Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Memutuskan Hubungan


__ADS_3

Daniel masih terus berusaha untuk menghubungi Zeline  yang sejak tadi teleponnya tidak juga diangkat oleh wanita itu, entah apa yang sedang terjadi pada Zeline  sehingga membuatnya mengabaikan telepon dari Daniel.


Daniel semakin bertambah cemas karena tidak biasanya Zeline  bersikap seperti ini meskipun Zeline sedang sibuk sekalipun dengan pekerjaannya, Daniel sangat yakin sekali jika sesuatu hal yang buruk telah terjadi kepada Zeline . Hanya saja Daniel tidak bisa pergi menemui Zeline saat ini, karena ada beberapa yang harus dipertimbangkan olehnya dan akan menghubungi Zeline  terlebih dulu barulah setelah itu dia akan memutuskan apakah Daniel akan terbang ke Sumatera atau tetap berada di Jakarta.


Sementara di rumahnya, Zeline  masih tetap menangis. Dia masih belum bisa menerima penghianatan yang sudah dilakukan oleh Daniel kepadanya, meskipun Tian sudah memperingatinya untuk melupakan Daniel dan tidak perlu lagi menangisi pria itu. Tapi Zeline  masih belum puas mengeluarkan semua kesedihan dan air matanya atas kenangan selama lima tahun perjalanan cintanya dengan Daniel.


Ponsel Zeline  terus saja berdering ada panggilan masuk dan ternyata itu adalah telepon dari Daniel, Zeline  sengaja mengabaikan telepon tersebut dan tidak ingin mengangkatnya karena Zeline  masih merasa marah dan kesal atas pengkhianatan yang sudah dilakukan oleh Daniel kepadanya.


"Dia pria yang sangat jahat sekali, tiga tahun kami bersama seolah tidak ada sedikitpun kenangan di hatinya, Aku kira selama itu dia benar-benar mencintaiku. Tapi ternyata semua hanya tipuan belaka." Gumam Zeline  dengan suara serak dan terbata-bata karena dia bicara di tengah-tengah Isak tangisnya.


Tian yang melihat Zeline  masih tetap menangis dan juga ponsel wanita itu yang terus saja berdering membuatnya merasa kesal, apalagi menghadapi sikap Zeline yang seolah bimbang akan hubungannya dengan Daniel.


Sudah jelas-jelas Zeline  dikhianati secara terang-terangan oleh Daniel bahkan selingkuhannya mendatangi Zeline  dan memberikan bukti kartu undangan pernikahan mereka, tapi tetap saja Zeline  tidak bisa secepatnya memutuskan mengenai hubungannya dengan Daniel.


"Berhentilah menangis, Zeline . Angkat teleponnya dan akhiri hubungan kalian. Buktikan pada Daniel, jika kau bukanlah wanita bodoh dan juga lemah. Sehingga membiarkan pengkhianatan ini terus saja membodohimu." Dengan kesal Tian meminta kepada Zeline  untuk memperjelas mengenai hubungannya dengan pria itu.


Kali ini Zeline  mendengarkan masukan dari Tian, jika sebelumnya Zeline  selalu bersikap cuek dan juga acuh pada atasannya itu. Tapi saat ini semenjak Tian mengetahui mengenai permasalahan yang sedang dihadapi oleh Zeline  tentang penghianatan Daniel padanya, membuat Zeline  bisa mendengarkan dan juga mematuhi ucapan Tian.

__ADS_1


Zeline  berusaha untuk menenangkan dirinya yang masih terisak, setelah dirasa sudah benar-benar tenang maka dia pun meraih ponsel yang sedari tadi terus saja mengeluarkan suara nada panggilan masuk.


"Halo, Ze. Kamu ke mana saja? Kenapa baru mengangkat telepon dariku? Apa ada sesuatu hal buruk yang terjadi padamu?" Dengan suara panik dan cemas Daniel langsung menodong dengan banyak pertanyaan.


Zeline  memejamkan kedua matanya, dia bisa merasakan betapa panik dan cemasnya Daniel karena teleponnya lama sekali diabaikan olehnya. Zeline  tahu jika pria itu masih mencintainya begitupun sebaliknya, tapi penghianatan yang sudah dilakukan oleh Daniel sudah menghancurkan seluruh isi hatinya dan juga harapan serta mimpi yang selama ini Zeline  tunggu-tunggu.


