Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Salam Perpisahan Dari Zeline


__ADS_3

Nick segera membawa Daniel keluar dari klub tersebut, sebelum wanita penghibur itu menjebak dan menggoda Daniel. Nick tahu jika kondisi Daniel sekarang itu karena efek dari obat perangsang yang sengaja dipasang di minuman Daniel, untuk itulah Nick Datang dan melihat seperti apa kacaunya Daniel dalam pengaruh obat perangsang tersebut.


 


Wanita itu merasa geram karena rencananya gagal untuk menjebak Daniel dan mendapatkan uang banyak dari pria itu, dia hanya menatap kesal melihat kepergian Daniel yang sudah dibawa oleh Nick.


 


"Kenapa kau bisa sampai seperti ini, Daniel? Andai saja aku tidak keburu datang, sudah pasti wanita itu sudah menjebakmu." Nick mendengus kesal sambil berusaha membawa Daniel yang sudah kacau karena pengaruh obat perangsang itu.


 


Sementara Daniel hanya meracau saja, rasa panas dan desakan dari seluruh tubuhnya membuat Daniel tidak bisa berpikir dan menjawab pertanyaan Nick, sehingga saat ini yang dibutuhkan oleh Daniel adalah pelampiasan untuk menghilangkan rasa panas yang sejak tadi menyiksa dirinya.


 


Satu-satunya cara adalah secepatnya melampiaskan rasa panas dari dalam tubuh Daniel dan Nick tahu ke mana dia harus pergi membawa Daniel, hanya satu-satunya tempat yang bisa membuat kondisi Daniel kembali pulih dan pria itu bisa menghilangkan rasa panas serta desakan nafsu birahi yang sekarang sudah menguasai tubuhnya.


 


"Aku harus secepatnya membawa Daniel ke tempat Zeline, sebelum dia menolak dan kembali ikut denganku." Nick membatin dan segera memasukkan Daniel ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan klub tersebut.


 


Nick sudah mengetahui Di mana tempat tinggal Zeline yang baru, sehingga dia tidak kesulitan lagi untuk menemukan wanita itu dan membawa Daniel ke rumah Zeline. Hanya itu satu setengah jalan untuk menyembuhkan rasa panas di tubuh Daniel dan sudah pasti Zeline tidak mungkin menolak kedatangan Daniel.


 


Sampai di tempat tinggal Zeline yang baru, Nick memapah Daniel yang sudah sepenuhnya berada dalam pengaruh obat. Nick membawa Daniel masuk ke rumah Zeline dan meninggalkan pria itu di sana.


 


"Apa yang terjadi dengan Daniel? Kenapa dia terlihat kacau seperti ini?" Zeline terkejut saat melihat kedatangan Nick yang membawa Daniel dalam kondisi kacau.


 


"Dia sedang dalam pengaruh obat perangsang, aku menemuinya di klub dan sepertinya ada orang yang dengan sengaja menambahkan obat perangsang tersebut ke dalam minuman Daniel. Untuk itulah aku sengaja membawanya ke sini dan meninggalkan dia di rumahmu, karena kau tahu apa yang seharusnya kau lakukan untuk meredakan dan juga menyembuhkan sesuatu yang sekarang sedang bergejolak di dalam tubuh Daniel." Nick membawa Daniel masuk ke dalam kamar Zeline, setelah itu dia pergi dari rumah Zeline sebelum Zeline sempat menolaknya.


 

__ADS_1


Setelah Nick pergi, Zeline memutar tubuhnya dan melihat kondisi Daniel yang memang sudah sepenuhnya berada di bawah pengaruh obat perangsang tersebut. Zeline merasa kasihan dengan kondisi Daniel dan dia sendiri harus bisa membantu pria itu.


 


"Aku sangat mencintaimu, sungguh besar cintaku padamu. Aku tidak pernah dan tidak akan mungkin bisa melupakanmu dan akan selamanya mencintaimu." Daniel meracau terus-menerus mengatakan cinta kepada Zeline.


 


Daniel merasa tubuhnya semakin terbakar bahkan dia sudah membuka baju karena rasa panas benar-benar menyiksanya, ditambah lagi dorongan dari bagian tubuh lainnya yang mendesak seolah meminta untuk segera dilampiaskan. Daniel tidak bisa menolak ketika Nick membawanya ke rumah Zeline, karena dia sendiri tidak berdaya untuk menguasai dirinya yang sudah sepenuhnya berada di bawah pengaruh obat perangsang.


