
Zeline selalu mengatakan kepada dirinya sendiri, jika semua ini hanyalah sandiwara dan tidak serius. Dia harus melakukan sandiwara ini untuk bisa pergi jauh dari kehidupan Daniel yang sudah menghianati dan juga kembali melukai hati.
Keduanya segera berangkat ke kantor bersama, Tian bersikap seperti biasa tidak dia lebihkan ataupun terlihat terpaksa melakukan sandiwara ini. Justru dalam hatinya dia merasa senang karena dia akan lebih sering pergi bersama dengan Zeline untuk meyakinkan orang-orang jika mereka memang memiliki hubungan.
"Saat nanti sampai di kantor, bersikaplah biasa saja. Berdiri di sampingku dan kita berjalan dengan berpegangan tangan, biar nanti aku yang sampaikan pada mereka semua jika kita ini adalah sepasang kekasih, tentu saja itu adalah bagian dari sandiwara yang kita mainkan. Kau mengerti kan maksudku?" Tian melirik sekilas ke arah Zeline yang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban jika dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Tian, meski Zeline tahu akan banyak sekali pertanyaan yang muncul dari orang-orang baik secara langsung atau tidak.
Zeline tidak lagi memikirkan mengenai resiko dari keputusannya menjadikan Tian untuk bersandiwara sebagai tunangannya, tujuan Zeline hanya satu, yaitu agar Daniel berhenti mengejarnya. Sehingga Zeline bisa hidup tenang tanpa ada lagi gangguan dari pria itu, Zeline tidak ingin kalau Daniel kembali masuk ke dalam kehidupannya, setelah dia memporak-porandakan hidupnya, menghianatinya dan akan menikah dengan wanita lain.
Dia juga sudah sepakat jika akan bersandiwara di hadapan semua orang kantor, mengenai hubungan asmara mereka. Untuk meyakinkan semua orang agar saat Daniel mencari tahu, maka sandiwara Zeline dan Tian bisa dipercaya oleh Daniel.
"Kamu sudah siap, kan? Kita turun sekarang." Tian keluar lebih dulu, kemudian berlari untuk membuka pintu samping dan menyambut tangan Zeline .
__ADS_1
Suasana di luar kantor masih ramai, karena mereka belum masuk ke dalam. Pemandangan Zeline dan Tian menjadi pusat perhatian mereka semua, kemesraan yang ditunjukkan oleh pasangan pura-pura itu, sontak saja menggemparkan banyak orang.
"Eh, itu kan pak Tian? Kenapa dia bersikap seperti itu pada Zeline ? Apa jangan-jangan mereka pacaran?" Bisik salah seorang pegawai yang bekerja di kantor yang sama dengan Zeline .
Bisik-bisik itu menyebar kemana-mana, bahkan sampai ke kantin yang ada di kantor itu. Gosip tentang hubungan antara atasan dan pegawainya, telah sampai ke telinga semua orang yang ada di kantor itu.
Mata mereka terlihat tidak suka dengan apa yang baru saja mereka lihat, Tian memperlakukan Zeline seperti wanita istimewa untuknya. Layaknya seorang pria yang mencintai wanitanya.
Kedatangan Zeline dan Tian ke kantor, menggegerkan semua orang. Termasuk rekan kerja Zeline yang memang tidak suka padanya, setibanya Zeline di meja kerjanya. Setelah diantar langsung oleh Tian.
Mereka semua langsung menghampiri Zeline yang terlihat biasa saja, padahal dia sudah membuat keributan karena kedatangan bersama dengan Tian, yang merupakan atasnya sendiri di kantor.
__ADS_1
"Heh, wanita murahan. Berani sekali kau menjalin hubungan asmara dengan pak Tian. Dasar wanita tidak tahu malu, seharusnya kau ngaca dulu sebelum memutuskan untuk mendekati pak Tian, kau siapa dan pak Tian siapa?" Wanita itu menyudutkan Zeline karena dia merasa benci pada Zeline .
"Setidaknya kau tahu dirilah, tidak pantas dekat dengan pak Tian. Kau hanya karyawan biasa di kantor ini, jadi jangan ngelunjak." Satu lagi komentar yang menyudutkan Zeline .
Tapi Zeline hanya diam saja menanggapi beragam komentar buruk tentangnya, dia bukanlah wanita lemah yang ada terima di bully seperti ini. Maka Zeline berdiri, berhadapan dengan para pegawai lainnya yang memang tidak suka pada Zeline .
"Kenapa kalian yang harus marah? Memangnya kalian punya hak apa untuk mengomentari hidupku? Aku tidak menggoda pak Tian, tapi dia sendiri yang mendekati aku. Apa kalian lupa jika beberapa waktu lalu pak Tian mengajakku makan siang di luar? Semoga kalian masih mengingatnya, jadi aku tidak perlu menjelaskan apapun pada kalian semua. Lebih baik kalian fokus saja pada pekerjaan, jangan mengurusi kehidupan orang lain." Zeline menatap sengit ke arah beberapa wanita yang tadi datang dan menyudutkannya.
Zeline melawan karena dia tidak ingin ditindas, apalagi oleh mereka yang statusnya sama-sama pegawai di kantor itu. Perlawanan Zeline membuat mereka semakin marah dan hendak membalas Zeline . Tapi Tian segera datang, dia berdiri dihadapan semua pegawainya, melihat satu persatu dari mereka yang baru saja menyudutkan Zeline .
"Jaga sikap kalian, apa ini attitude seorang pegawai pada rekannya sendiri? Perlu kalian ketahui, Zeline adalah kekasihku. Jadi jangan pernah kalian berani menganggu ataupun mengusiknya. Ingat itu!" Tian datang di waktu yang tepat dan mengumumkan mengenai statusnya dengan Zeline .
__ADS_1