Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Bukan Kekasih, Tapi Mantan


__ADS_3

Semua penjelasan Shanum tempo hari yang mengatakan sikap atasan mereka yang terkenal playboy, sekarang nyata Zeline lihat. Namun satu yang janggal, Tian terkenal pemain perempuan, tetapi pria itu tidak pernah bermain dengan pegawainya sendiri, tapi sekarang kenapa justru mengejar Zeline. Pikirnya.


Tiba di lantai tempat kerjanya semua orang yang ada di sana menatap padanya dan itu membuat Zeline merasa risih dibuatnya. Ia mempercepat langkahnya menuju meja kerjanya.


"Ze, ada apa?" tanya Hanum menghampiri Zeline dan itu tak luput dari pandangan semua orang yang juga merasa penasaran dengan apa yang terjadi sehingga Zeline dipanggil keruangan general manager mereka. Menurut mereka itu adalah hal yang sangat langkah terjadi, sebab GM mereka memang terkenal suka berganti-ganti pasangan, namun tidak pernah secara khusus meminta orang untuk meminta pegawainya datang menemuinya.


"Tidak apa-apa, hanya ingin menyapaku!"


"Ha... Apa? Menyapamu?" ucap seseorang yang ternyata berdiri di belakang Zeline, mengejutkan Zeline dan membuat semua orang yang mendengar semakin di buat terheran dan bertanya-tanya apa hubungan Zeline dengan GM mereka.


Zeline yang melihat semua perhatian semakin tertuju padanya, kembali berdiri dan berkata. "GM ternyata kakak angkat teman dekatku," ucap Zeline mencoba memberikan jawaban atas tatapan bertanya semua orang padanya.


"Jadi kalian saling mengenal?" sahut seseorang bertanya.


"Tidak, aku baru mengenalnya hari ini. Dia menyapaku karena dia tahu aku adik angkatnya," jawab Zeline tidak sepenuhnya berbohong, namun juga tidak sepenuhnya benar.


Zeline berharap penjelasan darinya dapat menjawab pertanyaan semua orang, namun ternyata tidak. Ada beberapa wanita yang masih saja menatap sinis kepadanya.


"Baiklah, kalian sudah mendengar jawabannya. Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian!" titah Hanum yang menjabat sebagai kepala di departemen keuangan tersebut pada semua orang yang langsung kembali pada posisi mereka masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka.


"Kamu juga silahkan kembali bekerja, Ze. Tapi nanti aku ingin mendengar penjelasanmu, karena aku tidak begitu yakin dengan jawabanmu barusan!" ucap Hanum setengah berbisik lalu kembali ke meja kerjanya.


'Ada apa dengan mereka semua? Untuk apa mereka begitu ingin tau urusan orang lain?' batin Zeline memutar bola matanya jengah melirik ke sekitarnya sebelum akhirnya kembali fokus pada pekerjaannya.


****


Saat jam makan siang, Hanum menagih janjinya. Perempuan yang menggunakan kacamata dan tompel di wajahnya itu mengajak Zeline makan siang bersama, karena selain untuk mengisi perut mereka, ia juga ingin bertanya lebih lanjut tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"Ada apa Ze?" tanyanya saat sudah berada di sebuah restoran tak jauh dari hotel.


"Ada apa maksudnya?" tanya Zeline yang belum mengerti saat pikiranya melayang pada sosok Daniel yang saat ini berada di apartemennya.


'Aku harap dia sudah pergi saat aku kembali dari kantor!' batin Zeline.

__ADS_1


"Ze…," ucap Hanum lagi sembari menyentuh tangan Zeline, menyadarkan Zeline dari lamunannya.


"Hah? Iya, kenapa?" Zeline gelagapan.


"Ih… orang ramai seperti ini bisa-bisanya kamu melamun," rutuk Shanum. " Aku tanya, apa sebenarnya tujuan GM memanggilmu?" sambung Hanum bertanya.


"Oh itu, ternyata benar dia buaya," ucap Zeline.


"Kenapa? Dia menggodamu?" tanya Hanum balik yang dijawab anggukan oleh Zeline.


"Mungkin aku saja yang berlebihan menganggap nya menggodaku. Tapi, sikapnya itu sungguh tidak wajar!" seru Zeline semakin mengundang rasa penasaran Hanum.


"Sepertinya kamu orang yang sama sepertiku, kurang memperhatikan sekitar termasuk media sosial dan acara-acara gosip lainya," ujar Hanum tang balik membuat Zeline bingung.


"Maksudnya?" tanyanya.


"Seperti yang pernah aku ceritakan. Pak Tian terkenal suka gonta-ganti pasangan, entah itu pacar atau sekedar teman kencan. Dia juga tak pernah menutupi berita yang membicarakannya, dia juga tidak keberatan memamerkan setiap wanita yang menjadi teman kencannya, untuk itu dia dijuluki sebagai casanova oleh sebagian orang," terang Hanum tentang atasa mereka.


