Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Surat Pengunduran Diri


__ADS_3

Kedatangan Daniel ke Sumatera, menemui Zeline di rumahnya dan melamar wanita itu. Sebuah kejutan sederhana tapi sangat romantis sekali, Daniel menyematkan cincin berlian di jari manis tangan kiri Zeline sebagai tanda jika dia melamar wanita yang dicintainya.


Keduanya sama-sama bersantai, membicarakan banyak hal termasuk rencana pernikahan mereka yang nantinya akan menikah siri terlebih dulu. Karena Daniel akan sibuk beberapa hari terakhir ini sehingga pernikahan siri yang mereka pilih, barulah setelah pekerjaan Daniel beres. Dia pun akan melangsungkan pesta pernikahan dengan Zeline tentu saja akan digelar secara meriah dan juga mewah.


"Tidurlah, mulai hari ini kau tidak perlu lagi mencemaskan hal apapun. Karena aku akan selalu ada setiap kali kau membutuhkan, aku juga akan selalu ada di sampingmu." Daniel mencium kening Zeline.


Zeline mengeratkan pelukannya pada tubuh Daniel yang sekarang sedang mendekapnya, keduanya memejamkan mata sama-sama merasakan kebahagiaan yang sudah sekian lama dinantikan oleh Zeline.


Pagi menyapa di kota Sumatera, Zeline terbangun dan mendapati jika dirinya dalam pelukan Daniel. Semalam pria itu datang ke rumahnya dan melamarnya dengan begitu romantis, meskipun sangat sederhana hanya dengan kotak cincin dan juga bunga.


Tapi hal tersebut merupakan momen yang sudah lama hampir tiga tahun dinantikan oleh Zeline, akhirnya penantian itu bisa juga dirasakan oleh Zeline karena Daniel benar-benar mengabulkan permintaannya.


Dengan gerakan pelan, Zeline turun dari ranjangnya dan keluar dari kamar lalu menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Hari bahagia untuk awal yang baru lagi bagi hubungannya dengan Daniel, cincin berlian tersebut melingkar begitu indah menghiasi jari manis tangan Zeline.


"Aku mengira jika kau lupa dan tidak akan memperjuangkan cinta kita, tapi semalam. Kau datang dan kembali meyakinkanku serta melamar aku dengan sangat romantis, sehingga aku tidak bisa menolak dan pada akhirnya menerima kau kembali." Zeline bergumam pada dirinya sendiri saat mengingat kejadian semalam yang membuatnya tersentuh.


Setelah sarapan siap, Zeline membangunkan Daniel dan keduanya sarapan bersama-sama dengan suasana bahagia dan juga terpancar cinta serta kasih sayang dari mata keduanya.

__ADS_1


"Biar nanti aku antar kau pergi ke kantor, aku juga meminta agar kau berhenti bekerja. Kau diam saja di rumah, biar semua kebutuhan dan keperluan mu aku yang menanggungnya. Aku ingin kau selalu menjadi wanita ku seperti sebelumnya. Jangan lakukan apapun, semua kebutuhanmu adalah tanggung jawabku." Sambil sarapan Daniel membahas mengenai hal itu dan meminta dengan sangat kepada Zeline agar dia tidak perlu lagi bekerja.


"Baiklah, jika memang itu yang kau inginkan. Lagi pula sebentar lagi kan kita akan menikah, jadi sudah seharusnya aku menuruti apapun yang kau perintahkan." Lagi-lagi Zeline setuju atas permintaan Daniel dan Zeline tidak punya alasan untuk menolak.


Pagi ini Daniel mengantar Zeline ke kantornya, dia juga sudah meminta pada calon istrinya untuk berhenti bekerja. Dan tentu saja Zeline akan mengabulkan permintaan Daniel, nanti jika sudah sampai kantor Zeline akan membagikan kabar bahagia ini kepada dua temannya.


"Semangat bekerja, dan jangan lupa secepatnya kau ajukan pengunduran diri. Nanti jika sudah saatnya pulang aku akan menjemputmu lagi." Daniel masih menunggu di dalam mobilnya sampai Zeline benar-benar masuk ke sebuah gedung di mana Zeline bekerja.


