Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Menjauh Dari Hidupku


__ADS_3

Zeline tiba di rumahnya berharap Daniel sudah pergi dari sana, namun yang terjadi justru sebaliknya. Ia yang baru masuk ke dalam rumah dapat mencium wangi masakan yang berasal dari dapurnya, sudah jelas jika pria yang ingin ia hindari dan ia cintai itu tengah berada di dapur dan sedang memasak.


"Kenapa kamu belum pergi juga?" tanya Zeline dingin pada Daniel yang langsung memutar tubuhnya, menatap Zeline dengan tatapan yang dipenuhi dengan cinta.


"Sayang, kamu sudah pulang? Aku sedang menyiapkan makanan kesukaanmu! Kamu pasti lapar dan lelah setelah seharian bekerja," ucap Daniel tanpa memperdulikan pertanyaan Zeline.


Perhatian yang seperti inilah yang selama ini sering Zeline dapatkan dari Daniel yang membuatnya semakin mencintai Daniel. Pria tampan yang begitu di dambakan oleh banyak wanita itu. Zeline sadari Daniel begitu perhatian dan tulus mencintainya, itu pula yang membuat Zeline merasa amat sulit untuk melupakan Daniel karena Daniel tak pernah menyakitinya.


'Tidak, Ze. Keputusanmu sudah benar, kamu harus tegas!' batin Zeline.


"Aku tanya kenapa kamu masih berada disini?" ulang Zeline dengan sedikit berteriak membuat Daniel yang mendengar segera memadamkan kompor dan menghampirinya.


"Kita mulai semuanya dari awal, ya? Aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya," ucap Daniel berusaha mendekat dan ingin menjangkau Zeline, namun Zeline dengan cepat menghindar darinya, dan itu terasa begitu menyakitkan untuk Daniel.


"Tidak ada yang perlu diperbaiki dari hubungan kita. Tidak ada kerusakan dari hubungan kita, yang ada hanya sebuah kesalahan karena kita tidak dapat menyadari sedari awal jika kita tidak di takdirkan untuk bersama," ucap Zeline tegas, melipat kedua tangannya di dada, menatap tajam pada Daniel yang tadinya terlihat ceria berubah terlihat murung mendengar ucapanya.


Zeline sadar jika mungkin ucapannya menyakitkan, namun itulah kenyataannya, Zeline tidak ingin lagi berdiam diri menyimpan sendiri apa yang ada di hatinya. Ia akan mengatakan apa yang perlu ia katakan.

__ADS_1


"Di sini akulah yang salah karena tidak bisa memutuskan, tidak bisa memberimu kepastian dan status yang jelas untukmu, maka dari itu aku berjanji akan segera memberikan apa yang kamu inginkan. Tapi, aku mohon tetaplah bersamaku sembari aku berjuang untuk mewujudkan semuanya. Aku mohon… Berikan aku kesempatan berjuang bersamamu, sayang! Aku tidak bisa berjuang sendiri tanpa dukungan darimu, aku mohon!" ucap Daniel terdengar begitu serius mengatakannya.


Mata Zeline berkaca-kaca mendengar ucapan Daniel. Selalu dan selalu saja ia ingin menghambur masuk ke dalam pelukan pria yang ia cintai itu. Zeline tidak pernah bisa melihat pria yang biasanya selalu tersenyum padanya itu bersedih, ia sendiri merasa begitu hancur dan perih melihat kesedihan Daniel. Namun, setiap kali mengingat hubungan mereka yang selalu berada di tempat itu, membuat Zeline harus mengubur dalam-dalam setiap keinginannya pada Daniel.


"Tolong jawab pertanyaanku dengan jujur, Niel. Jika kamu mencintaiku, lalu kenapa kamu tidak ingin menikahiku? Jawab pertanyaanku, tolong berikan aku jawaban yang tepat yang dapat aku mengerti," pinta Zeline berharap sebuah kejujuran dari Daniel yang bungkam mendengar pertanyaanya.


'Aku tidak bisa menjawabnya, sayang. Menjawabnya hanya akan semakin membuatmu terluka. Maafkan aku. Aku tidak pernah ingin kamu terluka,' batin Daniel memilih diam.


"Inilah yang tidak aku sukai darimu. Kamu selalu memilih diam. Kamu tidak ingin menjawab pertanyaanku, lalu bagaimana aku bisa berjuang bersamamu? Bagaimana aku bisa menerimamu? Bagaimana aku bisa mengerti jika selalu seperti ini, Niel?" ucap Zeline mengusap kasar wajahnya atas sikap Daniel.


