Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Cinta Tak Harus Memiliki


__ADS_3

Pergumulan panas keduanya baru saja selesai, baik Daniel maupun Zeline sama-sama merasa puas dan memberikan kenikmatan yang keduanya rasakan satu sama lain.


 


Bahagia, itu sudah pasti dirasakan oleh Zeline meskipun ada kesedihan karena setelah ini dia pasti akan berpisah jauh dengan Daniel, dia tidak bisa bertahan di sisi pria itu karena hubungannya yang selama 3 tahun belum juga sampai ke tahap yang diinginkan oleh Zeline. Dia pun menyadari jika selama 3 tahun menjalin hubungan Daniel selalu berusaha dan berbuat yang terbaik untuknya, akan tetapi tidak adanya status pasti di antara hubungan mereka membuat Zeline memutuskan untuk mengakhiri semuanya dan pergi jauh dari kehidupan Daniel.


 


Untuk itulah ketika semalam Nick pengantar Daniel tempat tinggalnya, dan melihat Daniel sedang meracau karena efek dari pengaruh obat perangsang yang sengaja dimasukkan oleh wanita yang ada di klub malam itu. Sehingga timbul rasa iba di hati Zeline untuk membantu Daniel menghilangkan rasa panas yang membakar tubuh pria itu, Zeline melakukannya sebagai salam perpisahan karena setelah malam ini mereka bersama maka tidak ada lagi kebersamaan di antara keduanya.


 


"Aku juga sangat mencintaimu, Daniel. Tapi sayangnya kita tidak bisa hidup bersama." Zeline membatin dan tangannya mendekap erat tubuh Daniel yang sudah tertidur lebih dulu.


 


Malam panjang dilewati oleh keduanya, saling berpelukan dalam kehangatan. Mengumpulkan semua serpihan hati untuk terakhir kalinya mereka bersama, setelah ini Zeline akan membawa kenangan malam panjangnya dengan Daniel ke tempat yang lebih jauh, memulai semua kehidupan baru tentu saja cinta untuk Daniel akan tetap tersimpan.


 


Daniel terbangun dengan tangan yang merengkuh tubuh Zeline, wanita itu meringkuk dalam dekapannya. Manis sekali wajah Zeline ketika terlelap seperti ini, membuat Daniel tersenyum bahagia. Daniel baru ingat apa yang terjadi antara dirinya dengan Zeline semalam.


 


Daniel berusaha tetap mengingat kenapa dirinya bisa berada di ranjang bersama dengan Zeline, dan akhirnya Daniel ingat juga menyadari semuanya.


 


"Pasti Nick yang sudah membawaku kemari. Sehingga aku bisa melewati malam panjang bersama dengan Zeline." Daniel mengecup kening Zeline dengan penuh cinta.

__ADS_1


 


Sementara Zeline tahu jika Daniel sudah bangun, tapi Zeline sengaja pura-pura tidur. Dengan kembali memejamkan matanya, berada dalam dekapan Daniel membuat Zeline enggan untuk membuka matanya, sebab dia akan kehilangan pria yang sangat dicintainya. Bagaimana mungkin Zeline mampu hidup tanpa ada Daniel disampingnya.


 


Daniel enggan beranjak dari ranjang Zeline, rasanya semua kebersamaan ini tidak berakhir. Daniel ingin tetap bersama dengan Zeline, tanpa ada rintangan apapun pada mereka berdua.


 


"Aku sangat mencintaimu, Ze. Tetaplah ada di sampingku, jangan pernah berfikir untuk pergi jauh dariku, sebab aku tidak akan mampu tanpamu. Maaf jika aku tidak bisa membuatmu tetap berada disisiku, sehingga aku sudah banyak memberimu rasa kecewa dan sakit hati." Daniel tidak pernah bosan untuk selalu mengungkapkan betapa dirinya sangat mencintai Zeline.


 


Sementara itu Zeline masih tetap berada dalam pelukan Daniel, menikmati irama detak jantung pria itu. Tidak sedikitpun Zeline bergerak ataupun memberi tanda jika sebenarnya dia sudah bangun, mendengar pernyataan cinta Daniel membuat Zeline kembali merasa gundah akan keputusannya menjauh dari Daniel.


