Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel
Playboy


__ADS_3

Seorang pria yang tengah berada di kediamannya masih saja teringat akan sosok yang telah berhasil mencuri perhatiannya, wanita pertama yang dapat membuatnya terpesona dan wanita pertama yang dengan mudah mengabaikan pesonanya.


"Apa pesonaku sudah memudar hingga wanita itu mengabaikanku?" ucapnya dengan cepat bercermin.


Pria itu adalah Frastian Gunawan, pria yang bertabrakan dengan Zeline beberapa jam yang lalu dan pria yang juga menjabat sebagai general manager di tempat Zeline bekerja.


Tian merasa asing dengan wajah Zeline, tetapi Zeline justru bekerja di tempatnya dan itu membuat Tian semakin penasaran dengan sosok pegawainya yang Tian tidak tahu sama sekali. Meskipun jarang turun tangan langsung meninjau pekerjaan bawahannya, tetapi Tian cukup mengenal semua staf yang bekerja di Nolan Hotel, karena Tian sangat teliti dalam semua hal yang berhubungan dengan Nolan Hotel. Itu juga sebab nya Tian dapat mencapai posisinya sekarang, sebagai general manager di hotel terbesar yang ada di kota tersebut.


Tian yang tidak dapat tenang sebelum mengetahui tentang wanita yang tadi bertabrakan dengannya, dengan cepat menghubungi seseorang yang Tian yakin pasti mengetahui semuanya.


"Halo, ada apa?" tanya pria yang dihubungi oleh Tian.


"Apa kau mengenal pegawai bernama Zeline?" tanya Tian tanpa berbasa-basi.


"Ya aku mengenalnya. Dia bekerja di bagian keuangan, aku secars langsung yang menerimanya. Jangan berpikir hal-hal aneh, selain dia memang memenuhi kualifikasi untuk menerima pekeraan itu, dia juga teman Anna," jawab pria di seberang sana yang tidak lain adalah Radit, asisten manager sekaligus teman dekat Tian.


"Sejak kapan dia bekerja di Nolan?" tanya Tian lagi.


"Baru beberapa hari," jawab Radit singkat.

__ADS_1


"Ceritakan sedikit tentangnya padaku!" pinta Tian.


"Frastian. Jangan berpikir untuk mendekatinya! Ingat, dia teman Anna–adikku. Aku sudah menganggap Zeline seperti adikku sendiri. Dia wanita baik-baik, jauhkan pikiran burukmu darinya!" cetus Radit memperingati Tian saat Radit seakan mengetahui niat Tian.


"Kau serius dia teman Anna?" tanya Tian lagi.


"Ya, karena itu jangan berniat mendekatinya. Dia bukan wanita seperti yang kau pikirkan. Ingat juga prinsipmu, tidak ada hubungan antara rekan kerja!" Radit terus saja menekankan setiap kalimatnya.


"Kau terlalu berlebihan. Aku hanya ingin tahu tentangnya. Siapa juga yang ingin mendekatinya," dengus Tian terdengar kesal.


"Intinya aku sudah memperingatimu, jika kau menyayangi Ana sebagai adikmu, maka berpikir dulu sebelum menjadikan Zeline sebagai targetmu!" ucap Radit memutuskan sepihak panggilan telepon.


***


Ana yang baru saja keluar dari kamarnya langsung menghampiri Radit saat dia mendengar sedikit pembicaraan Radit dengan Tian.


"Ada apa, Bang?" tanyanya.


"Tidak ada apa-apa," jawab Radit tak ingin membahas hal itu.

__ADS_1


"Bang. Aku mendengar apa yang kalian bicarakan. Katakan padaku! Ada apa? Bang Tian menyukai Zeline?" tanya Ana mendesak Radit yang hanya bisa menganggukkan pelan kepala nya.


"Bang, meskipun aku dan Zeline baru mengenal, tapi aku menyukainya. Aku senang dan nyaman berteman dengannya, dia wanita yang baik. Tolong katakan pada Bang Tian untuk tidak mengganggu Zeline. Jangan jadikan dia target seperti wanita lain. Aku sama sekali tidak keberatan dengan tingkah playboy Bang Tian selama ini, karena itu bukan urusanku. Namun, aku akan sangat keberatan jika dia mendekati Zeline," ucap Ana mengatakan rasa keberatan serta kekhawatirannya.


Apa yang Anna katakan benar adanya. Frastian Gunawan, siapa yang tidak mengenal pria tampan yang terkenal sering berganti-ganti pasangan itu. Setiap minggu pasangannya akan selalu berbeda, dan itu selalu wanita-wanita cantik baik itu tua atau pun muda, selagi menarik cantik dan punya tubuh yang bagus, layak bersanding dengannya, itulah kriteria Tian.


"Kamu tenang saja. Abang sudah mengingatkan Tian untuk tidak melakukan itu," ucap Radit mengusap lembut kepala Ana.


"Baiklah, aku percaya pada Abang. Oh ya, Abang tidak berpikir untuk pulang?" tanya Ana.


"Kamu mengusir Abang?" ucap Radit balik bertanya.


Ana yang mendengar itu tertawa pelan. "Aku ingin menemui Zeline, Abang pulanglah!" usir Ana membuat Radit menatap tak percaya padanya.


"Kamu mengusir Abang?" tanya Radit yang di anggukkan oleh Ana, membuat Radit mencubit pelan tangannya.


"Hahaha.... Ampun Bang. Aku hanya bercanda, tapi aku serius jika aku akan menemui Zeline. Abang jangan lupa kunci pintu jika pulang, ya!" ucap Ana bergegas pergi setelah mengintip jika lampu rumah Zeline yang berada tepat di sebelahnya, sudah menyala.


"Ya ampun. Ini pertama kalinya Ana mengabaikanku karena seseorang. Sepertinya Ana benar-benar menyukai Zeline. Berhati-hatilah kau Tian," ucap Radit yang hanya bisa tersenyum menanggapi tingkah adik kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2