"Apa yang dia lakukan padamu? Tapi, jujur aja sedikit aneh sih, Ze. Pasalnya dia belum pernah menggoda pegawainya. Dia seperti itu, tapi tidak pada pegawainya sendiri, dia akan bersikap profesional biasanya kalau dengan hal yang berurusan dengan Nolan Hotel," ucap Hanum lagi terlihat bingung.


Zeline yang tidak ingin di anggap membuat cerita yang mengada-ada akhirnya memutuskan untuk menceritakan apa yang sudah terjadi pagi itu di ruangan Tian, tanpa ada yang tertinggal satupun. ia menceritakan dengan sangat detail setiap halnya.


"Kalau begitu benar, dia menggodamu. Bukan cuma perasaanmu," ujar Hanum mengomentari setelah mendengar cerita Zeline.


"Aku kurang terlalu dekat dengan pria karena hanya ada satu pria dalam hidupku, tapi aku jelas mengerti tanda-tanda pria buaya sepertinya," ujar Zeline mendengar dan mengingat sikap Tian.


"Ze, kamu tidak tertarik dengan GM kita?" tanya Hanum membuat Zeline tertawa kencang mendengarnya, membuat fokus sebagian orang yang berada di sana tertuju padanya, namun sama sekali tidak dipedulikan oleh Zeline.


"Untungnya aku tidak tertarik padanya!" seru Zeline menjawab setelah menghentikan tawanya.


"Kenapa? Dia tampan, dia juga mapan!" tanya Hanum lagi.


"Kekasihku juga tampan, dia mapan, dia juga pria yang baik, bukan seorang cassanova sepertinya," ujar Zeline dengan bangga memuji Daniel, namun sesaat kemudian raut wajahnya yang gembira berubah murung, dan itu terlihat jelas.

__ADS_1


"Bukan kekasih, tapi mantan kekasih!" Ulang Zeline terdengar jelas kesedihan dari nada bicaranya.


"Ze, kamu baik-baik saja? Mau cerita padaku?" tanya Hanum menggenggam tangan Zeline.


"Maaf. Aku belum bisa cerita sepenuhnya untuk saat ini," ucapnya lagi mengakhiri pembicaraan yang membuatnya sedih tersebut.


Keduanya memutuskan untuk kembali ke kantor saat waktu istirahat siang sudah hampir habis, keduanya melangkah dengan santainya masuk ke dalam gedung perusahaan mereka sambil mengobrol ringan seputar pekerjaan. Namun, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


"Aw….," suara rintihan terdengar dari kedua wanita saat tubuh mereka bertabrakan dan keduanya nyaris terjatuh.


"Hey! Punya mata itu dipakai!" seru seorang wanita yang bertabrakan dengan Zeline, membentak.


"Anda yang tidak menggunakan mata saat berjalan, mata digunakan menatap jalan bukan ponsel!" seru Zeline balas membentak wanita tersebut.


"Ada apa ini?" sahut seorang pria dari arah belakang, membuat kedua wanita itu menoleh pada sisik yang berjalan menghampiri mereka.


"Sayang, dia jalan tidak menggunakan mata. Dia menabrakku, sakit!" seru wanita itu mengadu pada pria tersebut, pria yang merupakan atasan Zeline yang baru saja tadi pagi merayunya itu, namun saat ini justru terlihat bersama seorang wanita yang sudah menempel di lengannya.


"Bertabrakan dengan menabrak, itu beda Nona! Tolong perbaiki ucapan Anda!" Zeline dengan ketusnya berkata, tanpa merasa takut sedikitpun telah berurusan dengan wanitanya atasan mereka.


"Sayang… Aku ingin kamu pecat wanita ini!" pinta wanita itu pada Tian sembari mengusap lembut rahang Tian yang masih saja terdiam menatap Zeline.


Wanita yang bergelayut manja di lengan Tian itu menyeringai, ia berpikir tatapan Tian pada Zeline adalah tatapan mata dan akan memecat Zeline, namun yang terjadi justru sebaliknya.


"Pergilah! Kembali ke ruangan kalian! Aku minta maaf untuk Casandra," ucap Tian mengejutkan seluruh orang yang ada di sana yang tengah memperhatikan mereka, terutama wanita bernama Casandra yang begitu terkejut dengan respon Tian.


Zeline yang mendengar semua itu, tak menunda waktu untuk pergi dari sana tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Kami permisi, Pak!" pamit Shanum lalu menyusul Zeline yang sudah lebih dulu pergi.


"Sayang, kenapa kamu membiarkan wanita itu pergi?" tanya Casandra terlihat kesal.


"Diamlan! Jika kamu ingin memperpanjang masalah ini, lebih baik kamu pulang!" seru Tian datar, lalu melanjutkan langkahnya yang tertunda masuk ke dalam gedung tersebut menuju ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2