War In Solitude

War In Solitude
Chapter 10. Tolong Jangan Pergi


__ADS_3

Sekitar Pukul 12:15 Ambulan dan polisi baru datang ke sekolahan, Ambulan langsung memasukan badan Putri kedalam mobil dan polisi memeriksa tempat kejadian sambil menanyakan beberapa infomasi ke saksi yang melihat kejadian tersebut


Sedangkan itu Pria yang tadi berusaha memegang tangan Putri di ujung kematian nya terus menyesali perbuatanya, Dia Bertanya-tanya kenapa dia harus telat untuk memegang tangan Putri


"Kenapa, Kenapa aku harus telat menyelamatkan cewek itu" Dia sambil terus memukul tembok karna merasa bersalah


"Ini semua enggak bisa di biarin, Ini semua karna Anak-anak brengsek itu" Pria itu berlari ke arah cowok yang tadi membully Putri


Anak-anak yang membully Putri tadi sangat ketakutan dan tidak mau masuk penjara karna perbuatan nya


Pria yang membela Putri pun datang ke hadapan gerombolan tidak berguna itu dan langsung melontarkan pukulan ke arah cowok yang ada di kantin tadi


"Brengsek nya kalian, Dengan gampang nya kalian masih bisa ngumpul di sini sedangkan cewek yang kalian bully melompat dari atas gedung" Pria ini memukul sang cowok sambil meneteskan air mata


CRAT!!! CRAT!!!


Darah cowok Itu berceceran hingga jatuh ke lantai, Ketika perkelahian itu berlangsung ada Kakak kelas yang melihat itu, Dia langsung memisahkan kedua Pria tersebut


"Apa yang kalian lakukan, Ini bukan waktu nya berkelahi" Kakak kelas itu memisahkan dua orang itu sambil mendorong nya ke belakang


"Kematian yang kakak liat di luar, Itu semua penyebab mereka"


"Apa benar itu semua kalian yang lakukan" Tanya Kakak kelas itu


"Engg-Enggak kok kak, Bukan kami yang ngelakuin itu semua" Jawab Salah-satu cewek yang membela diri


"Bisa-bisa nya kalian ngomong ENGGAK Brengsek!!!" Pria itu ingin memukul cewek yang barusan menjawab


"Udah biar saya yang panggil polisi untuk ke sini, Biar mereka yang menyelidiki nya, Kalian semua diem disini jangan ada yang keluar dari ruangan ini, MENGERTI!!!"


"Iya kak" Jawab gerombolan itu sambil ketakutan dan tidak tau harus melakukan apa


Selang beberapa menit polisi akhirnya datang ke tempat perkelahian yang berada didalam kelas


"Kalian berdua ngapain berkelahi, Di luar kami sedang mencari info buat bukti"

__ADS_1


"Saya bisa pak ngasih bapak bukti yang kuat" Jawab sang Pria itu


"Bukti?, Bukti apa yang kamu punya?" Tanya polisi pada Pria tersebut


"Mereka yang ada di depan saya adalah penyebab cewek tersebut lompat dari atas gedung sekolah"


"Saya tadi pagi hampir berkelahi dengan dia karna mereka gerombolan enggak berguna yang selalu membully sang korban, Hampir setiap hari mereka selalu membully nya" Lanjut Pria itu dengan tangan menggenggam


"Apakah benar apa yang dia katakan kalo kalian penyebab semua kejadian ini"


"Enggak pak bukan kami penyebab nya, Dia hanya memfitnah kami" Kata gerombolan itu


"Udah pak bawa saja ke kantor polisi, Saya sudah muak dengan tingkah laku mereka yang selalu merendahkan orang lain"


"Baik kita bicarakan ini di kantor"


Mereka semua akhir nya di bawa ke kantor polisi dan di jadikan pelaku atas kasus bunuh diri


Pada saat di bawa ke kantor polisi semua siswa dan siswi melihat ke arah pelaku dengan tatapan penuh amarah dan emosi, Para guru pun hanya bisa pasrah akan kejadian hari ini. Dan membiarkan pihak polisi yang mengatasi kasus tersebut


Pihak sekolah pun menghubungi Ayah dari Putri, Dengan rasa bersalah kepala sekolah itu akhir nya memberanikan diri untuk menelepon Aoki


"Maaf pak benar ini dari keluarga Putri?"


"Iya benar, Ini dari siapa ya? Jawab Aoki


"Ini kami dari pihak sekolah ingin memberitahukan bahkan anak bapak sekarang sedang berada di rumah sakit"


Aoki terkejut dan menanyakan keberadaan Putri nya


"HAH!!!, Kok bisa anak saya ada di rumah sakit, Terus sekarang ada di rumah sakit mana pak" Badan Aoki langsung lemas mendengar anak nya ada di rumah sakit


"Bapak tenang dulu ya kami dari pihak sekolah sedang menyelidiki kasus anak bapak, Sekarang Putri Ada di rumah sakit dekat Seoul, Kami akan mengirim map nya, Bapak langsung kesana untuk melihat keadaan Putri bapak"


"Iya pak saya tunggu lokasi nya"

__ADS_1


BRRUUKK!!!!


Aoki jatuh ke lantai dengan terus memegang handphone nya, Di benak Aoki dia bertanya," Ini cobaan apa lagi tuhan yang engkau berikan, Aku tidak sanggup Kehilangan orang yang aku cintai satu persatu"


Lucas yang berjalan ke arah Aoki melihat Aoki yang tersungkur ke lantai dengan tatapan penuh dengan kesedihan


"Pak, Bapak kenapa di bawah lantai, Ayo kita ke ruang istirahat" Lucas sambil mengangkat badan Aoki yang sudah lemas tidak berdaya


Sesampai nya di ruang istirahat Lucas langsung membaringkan badan Aoki habis itu mengambilkan Aoki obat


"Ini pak obat nya, Bapak minum dulu ya" Lucas menyodorkan obat dan segelas air putih


"Makasih banyak"


Glug Glug Glug


Selesai minum, Lucas bertanya apa yang terjadi sampai buat Aoki bisa selemas ini


"Pak ada masalah apa lagi yang menimpa bapak?" Tanya Lucas


"Anak saya masuk rumah sakit, Saya Bener-bener enggak sanggup harus gimana lagi, Saat ini dia Satu-satu nya yang saya miliki selain istri saya" Di situ Aoki menangis melihat kehidupan nya yang rumit


"Saya sudah enggak sanggup lagi dengan cobaan ini, Jika terjadi Apa-apa pada Putri aku akan Benar-benar akan mengakhiri hidupku"


"Bapak enggak boleh ngomong kayak gitu, Masih banyak yang sayang sama bapak" Lucas terus memegang tangan bos nya itu dengan harapan Putri akan selamat


Lucas Bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit dengan Aoki menggunakan mobil


"Pak, Bapak disini dulu ya saya akan menyiapkan mobil nya dan langsung pergi ke rumah sakit"


"Makasih banyak ya, Kamu sudah membantu saya banyak" Jawab Aoki


"Iya Sama-sama


Habis Lucas menyiapkan mobil dia kembali ke kamar Aoki dan langsung pergi menuju rumah sakit

__ADS_1


"Ayo pak mobil sudah siap kita akan berangkat" Lucas memegang tangan Aoki yang berusaha turun dari atas kasur


"Ayo"


__ADS_2