"Maafkan aku. Tolong maafkan aku, dan aku mohon, berikan aku waktu!" Daniel dengan wajah tertunduk sedih.


"Kamu tidak bisa memastikan, bukan? Itulah yang aku benci darimu, yang tidak aku sukai darimu, Niel. Kamu tidak pernah bisa memberikan kepastian untukku, aku hanya ingin sebuah kepastian dan status yang jelas, Niel! Aku bukan jalaang yang akan selalu siap bersamamu menjadi wanita simpananmu, menjadi teman berciintamu. Aku tidak ingin menjadi simpanan, Niel! Tidak pernah ingin seperti itu," Zeline menangis mengutarakan semua isi hatinya pada Daniel yang selalu saja terdiam setiap kali ia mengatakan apa keinginannya dan apa maunya. Sekuat apapun Zeline menahan diri untuk tidak menangis, tetap saja air matanya keluar dan mengalir deras membasahi wajah cantiknya.


"Sayang... Aku...."


"Jangan memanggilku sayang, jika kamu tidak tau apa itu arti sayang!" bentak Zeline sembari menahan tubuh Daniel yang kembali ingin menyentuhnya.

__ADS_1


"Jika kamu menyayangiku, jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan membuatku merasakan semua ketidakpastian ini. Kamu tidak akan membuatku menangis seperti ini, kamu tidak akan membuatku menunggu sesuatu hal yang tidak pasti seperti ini. Kamu tidak mencintaiku, Niel. Tidak," ucap Zeline terdengar begitu memilukan untuk meraka berdua.


"Aku sangat mencintaimu, sayang. Aku sangat mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, aku berani bersumpah demi nama Tuhan, aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku mohon, bersabarlah sedikit lagi Ze." Daniel membantah ucapan Zeline sebelumnya yang mengatakan cintanya sebuah kebohongan.


"Apa yang bisa kamu berikan padaku sebagai pembuktian dari ucapanmu?" tanya Zeline menantang.


"Berikan aku waktu, berikan aku kesempatan untuk berjuang!" pinta Daniel membuat Zeline semakin dipenuhi dengan teka-teki.


"Berjuang dari apa, Niel? Kamu hanya perlu memberikan status padaku, kamu hanya perlu menikahiku dan mempublikasikan hubungan kita," ucap Zeline tak mengerti jalan pikiran Daniel.


"Aku mohon...!" hanya dua kata itu yang keluar dari bibir Daniel atas pertanyaan Zeline.


"Baiklah. Aku hargai jika benar kamu ingin berjuang untuk semua ini. Aku hargai semua itu dan aku berharap jika semua ucapanmu benar," ucap Zeline lagi menurunkan nada bicaranya.


"Jadi, kamu mau berjuang bersamaku?" tanya Daniel dengan pancaran penuh harap yang terlihat dari matanya.


"Buktikan jika kamu benar-benar berjuang entah dari apa itu. Aku tidak bisa bersamamu, namun aku sangat berharap jika kamu dapat memberikan bukti atas semua ucapanmu. Pergilah, Niel! Pergi menjauh dari hidupku dan jangan pernah kembali dalam hidupku jika kamu tidak dapat memberikan aku status sebagai istrimu," ucap Zeline ingin beranjak pergi dari sana, namun Daniel dengan sigap menahan tangannya.

__ADS_1


"Pergilah jika tidak ingin rasa yang ada di hatiku ini berubah menjadi kebencian padamu. Pergi! Lalu kembalilah padaku dengan membawa apa yang aku inginkan. Jangan pernah muncul dihadapanku jika kamu tidak bisa memberikan apa yang aku inginkan, karena jika kamu muncul dalam hidupku tanpa memberikan apa yang aku inginkan, maka aku akan sangat membencimu. Aku akan menganggap jika semua cintamu selama ini palsu dan akan menganggap jika selama ini kamu hanya menjadikan aku teman ranjangmu, menjadikan aku jaalangmu!" ucap Zeline lagi dengan begitu pedasnya pada Daniel yang terdiam membeku di tempatnya membiarkan Zeline pergi meninggalkannya.


"Tidak, Ze. Aku tidak akan pernah pergi dari hidupmu. Aku tau akan sangat sulit, tapi aku akan selalu berjuang untuk kembali mendapatkan cintamu," gumam Daniel menyeka air matanya yang menetes keluar.


__ADS_2