Zeline  tetap berusaha agar dia tidak menangis lagi dan suaranya terdengar serak oleh Daniel, dia harus bersikap tegar dan juga kuat seperti yang dikatakan oleh Tian kalau Zeline  harus membuktikan jika dirinya bukanlah wanita yang bodoh dan juga lemah.


Akhirnya yang pertama kali keluar dari mulut Zeline  adalah tawanya, ya. Zeline justru tertawa menanggapi kepanikan dan juga kecemasan Daniel karena Zeline  mengabaikan telepon dari pria itu.


Mendengar suara Zeline  yang tertawa membuat Daniel bertanya-tanya, karena tidak biasanya Zeline  menanggapi kepanikan Daniel dengan tertawa seperti itu. Sehingga Daniel penasaran apa gerangan yang membuat kekasihnya bersikap demikian.


Zeline  tertawa bukan karena dia bahagia ataupun merasa lucu atas kecemasan dan juga kepanikan dari Daniel, Zeline  hanya sedang berusaha untuk menenggelamkan kesedihan dan tidak menangis lagi. Dia harus terdengar bahagia dan baik-baik saja setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh pria itu.


"Aku tidak bisa lagi tetap bersama denganmu, Daniel. Akhiri saja hubungan kita sampai di sini." Setelah mengatakan itu Zeline  menutup sambungan teleponnya.


Tian tersenyum puas dan bernafas lega karena Zeline  sudah menuruti kata-katanya, ngeselin kembali memejamkan matanya dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis karena dia sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Daniel.

__ADS_1


"Kuatlah, Zeline. Kau jangan lemah, jangan lagi mudah percaya pada pria yang sudah jelas-jelas menghianatimu. Berhentilah mengharapkan cinta dari pria seperti itu karena sampai kapanpun kau tidak akan mendapatkan apa yang selama ini kau impikan darinya." Tian kembali bersuara dengan mengingatkan Zeline  agar tidak menyesali keputusannya itu.


Zeline  mendengarkan baik-baik apa yang baru saja disampaikan oleh Tian, sudah saatnya Zeline bangkit dan tidak lagi terpuruk atas kesedihannya akibat pengkhianatan Daniel.


Mendapatkan jawaban seperti itu sontak saja membuat Daniel panik karena tiba-tiba Zeline memutuskan hubungan mereka, Daniel kelabakan karena dia sama sekali tidak menyangka jika telepon darinya yang diabaikan oleh Zeline  akan berakhir dengan keputusan wanita itu yang mengatakan jika dia meminta agar hubungan keduanya yang sudah terjalin selama 5 tahun berakhir sampai di sini.


Daniel masih bingung dengan apa yang terjadi hari ini, sejak tadi dia begitu panik dan mencemaskan Zeline  karena tidak segera mengangkat telepon darinya. Bahkan suara tawa Zeline  menandakan seolah wanita itu memang sedang tidak baik-baik saja.


"Kau ini sedang kenapa Zeline ? Tadi kau tertawa seolah-olah kepanikan dan kecemasanku ini tidaklah berarti bagimu, sekarang kau justru meminta agar hubungan ini berakhir dan aku tidak tahu di mana letak kesalahanku, sepertinya memang telah terjadi sesuatu hal yang buruk padamu sehingga tiba-tiba kau menyampaikan dan mengatakan mengakhiri hubungan kita." Jika sebelumnya Daniel sudah merasa tenang karena Zeline  mengangkat telepon darinya, tapi sekarang Daniel kembali panik karena tiba-tiba Zeline  mengakhiri hubungan mereka.


Padahal dua hari lalu saat Daniel berpamitan akan kembali ke Jakarta, dia melihat Zeline  baik-baik saja dan nampak sangat bahagia menanti hari pernikahan mereka. Tapi hari ini kejadian buruk menimpa Daniel dan dia sendiri bingung harus berbuat apa sekarang.


***


**Hai kak, bantu ramaikan juga buku ini, ya. Terima kasih.🙏


Penghangat Ranjang Casanova, author: Call me Vani

__ADS_1



__ADS_2