 


 


Setelah puas menyatakan semua rasa cintanya kepada Zeline yang masih terlelap, akhirnya Daniel memutuskan untuk turun dari ranjang dan memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai. Dengan perlahan dia keluar dari kamar Zeline menuju ke dapur dan berencana  membuat sarapan untuk Zeline dan juga dirinya.


 


Selepas Daniel keluar dari kamarnya, Zeline membuka matanya dan berusaha untuk meredam kesedihan yang tiba-tiba menghentak perasaannya. Kenangan kejadian semalam ketika ******* dan juga erangan meluncur begitu saja dari bibirnya, ketika hentakan dan semburan kenikmatan yang diberikan oleh Daniel kepadanya membuat Zeline enggan untuk pergi meninggalkan Daniel.


 


Sementara Daniel sudah ada di dapur, mencari bahan yang tersisa di kulkas yang ada di rumah itu. Dia akan membuat sarapan istimewa untuk Zeline, sebab sudah lama sekali rasanya dia tidak membuatkan makanan untuk wanita yang dicintainya itu.

__ADS_1


 


"Kau pasti akan suka dengan makanan yang aku masak ini, kita kan sarapan bersama dan memulai semuanya dari awal lagi," gumam Daniel sambil tangannya begitu terampil mengaduk makanan yang sedang dia masak.


 


Tanpa Daniel ketahui jika kebersamaan semalam adalah terakhir kalinya dia bisa bertemu dengan Zeline, karena setelahnya Zeline akan pergi jauh dan mungkin mereka tidak akan pernah bertemu lagi, Zeline bersedia membantunya menghilangkan hawa panas dari tubuhnya semata untuk ucapan perpisahan karena dia tidak akan lagi bertemu dengan Daniel.


 


Tapi Daniel salah paham, mengira jika Zeline sudah tidak marah lagi dan akan bersamanya lagi seperti sebelumnya. Entah apa yang akan Daniel lakukan saat tahu jika Zeline akan meninggalkannya.


 


Dari kamar, Zeline masih gamang dengan pikirannya sendiri. Apakah dia akan luluh dan kembali memulai semuanya dari awal lagi dengan Daniel? Ataukah keputusannya untuk pergi jauh adalah pilihan terbaik untuk kebaikan Keduanya?.


 


"Apa yang harus aku putuskan sekarang? tiga tahun aku menanti dengan sabar dan penuh pengharapan, tapi dia sama sekali tidak menghargai kesempatan yang sudah aku berikan, aku lelah dengan status yang tidak jelas selama tiga tahun menjalin hubungan dengannya. Tapi aku juga berat jika harus pergi meninggalkannya." Zeline bertanya pada dirinya sendiri, menimbang kembali keputusan dan mengingat apa saja yang sudah tiga tahun terakhir ini dilewatinya bersama Daniel.


 


Cinta memang tersimpan rapat di hati Zeline hanya untuk Daniel, tapi lelah jiwa raganya berjuang tanpa ada penghargaan apapun membuatnya tidak bisa lagi melanjutkan hubungannya dengan Daniel, meski pria itu tetap akan menjadi cintanya seumur hidup Zeline.


 


"Aku tetap harus pergi, meninggalkan semuanya. Semua kenangan bersama dengannya, tanpa perlu lagi harus terluka untuk yang kesekian kalinya. Sudah cukup tiga tahun aku bertahan dan banyak berharap untuk sebuah kepastian tentang status hubungan cintaku pada Daniel, aku tetap harus pergi agar sama-sama bisa saling belajar bahwa mencintai tidak harus memiliki." Zeline menghapus air matanya, tekadnya sudah kuat jika dia tetap harus pergi jauh meninggalkan Daniel.


 

__ADS_1


Sepertinya semalam sudah jauh lebih dari cukup, Zeline memberi salam perpisahan pada Daniel. Sekarang waktunya untuk dia pergi, setelah penyatuan semalam yang begitu panjang dan saling mendekap memberi kehangatan.


__ADS_2