Zeline bertemu dengan temannya yang satu kantor yaitu Hanum, dia memang sudah berniat akan membagikan kebahagiaannya kepada dua wanita yang menjadi sahabat dekatnya saat ini. Sahabat Zeline satu lagi yaitu Ana. Dia berbeda kantor sehingga Zeline hanya mengabarinya melalui sambungan telepon.


"Wah, selamat ya. Pokoknya nanti jangan lupa kabari aku di hari bahagiamu. Aku senang sekali mendengarnya, akhirnya kau akan menikah juga dengan pria yang kau cintai itu." Suara Hanum terdengar sangat antusias sekali saat Zeline berbagi kebahagiaan dengan sahabat barunya itu.


Zeline sudah berada bersama dengan Shanum, wanita di sampingnya juga sudah diberitahu mengenai lamaran dan rencana pernikahan Zeline. Mereka berdua saling berpelukan karena apa yang menjadi keinginan Zeline selama tiga tahun ini akhirnya terwujud juga.


"Cepatlah kau urus surat pengunduran diri, bukankah calon suamimu meminta agar kau berhenti bekerja? Aku pasti akan sangat merindukanmu Zeline, tapi aku juga turut bahagia karena calon suamimu begitu perhatian dan bertanggung jawab." Shanum tidak bisa melarang saat Zeline mengatakan jika dia akan mengundurkan diri dari perusahaan itu.


Akhirnya Zeline pun segera membuat surat pengunduran dirinya, karena dia harus mempersiapkan diri sebelum pernikahan sirinya yang akan berlangsung dua minggu yang akan datang. Daniel sudah berjanji jika dia yang akan menanggung semua kebutuhan Zeline selama berada di Sumatera, untuk itulah sebagai calon istri yang baik maka Zeline harus patuh dan menuruti perintah Daniel.

__ADS_1


***


Setelah selesai dengan itu, Zeline menuju ruangan atasannya.


"Saya ingin mengajukan pengunduran diri, ini surat pengunduran diri saya." Zeline memberikan surat pengunduran dirinya kepada atasan yang ada di kantor tempatnya bekerja, setelah beberapa saat berbasa-basi.


Pria yang merupakan atasan Zeline hanya menatap selembar kertas yang baru saja diberikan oleh wanita itu, pria bernama Tian yang merupakan atasan Zeline melirik sekilas kertas yang tergeletak di atas meja kerjanya.


Zeline sengaja mendatangi Tuan secara langsung agar semua urusannya segera selesai, tetapi hal itu tidak terjadi seperti yang Zeline inginkan.


"Sepertinya kau melupakan sesuatu, Zeline. Bagaimana mungkin dengan semudah itu kau mengajukan surat pengunduran diri? Apakah kau lupa dengan isi perjanjian di dalam surat kontrak yang sebelumnya kau tandatangani." Pria itu menatap ke arah Zeline yang duduk di kursi yang ada di seberang meja pria tersebut.


Semula Zeline berpikir jika rencananya untuk mengundurkan diri akan berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun, tapi rupanya dia benar-benar melupakan tentang isi surat kontrak sehingga Zeline tidak bisa semudah itu berhenti bekerja di hotel tersebut.


"Maafkan saya, Pak Tian. Saya sudah berbuat salah, kalau begitu saya permisi." Zeline meraih kembali kertas yang semula ada di atas meja kerja Tian, dia membawanya keluar dengan langkah gontai.


Zeline menjadi bingung, apa yang akan dia katakan nanti kepada Daniel. Jika surat pengunduran dirinya tidak diterima karena terhalang oleh kontrak yang telah ditandatangani oleh Zeline saat dulu dia bekerja di perusahaan itu.

__ADS_1


"Sebaiknya aku merahasiakan ini dari Daniel, jangan sampai dia tahu jika surat pengunduran diriku tidak diterima. Kalau sampai Daniel tahu, dia pasti akan melakukan dengan caranya sendiri. Dan aku tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu padanya disini." Akhirnya Zeline mengambil keputusan agar dia tidak memberitahu mengenai hal ini kepada Daniel.


Sebab, Zeline sangat mengenal tentang karakter Daniel sehingga dia mengantisipasinya dengan merahasiakannya sementara. Sampai nanti menunggu waktu yang benar-benar pas, barulah Zeline akan menyampaikan jika surat pengundurannya tidak bisa diproses karena alasan yang kuat dan Zeline pun tidak bisa memaksa.


__ADS_2