War In Solitude

War In Solitude
Chapter 07. Takdir Yang Egois


__ADS_3

Seoul, 17 Maret 2020


Kringg-Kringg-Kringg, Bunyi suara alarm yang menunjukan pukul 06:00


"Aduh akhirnya bangun juga dari tempat tidur" Aoki yang masih merasakan ngantuk di pagi hari


"Aku bangunin Putri dulu lah, baru habis itu mandi dan menyiapkan makanan untuk sarapan"


Aoki membereskan tempat tidur dan pergi ke kamar Putri


"Put bangun Putri udah siang sekolah" Sambil mengetuk pintu kamar Putri


"Iya ini bangun" Jawab Putri dengan nada orang bangun tidur


"Iya ayah mau mandi dulu terus gantian kamu ya!!" Dengan nada agak tinggi


"Iya sok ayah dulu mandi" Putri pun melanjutkan tidurnya


Selesai mandi Aoki memanggil Putri tapi tidak ada jawaban, Aoki naik ke atas tangga dan membuka pintu kamar nya, Dia heran sambil menggelengkan kepala karna anak nya masih saja tidur di atas ranjang nya


"HE!!, Kamu tuh pengen sekolah enggak sayang?"


"Iya ini bangun kok" Membalas pertanyaan ayah nya dengan lemas


"Iya ayah mau nyiapin makan dulu, Kamu mau makan apa?" Tanya Aoki


"Terserah ayah deh"


"Iya wis terserah Ayah aja, Kamu kayak orang mau mati, Jadi Ayah mutusin terserah Ayah aja mau masak apa"


"Ayah turun dulu, Awas aja kamu masih tidur nanti tak guyur sama air" Lanjut Aoki sambil menunjuk ke arah sang anak


"HHmm"


Habis Aoki memasak hidangan untuk sarapan dia pun memanggil Putri, Putri yang sedari tadi menunggu sarapan langsung bergegas pergi ke bawah untuk sarapan


"Nak ayo makan nih ayah masakin daging sapi sama susu sapi kesukaan kamu"


"Wahh enak tuh, Ini aku otw ke bawah" Sambil Senyum-senyum sendiri menandakan dia sangat suka pada sarapan kali ini


Sambil mereka menyantap sarapan, Mereka juga berbincang-bincang untuk penyelidikan hari ini


"Yah hari ini hari terakhir ya Ayah melakukan penyelidikan"


"Iya Ayah juga kecewa sama keputusan yang di tetapkan oleh polisi"


"Gapapa kita nanti cari sendiri aja kalo emang gak bisa ikut untuk melakukan penyelidikan" Dengan nada semangat Putri mengatakan seperti itu


" Ya mudahan di hari terakhir ini Ayah bisa nemuin mama kamu ya nak"


"Aminn"


Habis selesai sarapan Aoki dan Putri berangkat kerja dan pergi ke sekolah


"Yuk berangkat yah udah jam 07:30"


"Let's Go kita berangkat" Nada Aoki yang bersemangat pada pagi hari yang cerah ini, Dengan harapan bisa menemukan Istri nya


Di jalan Aoki dan Putri memutar lagu untuk menghilangkan kejenuhan pada diri mereka


"Yah udah dengerin lagu nya itzy belum?" Tanya Putri


"Oh yanggg mana ya? hehehe"


"Dasar Ayah sok tau sih"


"Ya makanya Ayah nanya ke kamu"

__ADS_1


"Itu loh yang mafia in the morning"


"Oh itu, Itu mah ayah udah denger dong, Disitu Yuna cantik banget"


"Inget ya Ayah udah tua jangan banyak halu nanti sakit kepala"


"Di kira kamu Ayah umur 50-80 ke atas"


"Ayah kan masih 32 sayang masih ada Jiwa-jiwa muda nya" Lanjut Aoki


"Iya deh iya Ayah nya Putri masih muda dan ganteng"


Putri yang sedari tadi memikirkan andai saja kebahagiaan ini dia dapatkan pas di sekolahan dengan Teman-tema nya, Tapi ada saja yang membuat dia tidak betah tinggal di sekolahan


"Nak kamu mikirin apa?"


"Enggak cuma hal yang enggak penting"


Putri tidak mau membuat Ayah nya khawatir dengan kejadian di sekolahan, Lagian bentar lagi dia lulus. Pikir Putri


"Jangan ada yang di sembunyiin ya sayang Ayah akan selalu lindungi keluarga Ayah"


"Iya yah, Kalo ada Apa-apa nanti Putri pasti bilang kok"


"Ayah percaya sama kamu"


Di perjalanan dari rumah Putri ke sekolahan membutuhkan 40 menit, Dan sesampai nya Putri dan Aoki di sekolahan, Putri langsung turun dan pamit untuk bersekolah


"Udah sampai ya yah?, Ya udah aku masuk dulu ya"


"Iya nak, Kabarin nanti kalo udah pulang sekolah sayang"


"Okee Father" Putri berlari menuju kelas sambil melambaikan tangan pada sang Ayah


Di perjalanan menuju kantor Aoki dia bertemu seseorang yang mirip seperti Seren, Aoki langsung memarkirkan mobil nya di pinggir jalan dan langsung berlari mencari wanita tersebut


"Bentar aku parkirin mobil aku dulu di pinggir" Sambil ngomong sendiri dengan diri nya


"Tadi mana ya cewek nya, Perasaanku dia lewat sini"


Aoki terus mencari wanita itu dan akhir nya dia menemukan nya di pinggir sungai


"Apa itu ya cewek tadi, Emang dari pakaian nya mirip sih cuma apa iya cewek yang barusan aku liat?"