 


"Zeline tolong percayalah padaku, aku sangat mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu sama sekali tidak sedang berdusta, Aku mencintaimu Zeline." Daniel kembali meracau dan dia sudah merasa benar-benar sangat kepanasan akibat obat perangsang itu yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dan Daniel tidak bisa untuk mengendalikan dirinya lagi.


 


Melihat Daniel yang tersiksa membuat Zeline iba dan dia ingin membantu supaya pria itu bisa melampiaskan dan juga menghilangkan rasa panas dari sekujur tubuhnya.


 


Zeline menghampiri Daniel yang sedang mengibaskan tangannya, mengipasi wajah yang memerah karena hawa panas yang semakin membakar tubuhnya. Baju sudah tertanggal, tergeletak di lantai.


 


 


"Zeline!" Tangan Daniel terulur, mengelus pipi wanita yang sangat dicintainya.


 


Zeline diam saja ketika tangan Daniel mulai berpindah ke tempat lain, membiarkan pria itu menyentuh sesuka hatinya. Zeline harus membantu Daniel untuk yang terakhir kalinya, sebagai salam perpisahan. Sehingga Zeline rela jika malam ini dia akan meredam rasa panas di tubuh Daniel.


 


"Jangan tinggalkan aku, Zeline. Aku sangat mencintaimu, kita bisa harus tetap bersama. Zeline, aku tidak bisa hidup tanpamu." Daniel menari tubuh Zeline, sehingga wanita itu terhempas dan berada dalam dekapan hangat tubuh Daniel.


 


Napas keduanya saling bersahutan, detak jantung Zeline dan Daniel berdegup kencang. Napas Daniel menghembuskan hawa panas pada leher dan pundak Zeline yang memang terbuka, sehingga membuat Zeline seperti tersetrum.

__ADS_1


 


"Daniel!" Suara lirih diikuti oleh ******* pelan yang keluar tanpa Zeline sadari.


 


******* suara Zeline membuat panas di tubuh Daniel semakin membara, keringat mulai membanjirinya. Dan detik berikutnya bibir Daniel sudah melahap habis bibir Zeline, keduanya saling ******* menikmatinya satu sama lain.


 


Tangan Zeline sudah berada di tengkuk Daniel, mencengkeram rambut pria itu dengan kencang. Sebuah sambutan yang membuat Daniel merasa jika Zeline menginginkan hal serupa seperti yang diinginkannya.


 


"Aku akan membantumu untuk meredam rasa panas di tubuhmu, Daniel. Aku siap melayani kamu," bisik Zeline ditelinga Daniel.


 


Zeline memang sudah siap melayani Daniel, sebagai salam perpisahan sebelum keduanya terpisah jauh dalam jarak puluhan kilometer. Dan Zeline akan menjalani kehidupan yang baru, begitu juga sebaliknya. Dia pun masih sangat mencintai Daniel, sehingga rela melayaninya.


 


"Ah, Ze. Aku sangat mencintaimu." Daniel menenggelamkan tubuhnya yang berada di atas Zeline.


 


Tidak ada sedikitpun ketakutan atau keterpaksaan dari Zeline saat dirinya dengan sepenuh hati melayani dan membantu Daniel untuk melepaskan semua nafsu dari dalam diri Daniel, sebab Zeline juga masih sangat mencintai pria itu.


 


Tidak ada penyesalan di hati Zeline, sebab dia juga menginginkannya. Dan malam ini adalah malam Terakhir mereka bersama, saling memberi kenikmatan juga kepuasan satu sama lain.


 


"Daniel … Ah," Zeline berteriak lepas, tangannya mencengkram pundak Daniel dengan kencang, dan ada yang lepas dari dalam tubuhnya.


Ringan dan nikmat sekali rasanya, seolah dia terbang ke atas langit dan hangat dalam dekapan tubuh Daniel.


 

__ADS_1


"I love you." Daniel memeluk tubuh Zeline, keduanya baru saja selesai melewati pergumulan panas saling memuaskan dan memberikan kenikmatan. Bahagia dan juga sedih, itulah yang dirasakan oleh Zeline.


 


__ADS_2