Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Menginginkan Zeline


__ADS_3

Di rumah keluarga Rihana, wanita itu sedang berada di kamarnya dan terlihat sangat marah. Dia baru saja mendapatkan informasi dari orang suruhannya yang mengikuti Daniel, karena Rihana sangat penasaran sekali dan juga curiga tiba-tiba Daniel menyetujui perjodohan yang sudah direncanakan oleh orang tuanya dengan orang tua Rihana.


Dengan marah Rihana melempar ponselnya ke sembarang tempat, dia tidak peduli jika ponselnya itu rusak karena dibanting dengan tenaga yang cukup kuat. Ternyata Rihana mendapatkan kiriman sebuah foto dari orang suruhannya.


"Kurang ajar! Kau Daniel. Berani-beraninya kau mempermainkan ku, jangan pernah kau pikir jika rencanamu akan berhasil. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun mengalahkan ku." Rihana menggeram karena marah setelah dia melihat foto Daniel yang sedang melamar Zeline di rumah wanita itu.


Setelah mengetahui jika Daniel sudah bersedia untuk menikah dengannya, hal tersebut tidak lantas dipercaya sepenuhnya oleh Rihana, dia merasa jika ada yang tidak beres, Rihana juga curiga jika Daniel sedang menyembunyikan sesuatu karena tiba-tiba pria itu dengan tanpa perlawanan dan juga penolakan menemui kedua orang tuanya dan menyetujui perjodohan tersebut.


Untuk itulah Rihana memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk mengikuti ke mana pun Daniel pergi, hingga akhirnya Daniel terbang dari Jakarta ke Sumatera untuk menemui seorang wanita dan ternyata wanita itu adalah Zeline. Wanita yang sangat dicintai oleh Daniel tapi tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua pria itu.


"Aku tidak akan rela jika ada wanita lain yang akan merebut Daniel dariku, sepertinya aku harus menemui wanita itu dan bicara padanya untuk pergi jauh dari kehidupan Daniel." Rihana tersenyum menyeringai dan dia pun pasti dalam waktu dekat secepatnya akan terbang ke Sumatera dan menemui Zeline.


Sementara di kantor tempat kerja Zeline, seorang pria yang merupakan atasan wanita itu memanggil Zeline untuk masuk ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Ada perlu apa lagi dia memanggilku? Apa dia berubah pikiran? Apa dia akan mengizinkan aku berhenti bekerja? Batin Zeline.


"Bapak memanggil saya? Apa ada yang bisa saya bantu?" Zeline membungkuk sopan ketika memasuki ruang kerja atasannya yang bernama Tian.


Pria itu menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Zeline untuk duduk, Tian sudah tahu sebelumnya dan juga sudah membaca mengenai surat pengunduran Zeline,untuk itu Tian harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan agar Zeline tidak keluar dari hotel. Dia ingin menegaskan kembali semuanya.


"Saya sudah melihat dan juga membaca mengenai surat pengunduran mu, di sini saya ingin mengingatkan kau sekali lagi barangkali kau lupa, tentang kontrak yang sudah kau tandatangani ketika memutuskan untuk menerima bekerja di sini, kau tidak bisa mengundurkan diri atau keluar dari hotel ini begitu saja tanpa alasan yang tertulis di kontrak itu. Saya harap kau mengingat kembali apa saja isi kontraknya." Dengan suara tegas yang menunjukkan kepemimpinannya di hotel itu, Tian menyampaikan mengenai kontrak yang memang Zeline sendiri sudah tahu apa saja isinya.


Sebenarnya mudah saja bagi Tian mengabulkan permintaan karyawannya ketika mengundurkan diri, tapi untuk kasus pada Zeline. Tentu saja Tian tidak akan membiarkan wanita itu berhenti bekerja di perusahaan ya begitu saja.


"Iya, pak. saya tahu. Saya minta maaf karena sudah berbuat kesalahan, saya masih ingat tentang apa saja isi kontrak tersebut. Kalau begitu saya permisi dulu." Zeline tidak bisa berbuat apa-apa dan dia pun segera keluar dari ruang kerja atasannya.


Tian tersenyum puas, karena dia sudah berhasil mempertahankan Zeline agar tetap berada di hotel ini. Sehingga dia mempunyai kesempatan untuk mendekati wanita itu yang seolah menarik perhatiannya.

__ADS_1


Tian yang merupakan seorang pria playboy merasa kesulitan untuk mendekati Zeline, karena yang Tian lihat jika Zeline sangat berbeda sekali dari wanita pada umumnya. Sehingga saat Tian kebingungan mencari cara agar bisa mendapatkan dan mengalihkan semua perhatian wanita itu, Tian pun teringat dengan isi kontrak kerja yang memang sudah ditandatangani oleh Zeline sebelum dia resmi bekerja di hotel ini.


Maka dengan cara itulah Tian bisa mengikat Zeline agar tetap bekerja di hotel yang sama dengannya, meskipun status Tian sebagai atasan dan Zeline adalah bawahannya.


"Kau tidak bisa semudah itu keluar dari sini, karena aku akan melakukan segala cara supaya kau tetap bekerja di bawah kepemimpinan ku. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu mengundurkan diri dari hotel ini, jika aku saja belum berhasil mendekatimu." Tian memainkan pena di tangannya, sekarang dia bisa tenang karena Zeline tidak mungkin curiga jika sebenarnya Tian memang sengaja memanfaatkan kontrak itu untuk menahan Zeline tetap berada di Nolan Hotel.


Ternyata ketika Tian mengingat tentang kontrak itu, maka dengan segala dalih yang dimiliki olehnya sebagai orang yang berkuasa di hotel tersebut. Tian berhasil membungkam dan mengurungkan niat Zeline untuk mengundurkan diri.


Tian tidak mau tahu, apa yang menjadi alasan Zeline keluar dari Nolan Hotel. Karena bagi Tian, dia harus tetap mempertahankan Zeline sebelum wanita itu jatuh ke dalam pelukannya.


"Aku pastikan, kau akan menjadi milikku, Zeline." Tian tersenyum puas, dan dia kembali fokus dengan pekerjaannya.


****

__ADS_1


Maaf baru sempat up, Kak. Saudara ibu meninggal, sekarang masih di kampung, nggak sempat nulis. InsyaAllah aku kelarin buku2 yang gantung, bulan ini. Semoga bisa. Mohon selalu dukungannya. Maaf juga ya kak.🙏🙏


__ADS_2