"Permisi mbak" Sambil membalikan badan sang cewek


"Iya maaf siapa ya?"


"Oh enggak saya cuma mikir mbak sama istri saya yang hilang mirip sekali, Namanya siapa ya kalo boleh tau?"


"Oh maaf saya enggk tau kalo mas nyari istri nya yang hilang, Nama saya Rose" Sambil berjabat tangan


"Hm nama saya Aoki, Maaf ya tadi saya langsung saja membalik badan mbak soalnya saya lagi mencari istri saya yang hilang entah pergi kemana dia, Maaf sekali lagi"


"Iya enggak papa, Emang nya istri mas memang mirip sekali dengan saya?"


"Iya Bener-bener mirip"


Selagi Aoki dan Rose berbincang, Di kantor sudah banyak yang menunggu Aoki untuk melakukan penyerahan rencana pembangunan restoran di Tokyo Jepang


"Pak ini gimana, Pak Aoki belum juga datang" Kata karyawan yang berbincang dengan Lucas


"Sudah sabar aja kita akan tunggu sampai Pak Aoki datang" Jawab Lucas


"Kalian juga boleh kok Santai-santai sambil makan dan minum kopi di cafe depan, Kita akan meeting di situ saja, Saya akan menyusul kalo Pak Aoki sudah tiba di kantor" Lanjut Lucas dengan nada kecewa terhadap Aoki yang sudah mulai berubah


( Kembali pada Aoki yang berbincang dengan Rose )

__ADS_1


"Ya sudah makasih atas Bincang-bincang nya, Boleh saya minta nomer telepon kamu" Kata Aoki sambil memberi handphone pada Rose


"Oke"


Selesai menukar nomer telepon satu sama lain, Aoki pamit untuk berangkat kerja


"Aku pergi dulu ya ada urusan di kantor"


"Iya Hati-hati di jalan"


Di perjalanan menunju mobil dia teringat kejadian dulu bersama Seren


( FLASHBACK )


"Alui ayo main ke warnet bentar lagi aku mau naik rank nih" Ujar Aoki pada Alui yang menyombongkan rank nya


"Iya-iya tau sih rank nya yang bentar lagi sama kayak aku"


"Hehehe, Aku enggak kalah hebat kan sama kamu?" Tanya Aoki


"Maybe" Jawab Alui dengan datar


"Dah lah yuk menuju warnet Seogam, Aku tidak sabar, Aku tidak sabar naik rank" Sambil lompat kegirangan


Sesampai nya di Warnet Aoki yang berteriak pada OP warnet membuat seisi ruangan kaget


"MAAASSS BILLING 22 YA, BENTAR LAGI AKU NAIK RANK NIH, MAIN 5 JAM!!!!" Aoki sangat senang sekali dan tidak sabar ingin naik rank


Di keseruan Aoki dan Alui bermain game dota, Alui yang sudah yakin ingin menang bentar lagi akhirnya meninggal kan kursi untuk mengambil minum dan membuat Aoki frustasi di tinggal nya


"Oy-oy-oy loe kok malah AFK sih, Ngapain diem di base aja bantuin gue lah" Tanpa di sadari dia ngomong sendiri


" Yaelah ini mana sih anak malah diem aja di base udah weaver nya rusuh bet dah, Hero apaan sih itu!!" Aoki terus ngomong sendiri dengan diri nya tanpa di gubris oleh Alui


Aoki dan Alui sudah bermain selama 50 menit di match pertama, Setelah menang Aoki melihat meja yang di duduki oleh Alui, Dan dia merasa marah karna Alui meninggalkan permainan demi sebuah minuman dingin


"Itu anak emang kurang ngajar sih, Emang bener mau menang tapi enggak usah ninggalin game juga kali" Ujar Aoki ke Alui sambil membentak nya


"Ya maap, Aku kan tau kamu jago" Untuk membuat hati teman nya senang Alui pun berbohong


"Wih sudah di Akui nih kehebatan ku, Jangan-jangan bentar lagi ada Email masuk dari BTR hehehe" Dengan ketawa yang membuat Alui jijik


"Mimpi dasar, Ada- ada aja nih anak ini" Alui sampai Geleng-geleng kepala


Aoki sempat berpikir untuk membuat E-sport yang akan membuat dia terkenal seperti Luxxy, Zuxxy, Ryzen dan Microboy


"Apa kita buat E-sport aja ya, Aku pengen terkenal kayak Luxxy, Zuxxy, Ryzen sama satu lagi Microboy"


"Hah? Jawaban dari Alui yang keheranan karna semua pemain E-sport yang Aoki sebutin itu dari divisi PUBG


"Buka nya itu semua dari PUBGM ya, Loe salah server kali" Lanjut Alui


"Gapapa aku cuma mau terkenal sama uang nya aja"


"Udah kaya juga masih aja mikir uang" Sambil membalikan posisi kursi Aoki ke layar monitor lagi, Untuk melanjutkan match ke 2


Selesai main game Aoki dan Alui pergi ke restoran deket warnet untuk makan malam


"Loe mau makan apa?" Tanya Alui


"Wah mau di traktir tah?" Membalikan pertanyaan pada Alui


"Udah gue tanya mau apa sok?"


"Noh itu aja yang deket, Gue mah suka yang murah"


Alui menyukai Aoki dan ingin terus bersahabat dengan Aoki karna dia memiliki rasa rendah hati dan tidak pemilih dalam hal apapun, Alui sangat mengidam-idamkan memiliki teman seperti itu dan sudah ada di depan mata nya sendiri sesosok Aoki

__ADS_1


__ADS_2