Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Ancaman


__ADS_3

Seorang pria yang saat ini baru saja tiba di bandara setelah melewati penerbangan selama satu jam lebih beberapa menit, kembali terlihat sibuk menatap ponselnya sembari menaiki salah satu taksi yang ada di sana.


'Ke mana Daniel? Kenapa dia tidak juga menjawab teleponku dari kemarin?' ucap Nick dalam hati.


Setelah Daniel pergi, Nick mencoba menenangkan keadaan di Jakarta dan menyelesaikan pekerjaan yang di tinggalkan oleh Daniel. Namun, entah mengapa Nick merasa tidak enak hati. Nick merasa jika sesuatu mungkin saja terjadi pada Daniel, Nick yang terbiasa menemani Daniel di setiap masa sulit dan senang pria itu, jelas tidak bisa tenang, karena itu Nick memutuskan untuk menyusul Daniel ke Sumatera.


Tak kunjung mendapat tanggapan dari Daniel, Nick langsung melacak keberadaan ponsel Daniel dan menyusul Danie ke lokasi yang dia dapatkan. Berharap jika Daniel baik-baik saja.


Disaat Nick tengah mencemaskannya, Daniel hanya diam menatap enggan pada ponselnya yang terus berdering. Daniel sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun, termasuk Nick–sahabatnya. Yang Daniel inginkan hanya Zeline.


Daniel kembali teringat dengan kejadian lima tiga yang lalu, saat Daniel pulang ke rumah dengan perasaan amat bahagia, tetapi keluar dari rumah dengan hati yang kecewa saat apa yang Daniel dapatkan tidak seperti yang Daniel harapkan.


"Pa, Ma. Aku merindukan kalian," ucap Daniel mencium sebelah pipi mamanya, setelah itu duduk bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tengah bahagia. Ada apa? Apa kamu punya kabar bahagia?" tanya Ami, pada putranya–Daniel.


"Aku ingin menikah," jawab Daniel tanpa berbasa-basi pada kedua orang tuanya yang cukup terrkejut mendengar ucapan Daniel.


Tak terhitung banyaknya wanita yang coba mereka kenalkan pada Daniel, tetapi tak ada satu pun wanita yang dapat meluluhkan hati Daniel. Sekarang anak semata wayanh mereka datang mengatakan ingin menikah, hal itu jelas membuat Ami dan Eric bertanya-tanya, seperti apa wanita yang berhasil menakhlukan hati Daniel Sanders.


"Siapa wanita beruntung itu?" tanya Eric dan Ami menatap serius pada Daniel.


Daniel masih saja tersenyum saat berpikir semuanya berjalam lancar. Daniel mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Zeline pada kedua orang tuanya.


Senyum di wajah Daniel menghilang saat melihat tatapan kedua oranh tuanya yang terlihat berbeda menatap foto Zeline. Hal yang tidak Daniel inginkan seakan mulai hadir di benaknya menjadi tanda tanya besar atas respon kedua orang tuanya.


"Siapa gadis ini? Di mana keluarganya dan seperti apa keluarganya?" tanya Eric penuh selidik.

__ADS_1


"Namanya Zeline. Dia lulusan terbaik dari salah satu universitas yang ada di kotanya. Dia selalu menjadi pelajar terbaik sejak sekolah dasar. Dia gadis yang sangat berprestasi. Dia juga dapat hidup mandiri dan berhasil menjadi wanita yang mempunyai pekerjaan yang bagus sekalipun dia hanya hidup sendiri sebab kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Dia yatim piatu," jawab Daniel masih berusaha berpikir positif. Daniel berharap penjelasannya dapat membuat kedua orang tuanya merasa kagum pada Zeline dan menyukai Zeline, tapi yang terjadi tidak seperti harapannya.


"Yatim piatu? Mandiri? Apa pekerjaan kedua orang tuanya sebelum meninggal?" tanya Eric lagi membuat alis Daniel mengerut mendengar pertanyaan tak penting dari ayahnya.


"Ayah nya pegawai bank dan ibunya hanya ibu rumah tangga," jawab Daniel pelan tak lagi bersemangat menjelaskan saat Daniel sudah mulai menyadari apa yang akan terjadi.


"Mama tidak bisa merestui hubungan kalian, maafkan Mama. Kamu layak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari wanita itu," ucap Ami yang lebih dulu mengatakan rasa keberatannya.


"Yang Mama mu katakan benar. Dia tidak pantas menjadi menantu keluarga Sanders. Apa kata orang-orang jika tahu pewaris keluarga Sanders menikah dengan wanita biasa seperti itu. Tidak, Daniel. Akhiri hubungan kalian," sahut Eric menimpali.


Daniel menatap tak percapa pada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya menjadi orang pertama tempat Daniel berbagi kenahagiaannya saat Daniel berhasil meluluhkan dan mendapatkan cinta Zeline. Namun kedua orang tuanya justru tidak merestui hubungan mereka.


"Aku mencintainya, Pa, Ma. Tidak ada yang salah darinya. Dia wanita baik-baik dan yang terpenting aku sangat mencintainya. Aku tidak akan menjauhinya sekalipun kalian tidak mrestui hubungan kami," ucap Daniel untuk pertama kalianya menentang kedua orang tuanya dan itu membuat kedua orang tua Daniel semakin tidak menyukai Zeline yang mereka anggap telah mencuci pikiran Daniel.

__ADS_1


"Coba saja nikahi dia, dan kamu akan melihat apa yang bisa Papa lakukan untuk membuat wanita itu lenyap dari hidupmu!" ancam Eric membuat Daniel terdiam membeku mendengarnya.


__ADS_2