelas sang wanita bergelayut manja di lengan Tian. Zeline yang melihat hal tersebut hanya tersenyum dengan ramahnya menyapa keduanya, sebagai bentuk sopan dan hormatnya dia pada atasan.


Tian merasa kesal dengan sapaan Zeline yang begitu ramah padanya dan wanita yang bersamanya, dengan cepat berlalu pergi dari sana sembari balas merangkul pinggang sang wanita, meninggalkan Zeline yang masih tersenyum menatap kepergian pasangan tersebut.


"Ze, kenapa?" tanya Shanum bingung melihat Zeline yang baru tersenyum lebar setelah seharian terlihat galau.


"Tidak apa-apa. Aku hanya suka melihat mereka berdua yang terlihat serasi. Sangat cocok, aku berharap keduanya langgeng," jawab Zeline yang benar-benar tulus mengatakannya.


"Kamu bilang serasi? Langgeng? Lihatlah beberapa hari kemudian! Kamu akan melihat wanita yang berbeda lagi bergelayut di lengan manager," ungkap Hanum yang sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu.


"Bagaimana dengan pegawai di sini, Shan? Apa benar-benar tak ada pegawai yang pernah dekat dengan GM kita?" tanya Zeline lebih lanjut saat mereka sudah berada di luar gedung.


"Tidak ada. Seperti kataku, manager terkenal playboy di mata pegawainya, tapi dia tidak pernah tergoda pada pegawai yang coba menggodanya. Dia tidak mau dan menolak keras berkencan dengan pegawainya sendiri. Dia bisa bekerja secara profesional, makanya Nolan Hotel semakin berkembang dibawah pimpinannya. Hanya saja sepertinya sikapnya padamu sedikit berbeda," ujar Shanum menjelaskan lagi sedikit tentang Tian.

__ADS_1


Apa yang dikatakan Shanum sama seperti apa yang tengah dipikirkan oleh Zeline, jika benar pria itu bisa profesional dan tidak mau terlibat dengan pegawainya, lalu kenapa pria itu selalu mengusiknya?


"Mungkin karena aku teman dari adik sahabatnya," jawab Zeline pada ucapan Shanum sebelumnya. Zeline berusaha mengakhiri pembicaraan mengenai Tian, tapi Shanum terus melanjutkan pembicaraan mereka.


"Siapa Ze?" tanya Shanum yang sedikit bingung pasalnya ia cukup tahu teman-teman Tian yang sering terlihat.


"Pak Radit. Dia kakaknya Anna. Dan Anna adalah tetangga baruku, dia seusia kita. Dia juga yang membantuku bekerj di sini," jawab Zeline.


"Oh, pantas saja asisten manager sangat baik padamu, kamu ternyata teman adiknya," ujar Shanum mengerti.


"Oh ya, apa ada kabar darinya?" tanya Shanum lagi teringat akan penyebab Vani terlihat sedih akhir-akhir ini.


"Maaf, Ze. Aku tidak bermaksud–" Shanum menepuk dahinya sendiri yang merasa bodoh membahas kembali hal yang hanya akan membuat Zeline sedih.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Shanum. Sayangnya tidak ada kabar darinya. Ayo lanjut! Nanti keburu malam, kasihan anakmu menunggu di rumah!" seru Zeline yang akhirnya bisa mengakhiri pembicaraan.


__ADS_2