Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Menasehati Zeline


__ADS_3

Shanum mendengar dengan tidak percaya, meski dia belum pernah bertemu dengan Daniel dan tidak mengenal pria itu. Tapi keputusan Zeline dengan menjadikan Tian sebagai tunangan fiktif nya, adalah sebuah keputusan yang salah.


"Aku hanya ingin mengingatkan saja, aku takut jika kau justru terjebak dalam permainanmu sendiri. Sebaiknya kau tanyakan langsung kepada Daniel, apa yang sebenarnya terjadi? Jangan langsung mengambil keputusan seperti ini sehingga nanti ketika kebenaran terungkap kau akan menyesal." Sebagai sahabat sudah seharusnya Shanum mengingatkan Zeline, karena bagi Shanum keputusan Zeline sama sekali tidak tepat.


"Aku pasti akan hati-hati, Shanum. Aku melakukan ini hanya agar tidak dikejar-kejar oleh Daniel. Aku gak mau dicap sebagai pelakor dan tidak ingin jika terus-menerus dibohongi juga dibodohi serta dijadikan tempat persinggahan sementara oleh Daniel." Dengan wajah memendam amarah, Zeline mengatakan kekesalannya itu dihadapan Shanum.


Zeline sudah salah paham pada Daniel, karena yang dia lakukan dengan memutuskan membawa Tian ke dalam permasalahan hidupnya, adalah sebuah keputusan salah. Di tambah lagi kejadian tadi pagi menjadi bahan gosip oleh mereka yang tidak menyukai Zeline.

__ADS_1


"Apa tidak kau cari tahu dulu mengenai informasi yang disampaikan oleh wanita bernama Rihana itu? Maksudku, bagaimana bisa dia langsung menemui mu di restoran, bahkan dia bisa tahu jika kau keluar kantor, seharusnya kau jangan berlangsung percaya pada orang yang bahkan baru pertama kalinya kau temui." Shanum rasa jika keputusan Zeline sangat tergesa-gesa ketika dia melibatkan Tian ke dalam permasalahan pribadinya.


Entah kenapa bagi Shanum kedatangan wanita itu sepertinya sudah direncanakan sebelumnya, sementara wanita itu tinggal di Jakarta dan Zeline di Sumatera. Sungguh aneh sekali bukan, jika Rihana tiba-tiba datang ke Sumatera dan menemui Zeline di Restoran.


"Sudahlah, Shanum. Jangan membahas lagi masalah ini, aku sudah mengambil keputusan. Dengan meminta bantuan pak Tian untuk pura-pura menjadi tunanganku, agar nanti saat Daniel datang ke sini dan menemui aku, dia akan percaya dan mencari tahu tentang hubungan fiktif aku dengan pak Tian. Dia pasti akan menjauh dan tidak akan lagi mengganggu hidupku."  Zeline tetap kekeh dengan keputusannya, sebab dia sudah terlanjur sakit hati atas pengkhianatan Daniel padanya.


"Sepertinya ada yang janggal dengan semua ini, Zeline. Jika benar Daniel akan menikah dengan wanita lain, lalu kenapa dia masih saja mengejar mu? Tiga tahun kalian bersama, tidak masuk akal sekali jika Daniel hanya menganggap mu sebagai tempat persinggahannya saja. Aku kasih saran, sebaiknya kau cari informasi yang benar dulu, jangan terburu-buru mengambil keputusan. Sebab meski aku tidak kenal dengan Daniel, dan menurut dari cerita yang kau katakan, semuanya benar-benar tidak masuk akal." Shanum kembali menasehati Zeline.

__ADS_1


Shanum berharap dengan memberi Zeline nasihat, maka sahabatnya itu segera menghentikan permainannya dengan Tian. Sebab Shanum khawatir jika sesuatu hal buruk akan terjadi pada Zeline, sehingga membuatnya berada dalam situasi yang salah dan tidak bisa menghindarinya.


Entah kenapa, Shanum benar-benar jika yang terjadi seperti disengaja dan ada rencana jahat di balik kedatangan wanita itu datang menemui Zeline.


"Karena Daniel hanya menjadikan aku sebagai tempat persinggahannya saja, tidak lebih dari itu. Jadi aku mohon , stop membahas pria itu lagi. Aku sedang dalam proses penyembuhan luka, setidaknya untuk sementara waktu biarkan Tian tetap berperan sebagai tunanganku." Zeline tetap dengan keputusannya, sepertinya hatinya sudah benar-benar tertutup karena sakit yang diberikan oleh Daniel.


Shanum pun menganggukkan kepalanya, dia akan selalu ada dan mendukung apapun yang Zeline putusan. Sebab itulah fungsi sebagai seorang sahabat, jadi meskipun Shanum masih dengan keraguannya, tapi saat ini dia akan memberi waktu untuk Zeline. Setidaknya sampai situasinya benar-benar tepat. Barulah Shanum akan memberi nasihat dan mengingatkan Zeline lagi.

__ADS_1


"Lupakan sejenak masalah ini, lebih baik sekarang kita makan saja. Sebab kita tetap harus punya tenaga banyak untuk menghadapi banyak pekerjaan dan masalah yang berdatangan silih berganti tentunya. Ayo, nanti gak enak kalau sudah dingin." Shanum tersenyum pada Zeline, mengelus tangan sahabatnya itu. Kemudian keduanya sama-sama menikmati makanannya dalam suasana hening.


__ADS_2